7 Kesalahan Membersihkan Karpet dengan Vacuum Cleaner yang Sering Dilakukan Tanpa Sadar

sumber gambar utama: urbazon via istockphoto.com
Membersihkan karpet memang kelihatan gampang, tinggal colok vacuum cleaner dan jalankan, kan? Tapi ternyata banyak orang tanpa sadar justru melakukan kesalahan yang bikin karpet cepat rusak dan hasil bersihnya nggak maksimal. Yuk bahas satu-satu biar kamu nggak salah langkah lagi.
1. Menyedot Karpet Terlalu Cepat
Buru-buru sering jadi penyebab utama kenapa karpet tetap kotor padahal udah divacuum. Kalau kamu terlalu cepat menggerakkan vacuum, debu dan kotoran yang nempel di serat bagian dalam belum sempat terangkat sempurna.
Lebih baik gerakkan vacuum pelan dan konsisten. Fokus di area yang sering diinjak seperti depan sofa atau dekat pintu, karena biasanya bagian itu paling kotor.
2. Jarang Membersihkan Filter Vacuum
sumber gambar: boyloso via istockphoto.com
Filter itu ibarat paru-paru vacuum cleaner. Kalau kotor, daya sedot bakal turun drastis dan debu bisa keluar lagi ke udara. Akhirnya, kamu cuma muter-muterin debu, bukan ngilangin.
Biasakan bersihin filter setiap kali selesai dipakai, terutama kalau kamu sering vacuum area berdebu tebal. Kalau filter udah sobek atau terlalu kusam, sebaiknya diganti biar performanya balik lagi.
3. Nggak Menyesuaikan Mode Suction dengan Jenis Karpet
Setiap karpet punya ketebalan dan bahan berbeda. Kalau kamu pakai mode hisap terlalu kuat di karpet tipis, bisa bikin seratnya cepat rusak. Sebaliknya, kalau daya hisapnya terlalu lemah di karpet tebal, debunya nggak keangkat.
Gunakan mode sedang untuk karpet tipis dan mode kuat untuk karpet tebal atau berbulu. Kalau vacuum kamu punya pengaturan ketinggian, sesuaikan juga supaya nozzle-nya bisa menjangkau dengan pas.
4. Hanya Fokus di Permukaan Karpet
Banyak yang cuma nyedot bagian tengah karpet dan lupa pinggiran atau bagian bawahnya. Padahal debu sering numpuk di ujung, apalagi kalau karpet jarang digeser.
Sesekali, angkat karpet dan bersihkan bagian bawahnya juga. Gunakan vacuum dengan nozzle kecil untuk menjangkau sela-sela sulit.
5. Membersihkan Saat Karpet Masih Basah
Kalau kamu baru saja menumpahkan air atau cairan di karpet, jangan langsung vacuum. Air bisa masuk ke motor vacuum dan bikin korslet. Tunggu karpet setengah kering dulu baru bersihkan.
Kalau sering kejadian tumpahan seperti ini, kamu bisa pakai vacuum khusus dry & wet yang bisa menyedot cairan dengan aman.
6. Lupa Membersihkan Bagian Kepala Vacuum
Kepala vacuum atau brush-nya juga bisa jadi tempat menumpuk debu, rambut, dan serat karpet. Kalau nggak dibersihkan, kotoran itu bisa nyebar lagi ke area lain waktu kamu vacuum.
Gunakan sisir kecil atau tangan (pakai sarung tangan) untuk mencabut sisa rambut yang nyangkut di brush. Bersihin rutin setiap beberapa kali pemakaian.
7. Nggak Gunakan Vacuum dengan Kapasitas Sesuai Kebutuhan
Kalau rumahmu luas dan karpet tebal, tapi vacuum-nya kecil dan tenaganya rendah, hasilnya pasti nggak maksimal. Mesin kecil cepat panas dan butuh waktu lebih lama buat beresin satu ruangan.
Pilih vacuum dengan kapasitas tabung dan daya sedot yang sesuai kebutuhan rumahmu. Misalnya vacuum portable buat area kecil, atau vacuum besar kalau kamu punya banyak karpet.
Tips Tambahan Biar Karpet Tetap Bersih Lebih Lama
sumber gambar: liudmila chernetska via istockphoto.com
Gunakan alas kaki bersih di dalam rumah.
Cuci karpet minimal 3 bulan sekali.
Simpan vacuum di tempat kering agar awet.
Dengan kebiasaan kecil seperti ini, karpet bakal lebih bersih, sehat, dan tahan lama.
Saatnya Upgrade Vacuum Cleaner Kamu
Kalau kamu udah rutin bersihin karpet tapi hasilnya masih belum maksimal, bisa jadi vacuum-mu udah butuh diganti. Pastikan kamu pakai vacuum cleaner yang tepat biar hasil bersih maksimal tanpa merusak karpet. Lihat rekomendasi vacuum cleaner terbaiknya di bawah ini:






