Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Survei: Anak Muda Siapkan Rp493 Juta untuk Mobil Tambahan

Survei: Anak Muda Siapkan Rp493 Juta untuk Mobil Tambahan
Minat|Memilih dan Membeli Mobil

Anggaran besar, mobil baru sebagai tambahan

Anggaran beli mobil adalah dana yang disiapkan calon konsumen untuk pembelian kendaraan berikutnya, dan bagi kelompok muda menengah atas yang diteliti Populix nilainya rata-rata Rp493 juta. Angka ini menunjukkan bahwa mobil baru bagi banyak responden bukan sekadar alat transportasi, melainkan pilihan bernilai tinggi yang perlu memenuhi tuntutan teknologi, performa, dan desain.

Riset bertajuk Decoding Indonesia’s Upper Middle MZs Consumer Signals in the Passenger Car Market dirilis pada 2 November 2026. Penelitiannya dilakukan pada 30 April hingga 13 Mei 2026 terhadap 800 pemilik mobil pribadi dari kelompok ekonomi menengah atas. Temuan yang paling mencolok: enam dari sepuluh calon pembeli dalam 12 bulan mendatang berencana menambah kendaraan, bukan mengganti mobil yang sudah dimiliki. Ini menandakan daya beli sebagian responden cukup kuat untuk memperluas koleksi kendaraan, tetapi hasilnya tidak bisa dianggap mewakili seluruh anak muda.

Pilihan mobil tetap punya fungsi praktis. MPV dan SUV mendominasi, sementara responden umumnya memakai mobil untuk bekerja enam hari sepekan dan menempuh rata-rata 17,6 kilometer per hari. Dengan penggunaan sesering itu, fitur dan kenyamanan bukan pemanis: keputusan membeli mobil tambahan pun semestinya ditimbang dari manfaat sehari-hari, bukan hanya gengsi.

Merek yang menarik minat belum tentu paling memuaskan

Dalam daftar mobil favorit Gen Z dan milenial yang disurvei, Hyundai berada di posisi teratas dengan ketertarikan 50%, disusul BYD 43%, Toyota 39%, Honda 27%, dan Wuling 20%. Angka itu mengukur minat terhadap merek, bukan pangsa pembelian atau kepemilikan. Hyundai dan BYD kuat dalam menarik calon konsumen, sementara Toyota masih berada di antara merek yang paling dilirik.

Namun, merek yang paling memikat calon pembeli tidak sepenuhnya sama dengan merek yang paling memuaskan pemilik. Toyota, Hyundai, dan Daihatsu menempati tiga posisi teratas dalam kepuasan konsumen dari delapan merek yang diteliti. Toyota menonjol pada ukuran kepuasan meski minatnya berada di bawah Hyundai dan BYD; Daihatsu, sebaliknya, masuk jajaran paling memuaskan tanpa tercantum dalam lima besar minat.

Perbedaan itu penting: preferensi mobil milenial ketika merencanakan pembelian baru bisa dipengaruhi citra dan desain, sedangkan kepuasan terbentuk setelah mobil digunakan. Keandalan, performa mesin, kenyamanan berkendara, efisiensi energi, dan layanan purna jual ikut membentuk pengalaman pemilik.

Survei: Anak Muda Siapkan Rp493 Juta untuk Mobil Tambahan

Teknologi menarik, tetapi kepemilikan belum beralih

Mobil bermesin konvensional masih mendominasi kepemilikan responden, tetapi kendaraan listrik dan hybrid mulai menguat dalam pertimbangan. Sekitar satu dari lima responden tertarik pada kendaraan elektrifikasi, dan sekitar seperempat mengaku sangat tertarik membeli mobil listrik; BYD, Hyundai, dan Wuling banyak disebut dalam kelompok ini. Minat tersebut menunjukkan perubahan arah, bukan bukti bahwa konsumen muda sudah meninggalkan mesin konvensional.

Salah satu hambatan yang mulai surut adalah kekhawatiran terhadap infrastruktur pengisian daya, yang berkurang dibandingkan penelitian Populix pada tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, pasar otomotif mencatat pertumbuhan penjualan selama sembilan bulan pertama 2026. Kombinasi minat baru dan pasar yang bergerak memberi merek peluang, tetapi keputusan konsumen tetap bergantung pada kecocokan produk dengan kebutuhan harian.

Teknologi, performa mesin, desain modern, dan reputasi global pabrikan menjadi pertimbangan utama dalam survei Populix mobil ini. Bagi pengguna yang mengandalkan mobil untuk bekerja, kualitas servis, ketersediaan suku cadang, dan kemampuan petugas menjelaskan masalah juga menentukan kepuasan. Maka, daftar merek populer sebaiknya dibaca sebagai peta minat, bukan rekomendasi otomatis.

Minat adalah sinyal, bukan keputusan akhir

Kesimpulan paling berguna dari survei ini bukan semata besarnya anggaran, melainkan jarak antara ketertarikan dan pengalaman memiliki. Rp493 juta adalah rata-rata dana yang disiapkan responden menengah atas, bukan patokan belanja bagi semua anak muda. Begitu pula rencana menambah kendaraan: angka enam dari sepuluh menggambarkan niat calon pembeli yang diteliti, bukan kepastian transaksi.

Perbandingan merek memperjelas hal itu. Hyundai memimpin minat dan juga masuk tiga besar kepuasan, sementara BYD kuat menarik perhatian tetapi tidak termasuk tiga merek dengan kepuasan tertinggi. Toyota menonjol pada kedua ukuran, sedangkan Daihatsu memperlihatkan bahwa kepuasan dapat tinggi tanpa menjadi magnet utama calon pembeli.

Karena respondennya terbatas pada 800 pemilik mobil dari kelompok ekonomi menengah atas, temuan ini tidak mewakili seluruh milenial dan Gen Z. Calon pembeli sebaiknya menilai kebutuhan, biaya kepemilikan, kenyamanan, dan layanan setelah penjualan—bukan hanya tren merek. Angka survei memberi petunjuk tentang arah pasar; keputusan yang baik tetap harus berpijak pada penggunaan nyata.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!