Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pilkades Digital: Lebih Cepat, tetapi Bukan Jaminan Bebas Kecurangan

Pilkades Digital: Lebih Cepat, tetapi Bukan Jaminan Bebas Kecurangan
Minat|Solusi Pintar

Pilkades digital di Sumedang: langkah maju dengan syarat

Pilkades digital adalah pemilihan kepala desa yang menggunakan perangkat elektronik untuk menerima dan menghitung suara, menggantikan sebagian proses berbasis kertas dengan sistem digital. Di Sumedang, penerapannya serentak menjadi langkah yang patut didukung, tetapi keberhasilan tidak cukup dinilai dari cepatnya penghitungan: akses yang setara dan kepercayaan warga juga harus terjaga. Pada 28 Oktober 2026, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi pelaksanaan pemungutan suara elektronik di desa-desa Kabupaten Sumedang, saat meninjau TPS 01 Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka. Pelaksanaan ini mencakup 92 desa, 423 tempat pemungutan suara, dan lebih dari 270.000 pemilih. Besarnya skala membuat Pilkades Sumedang menjadi uji penting: teknologi dapat memangkas pekerjaan, tetapi panitia tetap perlu memastikan setiap warga memahami cara menggunakan hak pilih.

Dukungan APDESI menyoroti efisiensi dan pendampingan

Dukungan APDESI memberi bobot pada perubahan ini karena penyelenggaraan pemilihan kepala desa berlangsung dekat dengan warga dan kapasitas tiap desa tidak selalu sama. Sumpena BA, Dewan Penasihat Organisasi APDESI Kabupaten Sumedang sekaligus pengurus APDESI Kecamatan Cimalaka, menyampaikan apresiasi kepada pihak yang mendukung sistem digital. Ia menilai sistem tersebut lebih praktis, mudah, hemat biaya, dan mempersingkat waktu dibanding cara lama. Namun, manfaat itu tidak otomatis dirasakan semua pemilih. Sumpena mengingatkan panitia agar memberi pendampingan ekstra kepada warga yang belum memahami teknologi. Itu bukan catatan kecil: jika sosialisasi lemah, kemudahan bagi pemilih yang terbiasa dengan perangkat digital bisa berubah menjadi hambatan bagi warga lain. Karena itu, dukungan terhadap Pilkades digital sebaiknya berjalan seiring dengan penjelasan yang jelas dan bantuan langsung di tempat.

Cepat dan minim kecurangan: klaim yang perlu dibuktikan

Dedi Mulyadi menyebut pemungutan suara elektronik lebih murah karena tidak memerlukan pencetakan surat suara, memperpendek waktu terutama saat penghitungan, serta dapat meminimalkan kecurangan. Klaim efisiensi ini masuk akal sebagai alasan untuk menguji teknologi, bukan bukti bahwa setiap tahap otomatis lebih aman. Penghitungan otomatis dapat mengurangi pekerjaan manual, tetapi kepercayaan pada hasil tetap bergantung pada tata kelola, pemeriksaan proses, dan kemampuan panitia menjelaskan prosedur kepada pemilih. Sumber yang tersedia menyampaikan penilaian para pendukung, bukan hasil audit independen atau jaminan bahwa kecurangan mustahil terjadi. Maka, publik patut menyambut penghematan waktu dan kertas tanpa menganggapnya sebagai pengganti pengawasan. Sistem yang baik bukan hanya menghasilkan angka lebih cepat; ia juga harus membuat proses dapat dipahami dan dipertanggungjawabkan.

Ujian berikutnya: kepercayaan dan perluasan sistem

Dedi Mulyadi menyatakan digitalisasi dimaksudkan agar demokrasi berjalan seiring perkembangan teknologi, dengan alasan masyarakat desa sudah terbiasa menggunakan media digital. Ia berharap perangkat digital kelak digunakan dalam seluruh proses pemilihan kepala desa di Jawa Barat; setelah Sumedang, rencana penerapan disebut mencakup Subang, Cianjur, Ciamis, dan Karawang. Perluasan itu sebaiknya mengikuti evaluasi, bukan sekadar mengejar keseragaman. Pengalaman warga yang kesulitan, kesiapan panitia, serta transparansi penghitungan perlu menjadi ukuran sebelum sistem diterapkan lebih luas. Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah provinsi dan menyatakan Pilkades elektronik pertama di kabupaten itu berjalan lancar. Itu awal yang positif, tetapi kepercayaan harus dibangun pada setiap pemilihan. Kesimpulannya, Pilkades digital layak dikembangkan karena berpotensi lebih cepat dan hemat, selama akses, pendampingan, dan pengawasan tidak dikorbankan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!