Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Arak Tradisional Naik Kelas lewat Mixologi dan Panggung Dunia

Arak Tradisional Naik Kelas lewat Mixologi dan Panggung Dunia
Minat|Destinasi Luar Negeri

Dari racikan lokal ke perhatian dunia

Arak Bali adalah minuman tradisional yang berakar dalam kehidupan masyarakat Bali dan kini diperkenalkan melalui racikan modern, keterampilan bartender, serta panggung internasional. Perubahan cara memperkenalkannya penting: tradisi tidak hanya dipajang sebagai warisan, tetapi juga diolah menjadi pengalaman yang dapat dinikmati audiens baru. Di Las Vegas, empat botol racikan Gede Rico Hardiana Widnyana dan I Wayan Eka Darmawan, masing-masing berukuran 750 mililiter, terjual dalam lelang amal Flair Show di Circus Circus Hotel. Nilai rata-rata yang dilaporkan adalah Rp1,8 juta per botol, sedangkan keseluruhan hasil mencapai Rp7,22 juta dan disumbangkan untuk kegiatan amal. Momen lelang Las Vegas ini memberi arak Bali internasional sebuah panggung yang lebih kuat daripada promosi biasa: produk lokal hadir bersama keterampilan pertunjukan dan tujuan sosial. Rico dan Eka memperkenalkannya lewat seni meracik yang dipadukan dengan atraksi memainkan botol.

Arak Tradisional Naik Kelas lewat Mixologi dan Panggung Dunia

Prestasi bartender menjadi pintu pembuka

Daya tarik lelang itu tidak berdiri sendiri. Rico meraih juara kedua dunia dalam The TDuB World Championship – Grand Finals di Las Vegas pada 4–5 Oktober 2026. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan bartender Bali mampu bersaing di antara peserta dari berbagai negara. Pengakuan terhadap keterampilan ini ikut mengangkat kredibilitas racikan lokal; konsumen global lebih mudah memperhatikan produk ketika ada sosok dan keahlian nyata di baliknya. Langkah berikutnya mengarah ke Polandia. Rico, Eka, dan I Kadek Suniantara dijadwalkan mengikuti FOOD TOWN Flair Challenge IV pada 18–19 November 2026, dengan rencana berangkat pada 16 November untuk memperkenalkan kemampuan bartender Bali sekaligus mempromosikan arak. Ini merupakan upaya membuka pasar dan perhatian, bukan bukti bahwa arak Bali telah beredar luas di Eropa. Pembeda itu penting agar harapan internasional tetap bertumpu pada capaian yang benar-benar terjadi.

Arak Tradisional Naik Kelas lewat Mixologi dan Panggung Dunia

Potensi premium perlu dibangun dengan konsisten

Lelang amal memberi sinyal bahwa arak tradisional dapat memiliki daya tarik sebagai bagian dari gaya hidup premium

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!