Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Trauma Healing Korban Gempa: Mengapa 72 Jam Pertama Menentukan

Trauma Healing Korban Gempa: Mengapa 72 Jam Pertama Menentukan
Minat|Kesehatan Mental

Trauma Healing Bencana: Kebutuhan Darurat yang Sering Diabaikan

Trauma healing bencana adalah rangkaian pendampingan psikologis darurat yang diberikan kepada penyintas segera setelah bencana, untuk menurunkan stres akut, memulihkan rasa aman, dan membantu mereka kembali berfungsi dalam aktivitas sehari-hari melalui intervensi psikososial yang terstruktur, terutama pada 72 jam pertama yang sangat menentukan arah pemulihan jangka panjang. Pemulihan warga terdampak gempa di Flores tidak hanya soal logistik, tetapi juga kondisi psikologis setelah bencana. Di posko terpadu, sekitar 600 pengungsi yang rumahnya runtuh masih bertahan pada hari ke-16 setelah gempa. Mereka bukan sekadar membutuhkan beras, air, dan tenda, tetapi juga pendampingan psikososial darurat yang mengakui bahwa kesehatan mental korban gempa sama gentingnya dengan pertolongan medis. Menganggap rasa takut dan cemas sebagai hal “wajar” yang akan hilang sendiri adalah sikap yang berisiko memanjangkan derita para penyintas.

Trauma Healing Korban Gempa: Mengapa 72 Jam Pertama Menentukan

Relawan dan TNI: Logistik Tanpa Pendampingan Psikologis Tidak Cukup

Respons awal gempa di Flores menunjukkan pola yang patut diapresiasi: bantuan fisik datang bersama trauma healing bencana. Relawan Pendekar 08 membawa sekitar 1.000 paket beras dengan total 5 ton, ratusan dus pangan dan air mineral, perlengkapan keluarga, ibadah, sekolah, hingga alat kebersihan dan memasak. Namun mereka tidak berhenti di sana; kegiatan bermain, belajar, dan interaksi dengan anak-anak di pengungsian digelar untuk membantu mereka kembali ke rutinitas harian yang menenangkan. Komandan Kodim 1612 menegaskan bahwa saat ini masyarakat tidak hanya butuh logistik, tetapi juga menghilangkan trauma akibat bencana melalui trauma healing. Kolaborasi ini jelas: struktur komando dan jangkauan TNI dipadukan dengan relawan psikososial. Tanpa pendampingan psikologis darurat, bantuan fisik hanyalah separuh solusi; tubuh mungkin selamat, tetapi pikiran dibiarkan luka.

Intervensi Psikososial Bencana Alam: Universitas Turun ke Lapangan

Peran universitas mengubah cara kita memandang kesehatan mental korban gempa: bukan tambahan, melainkan pilar utama. Universitas Diponegoro melalui D-DART menerjunkan Tim 2 yang berisi delapan personel tenaga kesehatan dan psikososial ke wilayah terdampak gempa bumi pada Jumat, 4 September 2026. Pendampingan difokuskan pada dua kebutuhan utama pascabencana: pemulihan kondisi psikologis dan pelayanan kesehatan masyarakat. Di SMPN 1 Cibal, tim memberikan Psychological First Aid (PFA) kepada siswa untuk mengurangi tekanan psikologis dan mendukung pemulihan awal. Temuan asesmen menunjukkan siswa dan guru masih mengalami kecemasan mendalam dan terus memikirkan peristiwa gempa. Di Dusun Nobo, 52 warga diperiksa, termasuk tindakan klinis seperti operasi minor papiloma dan abses. Melalui kolaborasi tenaga kesehatan dan psikososial, respons tidak hanya diarahkan pada kesehatan fisik, tetapi juga pemulihan psikologis masyarakat terdampak. Inilah intervensi psikososial bencana alam yang konkret, bukan slogan.

Trauma Healing Korban Gempa: Mengapa 72 Jam Pertama Menentukan

Kesehatan Mental Korban Gempa: Skrining, Teknik Relaksasi, dan Layanan TNI

Universitas Airlangga mengirim dua mahasiswa PPDS Kedokteran Jiwa, dr Riani dan dr Laili, ke Manggarai Timur sebagai respons atas kebutuhan skrining stres dan trauma pascabencana. Mereka berangkat setelah koordinasi dengan psikiater dan dinas kesehatan setempat, menyasar anak-anak yang mengalami stres dan cemas serta belum kembali bersekolah. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa yang terdampak bencana juga rentan mengalami gangguan kesehatan mental. Layanan medis yang akan diberikan antara lain edukasi teknik relaksasi dan grounding, terapi tanpa obat-obatan yang dapat dilakukan kapan saja. Di sisi lain, Pusat Psikologi TNI melepas Tim Trauma Healing ke Kabupaten Manggarai pada 10 September 2026 untuk asesmen psikologis dan dukungan psikososial bagi penyintas dewasa maupun anak-anak. Bagi yang mengalami stres tinggi, disiapkan layanan konseling oleh psikolog, baik langsung di lapangan maupun daring dengan dukungan psikolog di markas Puspsi TNI. Pendampingan ini menunjukkan bahwa kesehatan mental korban gempa diakui sebagai bagian sah dari layanan darurat.

Trauma Healing Korban Gempa: Mengapa 72 Jam Pertama Menentukan

Mengapa Kolaborasi Multidisiplin Harus Menjadi Standar Respons Bencana

Gambaran di Flores menunjukkan satu pelajaran utama: pendampingan psikososial adalah kebutuhan kritis yang setara dengan bantuan medis fisik pascabencana. Tim trauma healing dari UNDIP dan UNAIR turun bersama tenaga kesehatan, sementara Pusat Psikologi TNI memastikan pendampingan psikologis menjangkau wilayah terpencil melalui asesmen terstruktur, konseling di lapangan, dan dukungan daring. Kolaborasi lintas institusi akademik dan militer memperluas jangkauan layanan kesehatan mental sampai ke dusun-dusun yang mungkin terlewat jika mengandalkan satu aktor saja. Temuan D-DART soal kecemasan guru dan siswa menjadi catatan penting untuk menentukan kebutuhan layanan kesehatan pada tahap berikutnya. Kehadiran tim-tim ini membantu masyarakat melewati fase darurat sekaligus mengidentifikasi kebutuhan lanjutan dalam proses pemulihan. Kesimpulannya tegas: jika protokol bencana tidak menempatkan trauma healing bencana dan pendampingan psikologis darurat sejak hari pertama, maka respons kita masih belum memanusiakan korban sepenuhnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!