Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Pelatihan hingga Hackathon, Jalur Praktis Mengasah Talenta AI

Dari Pelatihan hingga Hackathon, Jalur Praktis Mengasah Talenta AI
Minat|Eksplorasi Aplikasi AI

Fondasi dulu, praktik kemudian

Pelatihan AI dan hackathon adalah dua jalur belajar yang saling melengkapi: pelatihan membangun pemahaman serta keterampilan dasar secara terstruktur, sedangkan hackathon mendorong peserta menerapkan pengetahuan itu untuk memecahkan masalah konkret. Perbedaan ini penting ketika kampus, pemerintah, dan industri berupaya menyiapkan talenta digital yang bukan hanya mengenal alat AI, tetapi juga mampu menghasilkan sesuatu dengannya. Komdigi mendukung pelatihan AI gratis dan terstruktur yang telah diikuti sekitar 14.200 mahasiswa, dari target 28 ribu peserta hingga 2027. Program semacam ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar koding dan memahami AI tanpa harus langsung menghadapi tekanan kompetisi. Pelatihan menjadi titik masuk yang lebih ramah, terutama bagi pemula dan mahasiswa dari bidang nonteknis. Namun, kelas saja tidak cukup: kemampuan baru terasa bernilai ketika peserta menggunakannya untuk membuat produk, menguji asumsi, dan menerima masukan.

Hackathon ITB menguji gagasan terhadap kebutuhan industri

DeepTech for Smart-X Hackathon 2026 menunjukkan sisi lain pembelajaran: peserta tidak berhenti pada pengenalan teknologi, melainkan bekerja dengan persoalan yang dibawa industri. ITB menggandeng PT Len Industri, PT PLN, PT Hariff Dipa Persada, dan PT Indismart Kreatif Solusi. Tantangannya mencakup meteran cerdas, efisiensi energi terbarukan, cip pengendali detonasi, serta analitik Edge AIoT untuk kawasan perkotaan dan pertanian. Dari 33 proposal, 18 tim terpilih maju ke babak final di ITB. Mereka memetakan masalah, membangun dan menyempurnakan prototipe, lalu mempresentasikan serta mendemonstrasikan solusi di hadapan juri. Urutan kerja ini melatih keterampilan yang sulit diperoleh dari teori saja: merumuskan kebutuhan pengguna, bekerja dalam tim, membuat purwarupa, dan menjelaskan keputusan teknis. Nilai utama hackathon AI seperti ini bukan sekadar kompetisi, melainkan peluang menguji gagasan dan membuka jalan pengembangan bersama mitra industri.

Dari Pelatihan hingga Hackathon, Jalur Praktis Mengasah Talenta AI

Sprint Malang membawa AI ke produksi konten

Malang AI Innovation Sprint 2026 mengambil jalur yang lebih dekat dengan industri kreatif. Telkom AI Connect Malang bersama Nortis AI Academy, dengan dukungan Diskopindag Kota Malang, menggelar mini hackathon ini untuk mengajak talenta muda membuat karya audiovisual menggunakan AI generatif. Peserta dapat merancang video pendek, film mini, animasi, iklan, atau podcast visual—praktik yang menggabungkan pemilihan ide, arahan kreatif, dan penggunaan alat produksi. Kegiatannya terbuka gratis bagi mahasiswa, pelajar SMA/SMK, dan masyarakat umum. Pendaftaran berlangsung 2–14 November 2026, sedangkan acara puncak dijadwalkan di AI Connect Malang pada 18 dan 20 November. Sebanyak 30 tim akan dipilih untuk sprint, lalu lima tim dengan nilai tertinggi tampil di Final Showcase. Pemenang memperebutkan total hadiah Rp6.000.000. Yang lebih penting dari hadiahnya ialah latihan menghasilkan konten video AI yang selesai dan dapat dinilai, bukan sekadar mencoba alat.

Dua jalur, satu ukuran keberhasilan

Pelatihan dasar dan hackathon sebaiknya tidak dipertentangkan. Pelatihan cocok untuk membangun bekal: konsep AI, koding, dan kebiasaan memakai teknologi secara bertanggung jawab. Hackathon menuntut peserta mengubah bekal itu menjadi hasil—prototipe teknologi untuk kebutuhan industri di ITB, atau karya audiovisual di Malang. Keduanya mengajarkan keterampilan praktis, tetapi dengan titik tekan berbeda: pemecahan masalah teknis di satu sisi, produksi dan penilaian konten di sisi lain. Ekosistem pendukung menentukan apakah pengalaman itu berlanjut. Garuda Spark Innovation Hub di bawah Kemkomdigi menyatakan akan mendampingi perintis startup melalui mentor lintas bidang; setelah inkubasi, tersedia Startup Studio Indonesia dan program Hub.id sebagai jalur akselerasi. Di Malang, karya finalis direncanakan dipamerkan pada Demo Day dan dibuka untuk kolaborasi lanjutan dengan pemerintah, industri, serta komunitas kreatif. Dengan tindak lanjut semacam itu, belajar AI tidak berhenti pada sertifikat atau satu akhir pekan kompetisi.

Kesimpulannya, pelatihan AI gratis memberi fondasi yang lebih luas, sedangkan hackathon memberi tekanan praktik dan umpan balik nyata. Mahasiswa yang ingin menguasai AI sebaiknya menempuh keduanya: belajar terstruktur terlebih dahulu, lalu menguji kemampuan lewat proyek yang punya pengguna atau penonton. Ukuran keberhasilan bukan seberapa sering seseorang mencoba alat, melainkan apakah ia mampu mengubahnya menjadi solusi atau karya yang berguna.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!