Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Minyak Jelantah ke Lilin Aromaterapi: Ekonomi Sirkular yang Menenangkan

Dari Minyak Jelantah ke Lilin Aromaterapi: Ekonomi Sirkular yang Menenangkan
Minat|Aromaterapi

Minyak Jelantah Aromaterapi: Dari Limbah Rumah Tangga ke Produk Bernilai

Minyak jelantah aromaterapi adalah konsep mengolah minyak goreng bekas pakai menjadi sabun dan lilin aromaterapi bernilai tinggi yang ramah lingkungan, memadukan pengurangan limbah rumah tangga dengan kenyamanan dan kesehatan emosional konsumen melalui produk perawatan diri yang menenangkan indera penciuman. Eco Bhinneka Muhammadiyah Surakarta meluncurkan sabun dan lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah dalam Talkshow Lingkungan “From Waste to Worth” di kawasan Car Free Day (CFD), Minggu (11/10/2026). Produk ini dibuat oleh ibu-ibu PKK dan pemuda Karang Taruna Kelurahan Kratonan melalui program pemberdayaan berbasis kewirausahaan sosial, sehingga sejak awal inisiatif ini tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga soal kemandirian ekonomi warga. Peluncuran ini menjadi wujud nyata ekonomi sirkular aromaterapi: limbah yang berpotensi mencemari lingkungan diolah menjadi produk baru yang bernilai dan bermanfaat bagi banyak orang.

Mengapa Minyak Jelantah Layak Naik Kelas Jadi Lilin Ramah Lingkungan

Mengolah minyak jelantah menjadi lilin ramah lingkungan dan sabun aromaterapi alami adalah jawaban atas dua masalah sekaligus: sampah dan kesehatan rumah tangga. Selama ini, minyak jelantah sering dibuang ke saluran air atau dipakai ulang untuk menggoreng, yang sama-sama berisiko. Dengan mengubahnya menjadi lilin dan sabun, Eco Bhinneka menunjukkan bahwa limbah rumah tangga bisa menjadi bahan baku produk berkelanjutan Indonesia yang punya nilai tambah tinggi. Peluncuran ini menjadi wujud penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat, yaitu limbah yang berpotensi mencemari lingkungan diolah menjadi produk baru. Di sinilah letak keberanian gagasan: alih-alih menunggu solusi besar dari industri, warga Kratonan membuktikan bahwa dapur-dapur rumah tangga pun bisa menjadi titik awal perubahan.

Kolaborasi Warga dan Pemerintah: Ekonomi Sirkular Aromaterapi Bukan Sekadar Tren

Talkshow lingkungan “From Waste to Worth” yang menjadi panggung peluncuran sabun dan lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah menghadirkan Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, perwakilan Tim Nasional Eco Bhinneka Muhammadiyah Resti Handayani Syafira, serta pegiat lingkungan Istikomah atau Mbak Luluk. Dukungan Wawali bukan simbolik; ia menegaskan bahwa Eco Bhinneka hadir membersamai pemerintah kota dalam menangani sampah dan bahwa pemerintah terbuka berkolaborasi dalam pengembangan produk ramah lingkungan, termasuk dukungan distribusi, kemasan, dan pengembangan usaha. Ini penting, karena ekonomi sirkular aromaterapi tidak akan bertahan jika hanya mengandalkan idealisme komunitas. Diperlukan jembatan ke pasar, regulasi yang mendukung, dan ekosistem usaha yang memudahkan warga memperluas produksi tanpa kehilangan ruh keberlanjutan.

Dari Sociopreneurship ke Produk Berkelanjutan: Dampak Nyata bagi Warga

Program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah regional Surakarta dirancang sebagai penguatan kewirausahaan sosial berbasis lingkungan, dengan ibu-ibu PKK dan pemuda Karang Taruna sebagai motor utama. Gagasan mengolah limbah menjadi produk bernilai itulah yang kemudian diwujudkan Eco Bhinneka melalui Program SMILE, yang berjalan selama dua tahun dan pada tahun kedua diarahkan pada aksi nyata: produksi sabun dan lilin aromaterapi, pengembangan kemasan, dan pemasaran. Peluncuran ini menjadi langkah awal agar produksi berkelanjutan, berkembang menjadi usaha yang bermanfaat bagi masyarakat, dan terus didukung semua pihak. Di tingkat praktis, warga mendapatkan keterampilan baru, akses ke jaringan, dan peluang pendapatan, sementara konsumen memperoleh sabun aromaterapi alami dan lilin ramah lingkungan yang selaras dengan gaya hidup sadar lingkungan.

Aromaterapi sebagai Gerakan: Menyatukan Kesehatan Batin dan Bumi

Inisiatif ini menarik karena menggabungkan nilai lingkungan dengan manfaat aromaterapi untuk konsumen: minyak jelantah yang sebelumnya menjadi masalah, kini hadir sebagai sabun dan lilin aromaterapi yang menenangkan. Di satu sisi, program ini mendorong kebiasaan baru seperti pemilahan limbah rumah tangga dan pengurangan plastik sekali pakai, sebagaimana diserukan pegiat lingkungan Istikomah yang mengingatkan bahwa gaya hidup serba praktis akan kita bayar mahal di kemudian hari. Di sisi lain, produk berkelanjutan Indonesia seperti ini menjawab kebutuhan konsumen akan kenyamanan dan relaksasi tanpa merasa bersalah pada bumi. Ke depan, Resti Handayani berharap dukungan berbagai pihak terus berlanjut agar produksi sabun dan lilin aromaterapi dari minyak jelantah ini berkelanjutan dan berkembang, serta menjadi inspirasi bagi kelurahan lain untuk meniru praktik baik ini.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!