Kalau kebutuhan utamamu meredam suara KRL, bus, atau kabin pesawat, Sony WH-1000XM6 lebih masuk akal. Nothing Headphone (1) Pro lebih menarik kalau kamu memang akan memakai Flat EQ, LDAC, dan sambungan kabel. Harga resmi yang saya cek pada 7 November 2026 adalah Rp6.999.000 untuk Nothing dan Rp. 7,499,000 untuk Sony, selisihnya Rp500.000.
Berapa harga resminya di Indonesia?
Nothing Headphone (1) Pro mulai dijual resmi di Indonesia pada 28 Oktober 2026 dengan harga Rp6.999.000. Sony WH-1000XM6 tercantum Rp. 7,499,000 di Sony Indonesia. Harga dalam tabel adalah harga resmi yang terlihat pada 7 November 2026, bukan harga promo marketplace.

| Produk | Harga resmi, cek 7 November 2026 | Cocok untuk | Kompromi |
|---|---|---|---|
| Nothing Headphone (1) Pro | Rp6.999.000 | Pendengar yang ingin mengatur karakter suara, memakai LDAC, atau mendengarkan lewat kabel | Tetap mahal; tiga driver baru terasa manfaatnya kalau fitur audionya memang dipakai |
| Sony WH-1000XM6 | Rp. 7,499,000 | Komuter dan orang yang sering bepergian dengan ANC sebagai prioritas | Lebih mahal Rp500.000; daya tarik Flat EQ dan konfigurasi tiga driver Nothing tidak ada di sini |
Selisih Rp500.000 cukup kecil untuk kelas harga ini. Jadi pertanyaannya bukan sekadar mana yang lebih murah, melainkan apakah kamu lebih menghargai peredam bising Sony atau pilihan karakter audio Nothing. Harga dan ketersediaan lokal bisa dicek di halaman resmi Nothing Indonesia dan Sony Indonesia. Rangkuman tanggal penjualan lokal ada di laporan peluncuran Indonesia.
Apa bedanya versi Pro dalam pemakaian sehari-hari?
Foto berikut menampilkan Nothing Headphone (1) generasi awal di atas meja, bukan model Pro. Saya pakai sebagai konteks desain keluarga produknya; jangan anggap foto itu sebagai gambar unit Pro.

Pembeda teknis Pro ada pada susunan tiga driver: driver dinamis 40 mm untuk bass, precision driver, dan tweeter xMEMS. Jumlah driver tidak otomatis membuat suara lebih bagus untuk semua telinga. Tuning dan jenis musik tetap berpengaruh, jadi saya tidak akan membeli hanya karena angka tiga terdengar lebih canggih.
Fitur yang terasa lebih praktis adalah mode Flat EQ yang dikembangkan bersama Metropolis Studios, plus pengaturan suara lewat aplikasi. Kalau kamu suka beralih dari suara netral ke profil yang lebih berwarna, ini memberi ruang untuk bereksperimen. Kalau biasanya hanya menekan play, kontrol itu mungkin jarang disentuh.
Nothing mendukung LDAC, AAC, dan SBC untuk Bluetooth. LDAC baru berguna kalau ponsel dan sumber audionya juga mendukungnya. Untuk pemakaian kabel, Headphone (1) Pro mendukung audio USB-C sampai 24-bit/192 kHz dan input 3,5 mm sampai 24-bit/96 kHz. Detail formatnya ada di panduan audio berkabel Nothing.
ANC dan baterai: kapan Sony layak ditambah Rp500 ribu?

Nothing mencantumkan ANC adaptif hingga 46 dB dengan sepuluh mikrofon. Angka maksimum itu bukan skor yang bisa dibandingkan mentah dengan angka dari merek lain. Untuk kendaraan ramai dan perjalanan jauh, saya lebih percaya ANC Sony: pengukuran independen menempatkan WH-1000XM6 di kelas atas, sementara ANC Pro belum menggeser pilihan yang paling kuat.
Baterai Nothing perlu dibaca bersama codec yang dipakai. Dalam klaim maksimumnya, Headphone (1) Pro bertahan hingga 68 jam dengan AAC dan ANC mati, atau 30 jam dengan ANC aktif. Jika memakai LDAC, angkanya hingga 53 jam tanpa ANC dan 28 jam dengan ANC. Sony mencantumkan hingga 40 jam saat noise cancelling mati dan 30 jam saat aktif. Jadi kalau ANC selalu menyala, keduanya ada di kisaran yang dekat; selisih besar muncul terutama pada klaim pemakaian Nothing dengan ANC mati. Angka ini batas atas, bukan janji untuk setiap volume dan setelan. Rincian Nothing bisa dilihat di panduan baterainya, sementara Sony mencantumkan angka XM6 di halaman spesifikasi.
Mana lebih cocok untuk KRL atau pesawat?
Sony WH-1000XM6 lebih aman kalau fokus utamamu meredam suara sekitar. Nothing Pro layak dipilih kalau Flat EQ, LDAC, atau sambungan kabel lebih penting buatmu daripada ANC terbaik.
Nothing Headphone (1) Pro bisa dipakai dengan kabel?
Bisa. Ada dukungan audio USB-C dan input 3,5 mm. Format resolusi tertinggi tetap bergantung pada sumber audio dan perangkat yang dipakai.
Pilihan saya
Kalau membeli satu headphone untuk perjalanan harian, saya akan menambah Rp500.000 dan memilih Sony WH-1000XM6. Alasannya konkret: ANC adalah manfaat yang langsung terasa di bus, KRL, dan pesawat, sementara baterai dengan ANC aktif di atas kertas tidak berbeda jauh.
Saya akan memilih Nothing Headphone (1) Pro kalau memang ingin bereksperimen dengan Flat EQ, sering memakai LDAC atau kabel, dan tertarik pada karakter tiga drivernya. Kalau fitur itu tidak masuk kebiasaanmu, jangan bayar karena hitungan driver saja. Pada selisih harga yang sedekat ini, tujuan pemakaian lebih penting daripada daftar spesifikasi.







