Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pemain 100 Days of Deception Belajar Bahasa demi Peran Multibahasa

Pemain 100 Days of Deception Belajar Bahasa demi Peran Multibahasa
Minat|Drama Korea

Bahasa sebagai bagian dari penyamaran

100 Days of Deception adalah drama sejarah tentang penyamaran dan perlawanan pada masa pendudukan Jepang, dengan karakter yang memakai bahasa untuk menjalankan misi sekaligus bertahan hidup. Karena itu, latihan bahasa asing para pemain bukan hiasan produksi: kemampuan berbicara perlu terasa meyakinkan agar ketegangan cerita bekerja. Drama tvN ini mengikuti Lee Ga Kyung (Kim Yoo Jung), yang menyamar sebagai penerjemah di kantor pemerintah Jepang, serta Yoo So Ran (Kim Hyun Joo), anggota kelompok anti-Jepang. Di sana, Lee berhadapan dengan penerjemah elite Sato Hideo (Park Jin Young). Dialognya berpindah antara bahasa Korea, Jepang, dan Inggris, sementara karakter So Ran juga melafalkan bahasa Mandarin. Bagi pemain drakor, tuntutan itu berarti membangun suara dan kebiasaan bicara yang selaras dengan latar karakter, bukan sekadar menghafal bunyi dialog.

Pemain 100 Days of Deception Belajar Bahasa demi Peran Multibahasa

Lima bulan untuk membentuk suara Lee Ga Kyung

Kim Yoo Jung menghabiskan sekitar lima bulan mempelajari bahasa Jepang sebelum syuting. Persiapannya melampaui hafalan: ia mengikuti tiga kelas yang berfokus pada tata bahasa dan percakapan, hampir setiap hari menjalani dua sesi, serta jarang berlibur. Bahkan ketika bepergian ke luar negeri, ia tetap mengikuti pelajaran secara daring. Kerja panjang ini terasa tepat untuk Lee Ga Kyung, yang memakai bahasa Jepang dan Inggris sebagai sarana bertahan hidup di lingkungan berbahaya. Jika pelafalannya terdengar ragu atau hanya seperti membaca naskah, penyamarannya akan kehilangan daya. Justru perhatian pada bahasa memberi penonton alasan untuk percaya bahwa tokoh ini mampu bergerak di antara orang-orang yang diawasi dan dia curigai. Latihan bahasa Jepang Mandarin juga menjadi bagian dari kisah persiapan pemain, meski setiap karakter menghadapi kebutuhan bahasa yang berbeda.

Jin Young mengolah dialog dan aksen

Park Jin Young, pemeran penerjemah elite Sato Hideo, terus melatih dialog Jepang sejak Februari hingga syuting berakhir. Ia sudah memiliki dasar bahasa Jepang dan menyalin dialog ke dalam hiragana di buku sketsa besar untuk membantu menghafalnya. Tim pelatih juga menyiapkan rekaman dari sejumlah penutur sebagai acuan intonasi dan pola bicara. Untuk dialog Inggris, Jin Young membedakan aksen Amerika dan Inggris agar perbedaan karakter serta latar tokoh lebih terasa. Latihan beruntun untuk bahasa Jepang dan Inggris tentu menuntut konsentrasi, tetapi detail seperti ini membuat peran penerjemah lebih dari sekadar tampilan fasih. Pilihan aksen dan ritme bicara dapat menandai bagaimana seseorang menyesuaikan diri di ruang kekuasaan. Pendekatan Jin Young menunjukkan bahwa persiapan bahasa yang efektif perlu menyatukan pelafalan, ingatan, dan gestur karakter.

Mandarin dan batas rekonstruksi sejarah

Kim Hyun Joo menjadi satu-satunya pemain yang melafalkan dialog Mandarin sebagai Yoo So Ran, tokoh berlatar Tiongkok yang berbicara dalam bahasa Joseon. Namun, targetnya bukan membuat So Ran terdengar seperti penutur profesional. Karena catatan sejarah tentang ciri linguistik pada masa itu terbatas, Hyun Joo mengamati intonasi dan pola bicara pelatih Mandarinnya ketika berbicara bahasa Korea, lalu mengutamakan kesan alami. Keputusan ini lebih meyakinkan daripada mengejar ketepatan yang tak bisa dipastikan sumbernya. Jin Seon Kyu, yang memerankan Sato Shinichi, juga menjalani persiapan tersendiri: ia menghabiskan dua bulan di Jepang dan menghafal naskah tujuh jam setiap hari. Secara keseluruhan, latihan para pemain membuat bahasa menjadi bagian dari karakterisasi, bukan demonstrasi keterampilan. Itulah pilihan produksi yang patut diapresiasi: ketelitian dipakai untuk memperkuat cerita, sambil mengakui keterbatasan rekonstruksi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!