Runway yang Menjadikan Lingerie Sebagai Bahasa Mode Utama
Victoria's Secret Fashion Show adalah pertunjukan mode tahunan yang menggabungkan lingerie, kostum teatrikal, dan penampilan musik untuk menciptakan runway spektakuler yang merayakan sensualitas, glamor, dan karakter personal para model serta performer dengan pendekatan panggung yang megah dan penuh narasi visual. Di edisi terbaru, pesan yang paling terasa adalah sederhana: lingerie bukan lagi lapisan tersembunyi, melainkan bahasa mode utama di panggung. Segala detail, dari korset berkilau hingga rok mini sarat ornamen, diposisikan sebagai fashion statement, bukan sekadar pakaian dalam. Pendekatan ini membuat tren runway 2026 terasa lebih berani, karena garis antara kostum panggung dan busana sehari-hari sengaja dikaburkan. Hasilnya, runway berubah menjadi arena eksplorasi gaya, tempat identitas dan fantasi bertemu dalam satu narasi visual yang padat.

Segmen Pink: KATSEYE dan Kekuatan Korset Berkilau
Segmen Pink di Victoria's Secret Fashion Show 2026 menjadi laboratorium gaya playful ketika KATSEYE naik panggung dengan siluet korset dan rok mini yang kompak namun penuh karakter. Daniela Avanzini, Lara Raj, Megan Skiendiel, dan Yoonchae tampil di Sony Pictures Studios pada Minggu, 18 Oktober 2026, dengan busana yang memadukan energi remaja dan glamor panggung. Menurut Teen Vogue, busana panggung KATSEYE mengusung siluet korset yang dipasangkan dengan rok pendek kaya ornamen, menghadirkan visual yang ceria dan dinamis. Lara menjadi contoh paling gamblang bagaimana korset berkilau bisa menguasai panggung; material glitter di bagian atas menyatu dengan rok senada yang penuh dekorasi, menciptakan efek glamor yang tidak terasa berlebihan. Di sini, korset berkilau bukan sekadar detail, melainkan pusat gravitasi seluruh tampilan.
Lingerie Sebagai Kostum Panggung Bold KATSEYE
Empat personel KATSEYE memosisikan lingerie sebagai kostum panggung yang bold, bukan sekadar lapisan intim. Daniela memilih atasan bergaya korset yang dipadu dengan rok berhias gantungan kunci warna-warni berbentuk maskot anjing VS Pink, menjadikan aksesori tersebut elemen mencolok di antara detail busananya. Lara bermain pada korset berkilau dengan rok sarat ornamen, sementara Megan memilih atasan bra yang dipadankan dengan rok ringan berpotongan flutter dan ikat pinggang rantai berhias liontin kecil. Dua member termuda, Megan dan Yoonchae, menegaskan sisi berani dengan stocking transparan hitam. Yoonchae tampil fierce dengan rambut pirang, bra yang dipadu bolero, dan two-tone skirt yang menguatkan kesan edgy. Lingerie fashion di segmen ini terasa seperti manifesto: sensualitas boleh fun, penuh warna, dan sangat personal.
Alex Consani: Angel yang Mengubah Narasi Runway
Di tengah sorotan pada grup dan kostum, kehadiran Alex Consani sebagai Victoria's Secret Angel memberi lapisan cerita berbeda. Lahir dan tumbuh di kawasan California, Alex memulai karier sebagai model di usia sangat muda dan bergabung dengan Slay Model Management pada usia 12 tahun, menjadikannya salah satu model transgender termuda yang dikontrak agensi profesional. Kariernya naik tajam setelah bergabung dengan IMG Models pada 2019 dan masuk daftar GLAAD 20 Under 20 pada 2021. Popularitasnya semakin meroket setelah tampil di Victoria's Secret Fashion Show pada 2023, sebelum akhirnya kembali hadir di panggung brand ini. Di luar runway, Alex juga tampil di proyek Victoria's Secret The Tour '23 dan merambah akting lewat American Horror Story season 13. Kehadirannya menegaskan bahwa runway kini bukan hanya soal tubuh ideal, tetapi juga tentang perjalanan identitas yang kompleks.
Apa Arti Tren Runway Ini untuk Lingerie Fashion ke Depan?
Jika ada satu pesan yang jelas dari Victoria's Secret Fashion Show kali ini, itu adalah keberanian menggabungkan elemen lingerie dengan fashion statement pieces sebagai bahasa visual utama. KATSEYE menunjukkan bagaimana korset berkilau, bra, dan stocking transparan bisa diangkat menjadi kostum panggung yang playful sekaligus bold, tanpa kehilangan nuansa fun yang identik dengan lini Pink. Di sisi lain, perjalanan Alex Consani memperlihatkan bahwa runway besar seperti ini kini juga menjadi ruang pengakuan bagi identitas yang dulu terpinggirkan. Tren ini tidak netral; ia mengajak penonton untuk melihat lingerie fashion sebagai medium ekspresi diri, bukan sekadar pakaian dalam. Kesimpulannya, masa depan tren runway 2026 tampak bergerak ke arah di mana sensualitas, humor, dan keberagaman berjalan berdampingan di satu panggung.






