Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Ekonomi Kreatif sebagai Ruang Kolaborasi dan Pemersatu

Ekonomi Kreatif sebagai Ruang Kolaborasi dan Pemersatu
Minat|Amerika & Kanada

Kreativitas perlu ruang dan perlindungan

Ekonomi kreatif adalah kegiatan yang mengubah gagasan, keterampilan, dan karya menjadi nilai ekonomi serta manfaat sosial melalui kreativitas masyarakat. Karena itu, pertumbuhannya tidak cukup ditopang oleh bakat; para kreator juga perlu ruang berkarya dan perlindungan yang membuat hasil kerja mereka diakui dan dapat dikembangkan. Gekrafs bekerja sama dengan Polri untuk mengembangkan potensi kreativitas masyarakat sekaligus memberikan perlindungan terhadap karya yang memberi nilai tambah bagi perekonomian. Nota kesepahaman itu ditandatangani dalam puncak peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional 2026 pada 24 Oktober di Jakarta. Arah kerja sama ini patut dinilai dari manfaat nyata bagi pelaku: apakah karya lebih terlindungi, akses bantuan lebih jelas, dan peluang usaha lebih terbuka. Tanpa tindak lanjut yang terasa, kolaborasi antarlembaga hanya akan menjadi seremoni, bukan fondasi bagi pertumbuhan.

Kemitraan harus berpihak kepada pelaku

Kerja sama Gekrafs dan Polri penting karena ekosistem kreatif melibatkan banyak pihak, sementara pelaku sering bekerja dalam kondisi yang berbeda-beda. Perlindungan karya tidak boleh berhenti pada pernyataan dukungan: pelaku perlu memahami jalur untuk menjaga hak atas karya, mendapatkan bantuan ketika menghadapi masalah, dan mengembangkan usaha secara aman. Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian menyebut keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar kreativitas berkembang dan memberi nilai tambah bagi perekonomian. Kapolri Suyudi Ario Seto juga menyatakan Polri siap mengambil peran dalam menjaga perkembangan ekonomi kreatif melalui kolaborasi. Janji tersebut memberi dasar yang baik, tetapi ukuran keberhasilannya adalah perubahan yang dirasakan kreator dan usaha kecil. Perlindungan pelaku kreatif seharusnya menjadi bagian dari layanan yang mudah dijangkau, bukan hanya komitmen yang dikenal oleh kalangan organisasi.

WCCE mengangkat gagasan pemersatu

Wamenekraf Irene Umar melihat ekonomi kreatif sebagai ruang yang dapat mempersatukan manusia tanpa membedakan ras, suku, maupun agama. Gagasan itu memberi makna lebih luas pada sektor kreatif: karya dan kolaborasi dapat mempertemukan orang yang berbeda, bukan sekadar menghasilkan produk. WCCE 2026 di SCBD Jakarta, yang berlangsung pada 21–25 Oktober, disebut Irene sebagai momentum penting bagi kebangkitan sektor kreatif global yang inklusif. Namun, inklusivitas perlu tampak dalam akses nyata terhadap jejaring, pasar, investasi, teknologi, dan pengembangan kekayaan intelektual. Pasar Wiwitan di SCBD, yang melibatkan lebih dari 200 UMKM lokal, menjadi salah satu contoh bagaimana gagasan tersebut dapat dibawa ke ruang publik. Harapan pegiat kemanusiaan Ferry Irwandi agar UMKM membuka lapangan kerja dan mendorong peralihan dari pekerjaan informal ke formal menunjukkan ukuran manfaat yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Ekonomi Kreatif sebagai Ruang Kolaborasi dan Pemersatu

Dari pertemuan menuju hasil yang berkelanjutan

WCCE 2026 juga menjadi ruang untuk memperluas jejaring dan membangun kolaborasi antara pelaku lokal dengan mitra internasional. Irene menekankan bahwa ekosistem berkelanjutan memerlukan sinergi lintas sektor untuk membuka akses investasi dan adopsi teknologi. Pertemuan dan pasar kreatif akan lebih berarti bila hubungan yang terbentuk berlanjut menjadi pendampingan, kemitraan usaha, serta akses pasar yang bisa digunakan setelah acara berakhir. Perumusan Jakarta Vision on Creative Economy memberi arah bagi upaya membawa ekonomi kreatif ke agenda pembangunan global setelah 2030. WCCE juga disertai doa bersama untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, pengingat bahwa kreativitas dapat berdampingan dengan kepedulian sosial. Pada akhirnya, kolaborasi Gekrafs dan Polri serta gagasan pemersatu yang diangkat di WCCE akan dinilai dari satu hal: apakah pelaku terlindungi, masyarakat memperoleh peluang, dan kreativitas menjadi manfaat bersama.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!