Foldable bergaya paspor dengan layar lebih lebar
Xiaomi 18 Fold adalah ponsel lipat berkonsep mid-fold yang menggabungkan bentuk ringkas saat tertutup dengan layar luas untuk kerja dan hiburan ketika dibuka. Perangkat ini menjadi penantang baru di pasar ponsel lipat dengan desain melebar menyerupai paspor.
Pendekatan ini terasa lebih berguna daripada sekadar mengejar bentuk yang berbeda. Layar luar berukuran 5,38 inci dan layar utama 7,58 inci memberi pengguna ruang kerja tambahan tanpa harus membawa tablet terpisah. Saat tertutup, ukurannya disebut relatif mudah digunakan dengan satu tangan. Namun, bobot 219 gram dan ketebalan 10,68 mm tetap perlu dipertimbangkan oleh mereka yang mengutamakan ponsel seringan dan setipis mungkin.
Keputusan Xiaomi memasuki segmen ini dengan konsep mid-fold menunjukkan upaya menawarkan manfaat lipat yang lebih praktis, bukan hanya layar besar sebagai daya tarik. Bagi calon pembeli, desainnya paling masuk akal jika layar luas memang akan dipakai rutin.

Xring O3 dan LPDDR6 menyasar produktivitas
Xiaomi membekali Fold ini dengan chipset Xring O3 buatan sendiri, yang diproduksi menggunakan proses 3 nanometer. Perusahaan mengklaim peningkatan CPU hingga 60 persen, GPU hingga 85 persen, serta efisiensi daya hingga 64 persen dibanding generasi sebelumnya. Klaim tersebut menarik, tetapi angka itu belum dengan sendirinya menjawab bagaimana kinerja ponsel dalam penggunaan sehari-hari.
Xiaomi 18 Fold juga ditawarkan dengan memori LPDDR6 dari CXMT. Konfigurasi tertinggi yang disebutkan memadukan RAM 16 GB dan penyimpanan 1 TB. Ini menempatkan spesifikasi HP lipat tersebut pada kelas ambisius, terutama bagi pengguna yang kerap membuka banyak aplikasi. HyperOS 4 berbasis Android 17 turut mendukung multitasking, termasuk penggunaan beberapa aplikasi dan jendela mengambang.
Kombinasi layar besar, memori generasi baru, dan fitur multitasking punya nilai praktis jika pekerjaan pengguna memang melibatkan beberapa aplikasi sekaligus. Jika penggunaan hanya berkisar pada pesan, media sosial, dan video, keunggulan tersebut mungkin tidak terasa sepadan dengan perangkat yang lebih sederhana.
Baterai besar dan kamera Leica jadi daya tarik
Baterai 6.000 mAh menjadi salah satu nilai jual paling konkret Xiaomi 18 Fold. Pengisian kabel 67W dan nirkabel 50W melengkapi kapasitas yang besar untuk perangkat lipat. Angka kapasitas saja belum menjamin daya tahan tertentu, tetapi memberi alasan kuat bagi pembeli yang khawatir layar besar cepat menguras baterai.
Di sektor fotografi, perangkat ini membawa kamera Leica 200 MP. Penyebutan Leica dan resolusi tinggi tentu menarik, tetapi pembeli sebaiknya menilai hasil foto nyata dan kegunaan kamera dalam keseharian, bukan menganggap angka megapiksel sebagai jaminan mutu. Susunan tiga kamera belakang horizontal melengkapi pendekatan flagship yang ditawarkan.
Pada akhirnya, daya tarik utama ponsel ini bukan satu spesifikasi yang berdiri sendiri, melainkan gabungan baterai besar, kamera beresolusi tinggi, dan layar lipat lebar. Nilai praktisnya bergantung pada apakah pengguna benar-benar memanfaatkan format terbuka untuk bekerja atau menikmati konten.

Kesimpulan: pilih berdasarkan manfaat layar lipat
Xiaomi 18 Fold menawarkan paket yang serius: Xring O3, RAM LPDDR6, baterai 6.000 mAh, dan kamera Leica 200 MP. Desain menyerupai paspor memberi bentuk berbeda sekaligus ruang layar yang lebih lebar, tetapi bobot 219 gram dan ketebalan 10,68 mm saat tertutup mengingatkan bahwa perangkat ini tetap membawa kompromi ponsel lipat.
Bagi calon pembeli yang rutin melakukan multitasking, membaca, atau menikmati konten di layar luas, format mid-fold berpotensi memberi manfaat nyata. Sebaliknya, pengguna yang jarang membuka layar utama mungkin lebih baik mengutamakan kenyamanan dan kebutuhan dasar. Kesimpulannya, spesifikasi Xiaomi 18 Fold terlihat kuat, tetapi alasan terbaik untuk memilihnya tetaplah kebutuhan akan pengalaman layar lipat yang benar-benar akan digunakan.







