Rekomendasi Utama: Wuling Aira EV Standard untuk Gaji Rp10 Juta
Mobil listrik terjangkau adalah kendaraan listrik dengan harga kisaran Rp150 juta hingga Rp250 juta yang mulai bisa diakses oleh kalangan berpenghasilan menengah melalui skema kredit, meski cicilannya tetap perlu disesuaikan dengan batas sehat keuangan bulanan agar tidak melebihi porsi wajar dari gaji dan tetap menyisakan ruang untuk kewajiban lain. Untuk sebagian besar orang bergaji Rp10 juta per bulan, pilihan paling masuk akal di GIIAS adalah Wuling Aira EV Standard dengan harga on the road Rp155 juta. Model ini menang sebagai opsi utama karena menjadi mobil listrik termurah di daftar dan memberi Anda titik masuk paling rendah ke dunia EV tanpa harus naik ke kelas harga Rp200 jutaan. Estimasi cicilannya sekitar Rp3,1 juta per bulan dengan tenor lima tahun dan DP 20%, sehingga Anda bisa mengukur dengan jelas seberapa jauh di atas batas ideal 20% dari gaji Anda.
Aturan Main Cicilan: Seberapa Mampu Gaji Rp10 Juta?
Jika penghasilan Anda Rp10 juta per bulan, perencana keuangan menyarankan cicilan kendaraan maksimal 15%–20% dari gaji, atau sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan. Selain itu, total semua cicilan—termasuk KPR, kartu kredit, dan pinjaman lain—idealnya di bawah 30%–35% dari penghasilan. Dengan asumsi kredit lima tahun (60 bulan) dan DP 20%, sebagian besar cicilan mobil listrik di GIIAS masih berada di atas batas sehat itu. Estimasi untuk Wuling Aira EV Standard sekitar Rp3,1 juta per bulan, Wuling Aira EV Long Range Rp3,5 juta, BYD Atto 1 Standard Rp4 juta, Chery Q Pure Rp4,8 juta, dan Chery Q Rizz Rp5,2 juta per bulan. Kutipan penting untuk Anda: "Dengan simulasi kredit saat ini, sebagian besar mobil listrik masih menghasilkan cicilan di atas batas ideal perencanaan keuangan."
| Model | Harga OTR (Rp) | Estimasi Cicilan/bulan* |
|---|---|---|
| Wuling Aira EV Standard | 155.000.000 | ±3.100.000 |
| Wuling Aira EV Long Range | 175.000.000 | ±3.500.000 |
| BYD Atto 1 Standard | 199.000.000 | ±4.000.000 |
| Chery Q Pure | 239.900.000 | ±4.800.000 |
| Chery Q Rizz | 259.900.000 | ±5.200.000 |
*Estimasi menggunakan simulasi kredit tenor lima tahun dengan DP sekitar 20%; cicilan bisa berbeda tergantung bunga, leasing, dan uang muka.

Pilihan EV Rp200 Jutaan: Kapan Layak Dipaksakan?
Jika Anda siap menoleransi cicilan di atas Rp3 juta per bulan dan punya ruang di anggaran, barulah masuk akal melirik EV di kisaran Rp200 jutaan. Di GIIAS, ada BYD Atto 1 Standard dengan harga Rp199 juta, lalu varian lain dari model yang sama di angka Rp205 juta (Dynamic) dan Rp245 juta (Premium). Selain itu, Chery Q Pure dibanderol Rp239,9 juta dan Chery Q Rizz Rp259,9 juta. Di segmen hatchback listrik, Geely EX2 Pro dijual Rp239,9 juta dan EX2 Max Rp269,9 juta. Untuk city car, Wuling Air ev ditawarkan Rp214 juta untuk Lite Standard Range dan Rp251 juta untuk Lite Long Range, sementara Seres E1 mulai Rp219 juta untuk L-Type. Dengan gaji Rp10 juta, semua cicilan model ini akan jauh melampaui batas ideal, jadi hanya layak jika penghasilan Anda lebih besar atau cicilan lain sangat minim.

Alternatif Rasional: LCGC dan Skema Paling Ringan
Bila disiplin mengikuti panduan cicilan maksimal Rp2 juta per bulan, mobil listrik terjangkau di GIIAS sebenarnya belum ideal untuk gaji Rp10 juta. Di titik ini, mobil LCGC masih menjadi pilihan paling realistis. Contohnya, Daihatsu Sigra dengan harga mulai Rp140 jutaan dan estimasi cicilan sekitar Rp2,8 juta per bulan, begitu juga Daihatsu Ayla dengan harga mulai Rp143 jutaan dan cicilan kira-kira Rp2,8 juta per bulan. Produsen juga menawarkan program pembiayaan dengan cicilan mulai sekitar Rp2,4 juta per bulan tergantung DP dan tenor, yang masih lebih ringan dibanding sebagian besar cicilan mobil listrik. Artinya, untuk penghasilan Rp10 juta, LCGC adalah kompromi yang lebih sehat secara finansial sambil menunggu harga mobil listrik turun lagi atau insentif baru dihadirkan sehingga cicilan EV bisa mendekati Rp2 juta per bulan.
Checklist Wajib: Kapan EV di GIIAS Layak Anda Beli?
- Buy the Wuling Aira EV Standard if Anda ingin mobil listrik terjangkau termurah dengan harga Rp155 juta dan siap cicilan sekitar Rp3,1 juta per bulan.
- Skip the Wuling Aira EV Standard if Anda berpegang pada batas cicilan 20% gaji Rp10 juta (Rp2 juta per bulan) dan tidak mau melampauinya.
- Buy the VinFast VF3 if Anda tertarik skema sewa baterai dengan cicilan mulai sekitar Rp2 juta per bulan sehingga tekanan biaya awal lebih ringan.
- Skip the VinFast VF3 if Anda tidak nyaman dengan konsep sewa baterai dan lebih suka memiliki seluruh komponen kendaraan secara penuh.
- Buy the BYD Atto 1 Standard if Anda bisa menerima cicilan sekitar Rp4 juta per bulan dan mengincar EV di bawah Rp200 juta dengan citra lebih “lengkap”.
- Skip the BYD Atto 1 Standard if total cicilan Anda (KPR, kartu kredit, dan lain-lain) sudah mendekati 30%–35% penghasilan sehingga tambahan Rp4 juta per bulan akan membebani.
- Buy the Chery Q Pure atau Rizz if Anda menginginkan EV ringkas Rp239,9–Rp259,9 juta dengan fitur canggih seperti Autonomous Parking Assist pada varian tertinggi.
- Skip the Chery Q Pure atau Rizz if Anda mengejar cicilan seringan mungkin dan lebih mengutamakan kemampuan bayar daripada fitur kenyamanan tambahan.
- Buy the Daihatsu Sigra atau Ayla if Anda butuh mobil pertama dengan cicilan di kisaran Rp2,4–Rp2,8 juta yang relatif lebih ramah untuk gaji Rp10 juta.
- Skip the Daihatsu Sigra atau Ayla if Anda memang sudah siap dan berkomitmen berpindah ke mobil listrik walau cicilan lebih tinggi dari batas ideal.






