Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Kemenyan Tradisional ke Parfum Aromaterapi UMKM

Dari Kemenyan Tradisional ke Parfum Aromaterapi UMKM
Minat|Aromaterapi

Kemenyan Aromaterapi: Dari Tradisi ke Peluang Bisnis Baru

Kemenyan aromaterapi adalah bentuk pemanfaatan resin kemenyan yang diolah dengan teknologi formulasi modern menjadi parfum dan produk aromaterapi bernilai tambah, sehingga bergeser dari sekadar bahan ritual tradisional menjadi ingredien wewangian kontemporer yang dapat dikembangkan sebagai komoditas usaha mikro, kecil, dan menengah. Kunci transformasi ini ada pada hilirisasi bahan alam: hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi diterjemahkan menjadi produk nyata yang bisa dijual dan dipakai sehari-hari. Di sinilah posisi strategis pelatihan UMKM aromaterapi yang diselenggarakan lembaga riset nasional: bukan sekadar kelas teknis, melainkan pintu masuk bagi pelaku usaha lokal untuk naik kelas melalui parfum kemenyan lokal yang terstandar dan punya cerita asal-usul yang kuat.

Dari Kemenyan Tradisional ke Parfum Aromaterapi UMKM

Pelatihan BRIN: Laboratorium Riset Bertemu Lapangan Usaha

Pelatihan Formulasi Parfum Aromaterapi Berbasis Kemenyan yang digelar Pusat Riset Botani Terapan bersama Direktorat Pengembangan Kompetensi, berlangsung secara hibrida di Gedung ICC, Kawasan Sains dan Teknologi Ir. Soekarno, Cibinong, pada 6 Oktober 2026. Ini bukan acara seremonial; ini eksperimen kebijakan hilirisasi bahan alam dalam skala nyata. Peserta datang dari spektrum luas: peneliti, teknisi, akademisi, mahasiswa, hingga pelaku usaha atau UMKM dan masyarakat umum yang tertarik pada kemenyan aromaterapi. Dengan kata lain, BRIN sengaja mencampur “bahasa laboratorium” dan “bahasa pasar” dalam satu ruang. Imam Surya menegaskan bahwa penguasaan teknologi dan formulasi adalah syarat agar kekayaan tanaman aromatik lokal berubah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi, bukan sekadar komoditas mentah.

Menghapus Kesan Mistis, Membangun Brand Parfum Kemenyan Lokal

Selama ini kemenyan identik dengan suasana ritual dan kesan mistis. Inisiatif mengubahnya menjadi bahan parfum dan aromaterapi modern adalah langkah politik budaya: menggeser narasi dari supranatural ke sains dan gaya hidup. Ketika kemenyan diformulasikan menjadi parfum kemenyan lokal dengan standar kosmetik, ia masuk ke rak produk kecantikan, bukan lagi sekadar ke ruang upacara. Hilirisasi bahan alam di sini berarti mengemas ulang identitas: resin yang dulu dibakar di sudut ruangan kini bisa hadir sebagai roll-on, spray, atau diffuser yang menyasar konsumen muda urban. Pelatihan UMKM aromaterapi memberi bekal prinsip formulasi parfum dan produk aromaterapi, sehingga periset dan pelaku usaha mampu mengeksplorasi potensi bahan lokal melalui teknologi tepat guna, bukan coba-coba tanpa dasar.

Peluang Nyata bagi UMKM: Dari Resep Lab ke Skema Bisnis

Dampak paling terasa dari program ini adalah terbukanya peluang usaha baru bagi UMKM. Pengembangan parfum aromaterapi berbasis kemenyan tidak hanya soal mengolah bahan alam, tetapi juga memanfaatkan hasil riset dalam kegiatan ekonomi yang berkelanjutan. Alpha Fadila menegaskan bahwa pelatihan harus berlanjut ke tahap hilirisasi, lengkap dengan pendampingan dan penguatan skema bisnis, agar keterampilan formulasi berubah menjadi produk yang benar-benar masuk pasar. Di sinilah letak kritiknya: tanpa dukungan rantai nilai—dari pasokan resin kemenyan yang adil bagi pengelola hutan adat hingga akses perizinan dan pemasaran—risiko program berhenti di level prototipe sangat besar. Namun jika pendampingan konsisten, UMKM bisa memosisikan diri sebagai produsen kemenyan aromaterapi dengan cerita asal-usul, kualitas terukur, dan margin yang lebih adil bagi hulu.

Strategi Nasional: Menjadikan Aromaterapi Lokal Pesaing Serius

Inisiatif pelatihan ini jelas bukan kegiatan tunggal; ia bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan daya saing produk aromaterapi lokal. Melalui kegiatan ini, lembaga riset mendorong agar sumber daya hayati tidak berhenti sebagai bahan baku, tetapi dikembangkan menjadi produk inovatif melalui penguatan kompetensi, transfer teknologi, dan hilirisasi hasil riset. Aswandi mengingatkan bahwa riset tidak boleh berhenti pada publikasi, melainkan harus didiseminasikan menjadi teknologi tepat guna yang manfaatnya cepat dirasakan masyarakat. Pesan akhirnya jelas: jika negara serius mendorong kemenyan aromaterapi sebagai ikon, maka parfum kemenyan lokal harus diperlakukan sebagai produk strategis—didukung regulasi, standardisasi, dan promosi—agar UMKM tidak hanya menjadi tukang produksi, tetapi pemain utama dalam rantai nilai wewangian berbasis bahan alam.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!