Stop Cukur Sembarangan! Ini 3 Fakta Kesehatan Area Intim Pria

sumber gambar: Jonathan Cooper via pexels
Di era modern ini, mencukur area intim bukan lagi hanya urusan kebersihan, tetapi sudah menjadi bagian dari grooming pria. Namun, banyak mitos bertebaran yang seringkali membuat kita ragu untuk mencukur. Yuk, kita bedah mitos-mitos yang paling sering muncul dan bagaimana fakta medis melihatnya.
1. Mitos: Mencukur Bikin Bulu Tumbuh Lebih Lebat dan Kasar
Ini adalah mitos paling populer. Faktanya, bulu kemaluan yang dicukur tidak tumbuh lebih tebal atau lebih lebat. Yang terjadi adalah, saat bulu baru tumbuh, ujungnya menjadi tumpul dan terasa kaku—bukan runcing seperti saat masih panjang. Sensasi kaku inilah yang sering disalahartikan sebagai bulu yang lebih kasar atau lebat. Secara genetik, siklus pertumbuhan folikel rambut tetap sama. Jadi, tidak perlu takut cukur bulu akan mengubah genetik.
2. Bahaya Nyata: Musuh Utama Bernama Ingrown Hair
Jika ada hal yang lebih patut ditakutkan daripada lebatnya bulu, itu adalah ingrown hair atau rambut tumbuh ke dalam. Ini adalah kondisi di mana bulu yang baru dicukur kembali tumbuh melengkung ke dalam kulit, menyebabkan benjolan merah, peradangan, dan rasa gatal yang hebat.
Kenapa ini terjadi? Biasanya karena teknik mencukur yang salah, yaitu melawan arah pertumbuhan bulu, atau penggunaan alat cukur yang tumpul. Area intim punya kulit sensitif, dan gesekan pisau yang tajam tanpa pelumas yang memadai meningkatkan risiko ini.
3. Fakta Kesehatan: Mencukur Bikin Area Lebih Bersih?
Bulu kemaluan memang diciptakan Tuhan dengan fungsi, salah satunya melindungi organ intim dari gesekan berlebih dan sebagai rumah bagi feromon (zat kimia yang memicu daya tarik seksual). Namun, bulu yang terlalu lebat juga bisa menjebak keringat, minyak, dan bakteri. Kondisi lembap ini rentan memicu bau tidak sedap dan infeksi jamur.
Banyak ahli kesehatan sepakat, menjaga area tetap pendek (trimming) atau mencukur habis dengan benar dapat mempermudah proses pembersihan. Ketika bulu berkurang, area tersebut jadi lebih mudah dibersihkan dari keringat dan kotoran, yang secara tidak langsung membantu menjaga kebersihan dan mengurangi risiko infeksi kulit.
Kunci Mencukur Aman
Keputusan untuk mencukur kembali lagi ke kenyamanan dan preferensi pribadi. Jika memilih mencukur, pastikan selalu menggunakan alat cukur yang memang didesain untuk area sensitif, cukur searah dengan pertumbuhan bulu, dan jangan pernah melewatkan penggunaan krim atau gel cukur. Kebersihan dan kehati-hatian adalah kuncinya!




