Dua manfaat dalam satu kegiatan
Pasar murah adalah kegiatan penjualan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau yang membantu menjaga daya beli warga sekaligus menyediakan ruang promosi bagi usaha kecil setempat. Di Alun-Alun Cemara, Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memantau kegiatan tersebut pada Sabtu (31/10), bersama Bupati Jombang Warsubi dan jajaran Forkopimda. Ratusan warga datang untuk memperoleh bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan bawang merah dengan harga lebih terjangkau. Nilai kegiatan ini bukan hanya pada keringanan belanja sesaat. Ketika akses pangan dan kesempatan berjualan dirancang dalam satu acara, pasar murah dapat memberi manfaat langsung bagi pembeli sekaligus mempertemukan produk lokal dengan calon pelanggan.

Harga terjangkau, daya beli lebih terlindungi
Pasar murah tersebut digelar saat upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli menjadi perhatian, termasuk menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Tujuan itu menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas: ketika harga pangan menekan anggaran rumah tangga, akses terhadap komoditas yang lebih terjangkau dapat membantu meringankan beban belanja. Dalam kegiatan pasar murah di wilayah Lamongan, beras premium dijual Rp 14.000 per kilogram, beras SPHP Rp 11.000 per kilogram, minyak goreng Rp 13.000 per liter, dan telur ayam ras Rp 20.000 per kemasan. Angka tersebut menunjukkan bagaimana intervensi pasar dapat memberi pilihan nyata bagi konsumen. Namun manfaatnya paling terasa jika pasokan kebutuhan pokok tersedia dan warga dapat mengaksesnya secara langsung, bukan sekadar jika acara ramai dikunjungi.
Ruang jual yang berarti bagi UMKM
Keterlibatan UMKM lokal membuat pasar murah lebih bernilai daripada operasi yang hanya berfokus pada harga pangan. Di Mojoagung, kegiatan itu juga diarahkan untuk membuka akses pemasaran bagi produk usaha setempat. Sedikitnya 10 produk UMKM dilibatkan dalam setiap titik pasar murah untuk mendukung pemasaran produk lokal. Kehadiran stan memberi pelaku usaha kesempatan memperkenalkan barangnya kepada warga yang sudah datang untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Ini adalah langkah praktis, meski bukan pengganti akses pasar yang berkelanjutan: promosi di satu acara belum menjamin penjualan jangka panjang. Meski demikian, kesempatan bertemu pembeli secara langsung penting bagi usaha kecil yang kerap memiliki jangkauan pemasaran terbatas. Pasar murah dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan produk dan mendorong transaksi.
Sinergi pemerintah dan ekonomi warga
Manfaat ganda pasar murah membutuhkan koordinasi pemerintah daerah, baik untuk menjaga ketersediaan bahan pokok maupun melibatkan pelaku usaha lokal. Di Lamongan, Bupati Yuhronur Efendi mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pasar murah di Kecamatan Paciran pada Minggu (1/11) sore. Yuhronur menyebut sinergi dengan pemerintah provinsi sebagai langkah melindungi perekonomian warga dan mengapresiasi dukungan dalam menjaga stabilitas harga. Pendekatan semacam ini patut dipertahankan karena menghubungkan kebijakan pengendalian harga dengan peluang usaha di tingkat lokal. Kesimpulannya, pasar murah paling kuat ketika tidak berhenti pada pangan yang lebih terjangkau: pelibatan UMKM lokal dan kerja sama antarpemerintah membuat kegiatan ini lebih relevan bagi ekonomi warga.






