Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Jeonghan x Joshua Lahirkan JxJ: Strategi Baru Evolusi SEVENTEEN

Jeonghan x Joshua Lahirkan JxJ: Strategi Baru Evolusi SEVENTEEN
Minat|Penyanyi/Band Pop

JxJ dan Dreamscape: Sub-unit sebagai Bab Baru Karier SEVENTEEN

Debut unit JxJ dengan mini album Dreamscape adalah langkah strategis SEVENTEEN untuk mengembangkan identitas artistik anggotanya melalui format sub-unit, sambil mempertahankan kekuatan merek grup utama dan menawarkan jalur karier yang lebih fleksibel di tengah perubahan siklus promosi K-pop modern.

Unit terbaru SEVENTEEN yang beranggotakan Jeonghan dan Joshua resmi diperkenalkan lewat pengumuman di media sosial, dengan nama Jeonghan Joshua JxJ, yang akan memulai aktivitas melalui perilisan mini album Dreamscape pada 19 Oktober mendatang. Secara bisnis, ini bukan sekadar SEVENTEEN unit debut baru, melainkan sinyal bahwa agensi ingin mengokohkan tiap member sebagai figur dengan warna tersendiri. Pre-order Dreamscape dibuka sejak 23 September di berbagai platform, menandakan kepercayaan tinggi bahwa daya tarik duo ini cukup kuat untuk digerakkan layaknya entitas kecil terpisah. Langkah ini menyiratkan satu pesan tegas: masa depan grup besar K-pop adalah jaringan proyek kecil yang saling menguatkan, bukan hanya satu formasi 13 orang yang bergerak serentak.

Jeonghan x Joshua Lahirkan JxJ: Strategi Baru Evolusi SEVENTEEN

Dreamscape: Eksperimen Artistik di Antara Realitas dan Mimpi

Konsep artistik mini album Dreamscape menunjukkan ambisi JxJ untuk berdiri sebagai proyek dengan dunia visual dan narasi sendiri, tidak sekadar versi kecil dari SEVENTEEN utama.

Pledis menjelaskan Dreamscape sebagai eksplorasi dua dimensi mimpi: fantasi alam bawah sadar dan cita-cita yang dikejar di dunia nyata. Melalui musik, album ini menelusuri "siklus tiada akhir serta persinggungan antara kedua jenis mimpi tersebut" yang kemudian mengaburkan batas realitas dan membuka dunia indrawi baru. Teaser video menampilkan visual dreamy sekaligus misterius, menggambarkan batas kabur antara dunia nyata dan mimpi, dengan ketegangan estetis yang sengaja dijadikan titik fokus. Konsep seperti ini jarang dicoba dalam skala penuh oleh grup besar, sehingga debut Jeonghan Joshua JxJ terasa lebih seperti eksperimen seni, bukan sekadar proyek komersial. Di sini, sub-unit menjadi laboratorium kreatif tempat dua vokalis ini boleh mengambil risiko estetika yang mungkin terlalu spesifik jika dipaksakan ke seluruh grup.

Strategi Sub-Unit SEVENTEEN: Dari BSS sampai JxJ

JxJ tidak lahir di ruang hampa; ia adalah kelanjutan strategi sub-unit SEVENTEEN yang sudah dibangun bertahun-tahun untuk menjaga relevansi grup sekaligus memberi ruang ekspresi bagi tiap anggota.

Sejak debut, SEVENTEEN konsisten menghadirkan berbagai bentuk unit: BSS (BooSeokSoon) dengan Seungkwan, DK, dan Hoshi; SVT Leaders dengan S.Coups, Hoshi, dan Woozi; hingga kombinasi duo seperti JxW (Jeonghan–Wonwoo), CxM (S.Coups–Mingyu), DxS (DK–Seungkwan), dan V8 (Vernon–The8). Deretan proyek ini membuktikan bahwa SEVENTEEN unit debut bukan satu-dua kali eksperimen, tapi model kerja yang berulang. Pola kombinasi yang "tak ada habisnya" juga berfungsi sebagai penyangga ketika lima anggota mulai memasuki wajib militer—Vernon, DK, Mingyu, Seungkwan, dan Dino—agar fans masih bisa mendukung anggota yang aktif tanpa mematikan ekspektasi terhadap formasi lengkap 13 orang di masa depan. Strategi sub-unit, dengan demikian, adalah cara cerdas mengelola risiko hiatus sekaligus menjaga dinamika kreatif internal.

Jun dan Mini Album 9: Contoh Ekstrem Fleksibilitas Karier Anggota

Kalau JxJ adalah eksperimen duo, maka langkah Jun merilis mini album Mandarin 9 sebagai debut solonya di China adalah versi paling jelas dari strategi diversifikasi karier individu dalam payung grup.

Pledis mengumumkan bahwa Jun akan beraktivitas sebagai artis solo di China, dimulai dengan mini album Mandarin pertamanya bertajuk 9 yang rilis 28 September sebagai Jun solo debut China. Karya ini terinspirasi legenda rakyat tentang Siluman Kucing Sembilan Nyawa yang memiliki sembilan ekor, sementara angka 9 merujuk pada karakter 久 yang berarti keabadian dan proses menuju kesempurnaan. Menariknya, album ini adalah musik baru Jun untuk pasar berbahasa Mandarin setelah sekitar tiga tahun dua bulan sejak single digital PSYCHO. Di saat yang sama, ia aktif sebagai aktor lewat film Go For Broke 2 yang dijadwalkan tayang 3 Oktober dan proyek lain Summer Vacation With Me Again. Dalam satu figur, kita melihat paket utuh: idola, musisi lokal, dan aktor lintas medium.

Model Bisnis K-pop Baru: Jaringan Karier, Bukan Satu Jalur

Jika disatukan, debut Jeonghan Joshua JxJ dengan mini album Dreamscape dan langkah Jun lewat 9 menunjukkan satu arah jelas: K-pop bergerak ke model bisnis yang mengandalkan fleksibilitas karier anggota, bukan hanya kejayaan grup.

Sejak 2015, SEVENTEEN tidak bergantung pada aktivitas grup saja; para member aktif menyapa penggemar lewat proyek unit dan solo. Kombinasi unit yang terus bertambah bukan sekadar hiburan di sela jadwal, tetapi perangkat manajemen risiko saat wajib militer dan perubahan pasar datang. Di sisi lain, pengumuman resmi bahwa Jun akan beraktivitas sebagai artis solo di China memperlihatkan bagaimana agensi memetakan potensi tiap member ke pasar berbeda, lengkap dengan unsur budaya lokal seperti legenda Siluman Kucing Sembilan Nyawa dan simbol angka 9. Kesimpulannya, evolusi format grup K-pop modern bergerak dari struktur piramida—satu grup, satu jalur—menjadi ekosistem bercabang: sub-unit, solo, lintas bahasa, dan lintas medium, semuanya tetap berakar pada nama besar grup induk.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!