Pahami isi produk sebelum memilih
Stevia murni adalah pemanis yang hanya berisi ekstrak glikosida steviol, dengan tambahan air bila berbentuk cair, sedangkan produk campuran menggabungkan ekstrak itu dengan bahan lain. Ini panduan praktis bagi siapa pun yang ingin mengurangi gula, tetapi prasyaratnya adalah membaca label lengkap dan mengecek legalitas—nama stevia di bagian depan kemasan saja tidak cukup.
Polemik Beeru menjadi pengingat untuk membedakan dugaan dalam suatu kasus dari panduan memilih produk secara umum. Dokumen uji independen yang beredar menyebut temuan karbohidrat 47,21 persen dan energi 188,84 kilokalori per 100 gram sampel, serta sukralosa dan neotam yang dipersoalkan karena tidak tercantum pada komposisi. Namun, hasil itu belum menjadi kesimpulan resmi; BPOM menyatakan penelusuran dan uji pembanding masih berjalan. Karena itu, jangan memperlakukan temuan tersebut sebagai putusan akhir atau bukti bahwa semua produk stevia bermasalah.

Langkah memeriksa produk stevia
Sebelum mulai, siapkan kemasan produk agar daftar bahan, nomor izin edar, informasi nilai gizi, dan tanggal kedaluwarsa bisa dicocokkan. Jalani pemeriksaan ini berurutan; izin edar penting, tetapi tetap periksa label dan kondisi produk.
- Periksa kemasan. Pastikan wadah dan segel utuh, tidak rusak, dan tidak menunjukkan tanda dibuka.
- Baca komposisi stevia. Untuk stevia murni, cari ekstrak glikosida steviol; pada produk cair, air dapat tercantum sebagai bahan tambahan. Jika tertulis eritritol, sorbitol, maltodekstrin, sukralosa, atau neotam, produk tersebut merupakan campuran. Campuran tidak otomatis bermasalah bila bahannya dicantumkan jelas.
- Cocokkan klaim dengan informasi nilai gizi. Periksa kalori dan karbohidrat, terutama bila kemasan menyatakan nol kalori. Bahan campuran dapat mengubah kandungan gizi.
- Periksa izin BPOM. Produk pangan olahan berizin BPOM mencantumkan nomor MD untuk produksi dalam negeri atau ML untuk produk impor, masing-masing diikuti 12 angka. Cari nomor atau nama produk dan merek di situs cekbpom.pom.go.id atau aplikasi BPOM Mobile, lalu cocokkan nama, merek, produsen, dan status izin.
- Periksa sertifikasi halal dan tanggal kedaluwarsa. Jika halal menjadi pertimbangan Anda, pastikan sertifikasinya dapat diverifikasi melalui informasi MUI atau BPJPH. Pastikan juga produk belum melewati tanggal kedaluwarsa.
Hindari salah baca label dan klaim
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap setiap produk berlabel stevia pasti murni. Padahal, ekstrak stevia dapat dipadukan dengan pemanis lain atau bahan pengisi untuk mengubah rasa dan tekstur. Perhatikan seluruh daftar bahan, bukan hanya nama besar di bagian depan. Sukralosa dan neotam merupakan nama pemanis yang patut dikenali; eritritol, sorbitol, dan maltodekstrin juga menandakan ada bahan selain ekstrak stevia.
Kesalahan berikutnya adalah menerima klaim nol kalori tanpa memeriksa tabel gizi. Cocokkan klaim itu dengan angka kalori dan karbohidrat pada label. Nomor izin BPOM pun bukan alasan untuk melewatkan pemeriksaan lain: pastikan data produk yang muncul sesuai dengan kemasan dan statusnya berlaku. Jika nomor tidak ditemukan atau identitasnya berbeda, sebaiknya tahan pembelian dan cari klarifikasi. Untuk produk industri rumah tangga, jenis izinnya dapat berbeda; jangan menyamakan nomor P-IRT dengan nomor MD atau ML.
Jadikan pemeriksaan sebagai kebiasaan
Pemeriksaan singkat ini membantu Anda membedakan stevia murni dari pemanis campuran, melihat apakah klaim sesuai dengan informasi gizi, dan memastikan legalitas sebelum membeli. Produk campuran tidak serta-merta berarti buruk, tetapi komposisinya harus jelas dan sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk Beeru, tunggu hasil resmi penelusuran BPOM sebelum menarik kesimpulan tentang kepatuhan atau keamanan produknya. Saat memilih produk lain, tetap gunakan pemeriksaan label, izin BPOM, sertifikasi halal bila dibutuhkan, dan tanggal kedaluwarsa. Kebiasaan ini lebih berguna daripada mengandalkan istilah pemasaran semata.







