Kaya Khasiatnya! Ini Akar Tradisional yang Banyak Dipilih untuk Teh Harian

sumber gambar utama: igor suka via istockphoto.com
Teh akar sedang naik daun karena beberapa akar tradisional punya kandungan yang bermanfaat bila diseduh. Tiga akar yang sering muncul adalah akar alang-alang, kayu bajakah, dan akar dandelion. Masing masing punya karakter dan manfaat berbeda saat dikonsumsi sebagai teh. Di bawah ini penjelasan ringkas yang praktis supaya kamu tahu pakai yang mana dan bagaimana menyeduhnya dengan aman.
Teh akar alang alang untuk detoks ringan dan bantu buang air kecil
Akar alang-alang sering dipakai dalam pengobatan tradisional Asia Tenggara. Saat direbus menjadi teh akar, ia bekerja sebagai diuretik ringan yang membantu melancarkan buang air kecil dan membersihkan saluran urinaria. Teh ini juga sering dipakai untuk meredakan panas dalam dan mendukung fungsi hati. Untuk penyajian, akar alang-alang biasanya direbus lama dengan metode decoction agar senyawa aktifnya keluar maksimal. Dosis yang umum dipakai adalah 30–50 gram akar kering per liter air, diminum 1–3 cangkir per hari.
Teh kayu bajakah untuk antioksidan dan energi harian namun perlu hati hati
sumber gambar: hariyanto surbakti via istockphoto.com
Kayu bajakah populer karena kandungan flavonoid dan antioksidannya yang tinggi. Orang sering minum teh kayu bajakah untuk menjaga stamina dan sebagai minuman tradisional pencegah masalah kesehatan. Namun ada juga laporan efek samping bila digunakan berlebihan, termasuk potensi masalah ginjal atau hati pada pemakaian jangka panjang. Oleh karena itu teh kayu bajakah biasanya disarankan diseduh dalam porsi kecil, misalnya 3–5 gram potongan kayu per seduhan, maksimal dua kali sehari, dan sebaiknya konsultasi kalau sedang minum obat atau punya masalah ginjal atau hati.
Teh akar dandelion untuk dukung pencernaan dan fungsi hati
Akar dandelion sudah cukup dikenal di luar negeri sebagai teh detoks hati dan prebiotic ringan karena kandungan inulinnya. Teh akar dandelion membantu merangsang aliran empedu, mendukung pencernaan, dan memperbaiki mikrobioma usus. Akar dandelion bisa diolah sebagai teh rebusan atau dipanggang dulu untuk memberi rasa lebih seperti kopi tanpa kafein. Dosis umumnya ringan, misalnya 1–2 cangkir per hari, dan berhati hati jika kamu alergi pada keluarga Asteraceae seperti ragweed.
Cara seduh yang benar untuk hasil maksimal dan aman
sumber gambar: otna vicky via istockphoto.com
Semua akar keras sebaiknya diseduh dengan cara direbus lama atau decoction. Langkah umum:
Cuci akar sampai bersih dan potong kecil
Rebus akar dalam air bersih dengan api kecil selama 10–30 menit tergantung jenis akar
Saring, biarkan hangat, lalu minum 1–2 cangkir per sesi sesuai dosis aman
Untuk akar dandelion panggang, panggang ringan sebelum direbus untuk rasa yang lebih kompleks
Jangan menyeduh terlalu pekat atau mengonsumsi berkali kali dalam jumlah besar tanpa petunjuk ahli.
Siapa yang harus ekstra hati hati atau tidak disarankan minum teh akar
Beberapa kelompok perlu berhati hati atau berkonsultasi dokter sebelum mencoba:
ibu hamil dan menyusui
penderita penyakit ginjal atau hati
orang yang sedang minum obat diuretik, antikoagulan, atau obat diabetes
orang dengan alergi pada keluarga tumbuhan tertentu (misalnya dandelion)
Efek samping yang mungkin muncul termasuk peningkatan frekuensi buang air kecil, gangguan pencernaan, reaksi alergi, atau interaksi obat.
Kesimpulan
Teh akar alang-alang, kayu bajakah, dan akar dandelion masing masing punya manfaat bila dikonsumsi sebagai teh, asalkan diseduh dan dikonsumsi dengan bijak. Kalau kamu mau coba praktis tanpa repot menimbang dan merebus sendiri, ada pilihan produk teh siap seduh yang dibuat khusus dari masing masing akar ini.
Klik produk teh akar alang-alang, teh kayu bajakah, dan teh akar dandelion untuk mencoba varian yang sudah disiapkan dan dikemas supaya lebih mudah diminum sehari hari. Selalu baca aturan pakai dan konsultasi tenaga kesehatan kalau punya kondisi medis khusus.




