Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Program Pertukaran Mahasiswa Indonesia-Jepang Diperkuat: Dari Nagasaki hingga Kanazawa

Program Pertukaran Mahasiswa Indonesia-Jepang Diperkuat: Dari Nagasaki hingga Kanazawa
Minat|Jepang & Korea

Pertukaran Mahasiswa Sebagai Wajah Baru Diplomasi Pendidikan

Pertukaran mahasiswa Jepang adalah bentuk kerjasama pendidikan bilateral yang menghubungkan universitas, mahasiswa, dan pemerintah daerah untuk bertukar pengetahuan, budaya, serta pengalaman akademik jangka panjang sehingga membuka ruang kolaborasi riset, pengembangan daerah, dan pembentukan jejaring people-to-people yang melampaui batas diplomasi formal. Program seperti ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kanal konkret bagi generasi muda untuk memaknai sejarah, teknologi, dan pembangunan bersama. Dalam konteks hubungan Indonesia-Jepang, gelombang baru program summer universitas dan inisiatif daerah menunjukkan bahwa masa depan kemitraan tidak lagi ditentukan oleh negosiasi elit semata, tetapi oleh mobilitas mahasiswa dan komunitas lokal yang siap memposisikan diri sebagai mitra setara. Sikap ini patut dibaca sebagai perubahan paradigma: dari diplomasi meja perundingan, menuju diplomasi ruang kelas dan desa.

Paramadina–Nagasaki: Jembatan Peradaban, Bukan Sekadar MoU

Kegiatan “Bridges Beyond Borders: Strengthening Friendship Through Cultural Understanding and Global Collaboration” yang digelar di Kampus Cipayung pada 31 Agustus menjadi simbol bahwa universitas tidak puas hanya menjadi penonton geopolitik, tetapi ingin hadir sebagai aktor hubungan antarmasyarakat. Universitas Paramadina menggandeng Nagasaki Women’s Junior College dan AWINA untuk memperkuat persahabatan melalui diskusi budaya, sejarah, dan pendidikan. Ini bukan forum nostalgia, melainkan ruang refleksi kritis atas perjalanan panjang hubungan kedua negara: dari masa konflik, pendudukan, rekonsiliasi, hingga kemitraan multidimensi di bidang infrastruktur, teknologi, dan pengembangan SDM. Dr. Rizki Damayanti menegaskan bahwa people-to-people connections melalui pertemanan, pendidikan, dan kebudayaan adalah fondasi yang tak bisa digantikan oleh protokol diplomatik. Sikap ini layak dijadikan standar baru: universitas yang menyebut dirinya kampus peradaban memang harus berani membumikan sejarah kelam menjadi agenda kolaborasi masa depan.

UNHAS–Kanazawa di Bantaeng: Program Summer yang Menghidupkan Daerah

Summer Program UNHAS-KU (Universitas Hasanuddin – Kanazawa University) di Kabupaten Bantaeng menunjukkan bagaimana program summer universitas bisa menjadi motor pengembangan daerah, bukan sekadar paket wisata akademik. Program yang berlangsung sepekan, 2–7 September, diikuti 27 peserta yang terdiri dari mahasiswa, staf, dan pendamping. Dari Kanazawa University hadir 13 mahasiswa, 11 perempuan dan 2 laki-laki; ditambah 4 mahasiswa internasional UNHAS dari Nigeria, Irak, Somalia, dan Pakistan, serta mahasiswa dan staf lokal UNHAS. Menurut Wakil Bupati H. Sahabuddin, kehadiran mahasiswa dari berbagai negara menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi Bantaeng dan memperluas jejaring akademik. Kutipan ini layak diulang: “Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyambut baik pelaksanaan program ini… kesempatan yang baik untuk memperkenalkan potensi Bantaeng sekaligus membangun hubungan dan jejaring akademik yang lebih luas.” Di sini jelas terlihat, pertukaran mahasiswa tidak hanya menguntungkan kampus; daerah pun mendapat panggung.

Kategori PesertaJumlahKeterangan
Total peserta27 orangMahasiswa, staf, pendamping dari dua universitas dan internasional
Mahasiswa Kanazawa13 orang11 perempuan, 2 laki-laki
Mahasiswa internasional UNHAS4 orangAsal Nigeria, Irak, Somalia, Pakistan
Program Pertukaran Mahasiswa Indonesia-Jepang Diperkuat: Dari Nagasaki hingga Kanazawa

Komitmen Daerah: Bantaeng Menjadikan Internasionalisasi Sebagai Agenda Lokal

Yang menarik dari Bantaeng adalah keberlanjutan. Program UNHAS-KU bukan datang sekali lalu menghilang; ini sudah memasuki tahun kedua pelaksanaannya di kabupaten tersebut karena respons positif pemerintah daerah. Artinya, Bantaeng tidak melihat kunjungan mahasiswa asing sebagai beban, tetapi sebagai investasi sosial dan pengetahuan. Kehadiran pimpinan daerah, jajaran dinas pendidikan, kesehatan, komunikasi, tenaga kerja, dan perhubungan dalam penyambutan peserta menunjukkan bahwa internasionalisasi telah diarusutamakan ke dalam agenda birokrasi. Ini memberi pesan tegas: kerjasama pendidikan bilateral hanya akan punya dampak jika daerah berani menempatkan dirinya sebagai mitra aktif. Di titik ini, promosi potensi lokal—baik pariwisata, kesehatan, maupun industri—menjadi bagian organik dari desain program, bukan embel-embel tambahan. Daerah lain yang masih menjadikan internasionalisasi sebagai slogan seharusnya belajar dari model Bantaeng yang memadukan akademik dengan pembangunan lokal.

Program Pertukaran Mahasiswa Indonesia-Jepang Diperkuat: Dari Nagasaki hingga Kanazawa

Dari Pertukaran ke Kemitraan Jangka Panjang

Rangkaian kegiatan di Paramadina dan Bantaeng memperlihatkan bahwa pertukaran mahasiswa Jepang dan program summer universitas telah bergerak ke tahap kemitraan jangka panjang. Bridges Beyond Borders menegaskan bahwa persahabatan kedua pihak dibangun lewat pendidikan, pemahaman budaya, dan pertukaran pengalaman, bukan sekadar kunjungan sesaat. Sementara di Bantaeng, pemerintah daerah sudah secara terbuka berharap agar kolaborasi dengan UNHAS dan Kanazawa University terus menguat di masa depan. Di sinilah letak peluang terbesar: membuka jalur sistematis untuk pertukaran mahasiswa, joint research, bahkan skema beasiswa kuliah Jepang yang benar-benar terhubung dengan kebutuhan daerah dan visi universitas sebagai kampus global. Kesimpulannya, jika universitas dan pemerintah daerah konsisten merawat program ini, maka kemitraan akademik Indonesia-Jepang akan bergeser dari hubungan yang bersifat simbolik menjadi ekosistem pengetahuan bersama yang berkelanjutan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!