Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dua Lagu Ceria Anak, Dua Pesan yang Mengusik Hati

Dua Lagu Ceria Anak, Dua Pesan yang Mengusik Hati
Minat|Menyanyi

Keceriaan yang menutupi kegelisahan

Makna lagu anak tidak selalu sesederhana lirik dan melodi yang mudah diingat; kadang, nada ceria menjadi cara untuk menyampaikan kecemasan, harapan, dan pelajaran moral kepada pendengarnya. Itulah yang mempertemukan “It’s a Small World” dari Disney dengan “Tri Zhelaniya” dari Masha and the Bear: keduanya terdengar ramah bagi anak-anak, tetapi mengajak orang dewasa memikirkan ancaman dan pilihan manusia.

Meski demikian, keduanya bergerak ke arah berbeda. “It’s a Small World” membalut doa bagi perdamaian dunia dengan irama riang yang berulang, sedangkan “Tri Zhelaniya” membawa dongeng tentang ikan emas ke suasana melankolis. Kontras itu bukan hiasan belaka. Justru dari benturan antara bunyi dan isi, muncul pesan yang lebih tajam: manusia perlu berhenti sebelum menghancurkan sesama atau merampas kebebasan makhluk lain.

Lagu Disney yang lahir di bawah bayang-bayang perang

Akar “It’s a Small World” bukan sekadar optimisme Disney. Pada awal dekade 1960-an, ketegangan Perang Dingin dan Krisis Misil Kuba pada 1962 membuat ancaman perang nuklir antara Amerika Serikat dan Uni Soviet terasa sangat dekat. Di tengah ketakutan itu, Walt Disney meminta Sherman Brothers—Richard dan Robert Sherman—merancang lagu kebangsaan tentang perdamaian dunia untuk New York World's Fair 1964.

Hasilnya terdengar seperti lagu perayaan: melodi yang gampang melekat, boneka dari berbagai penjuru dunia, dan gambaran tentang manusia yang berbagi matahari serta bulan yang sama. Namun, keceriaan itu menyimpan desakan yang serius. Bumi terlalu kecil untuk dihancurkan oleh ego perang, sementara masa depan anak-anak berada di tangan para pemimpin. Karena itu, pengulangan dan keramahan lagunya terasa seperti ajakan agar orang-orang berhenti sejenak dari permusuhan. Mendengarkannya kembali saat dewasa mengubahnya dari hiburan wahana menjadi pengingat bahwa karya seni dapat lahir dari rasa takut sekaligus menjadi doa untuk damai.

Tiga permintaan, satu ujian empati

Berbeda dari seruan perdamaian berskala dunia, “Tri Zhelaniya”—berarti “Tiga Permintaan”—menempatkan persoalan moral dalam kisah yang lebih intim. Lagu Masha and the Bear ini mengangkat fabel tentang manusia yang bertemu ikan emas ajaib, yang dapat mengabulkan tiga permintaan besar dengan syarat kebebasannya dikembalikan.

Alih-alih merayakan kemungkinan memperoleh kekayaan, kuasa, atau kemewahan, lagu ini menyoroti godaan keserakahan dan perlunya empati. Keinginan manusia berbenturan dengan jeritan kebebasan makhluk yang tertangkap: apakah semua yang bisa diminta pantas untuk diminta? Dalam adegan memancing, alunannya melankolis dan syahdu, mengubah suasana riang menjadi perenungan yang sunyi. Perubahan suasana itu penting, sebab ia menolak anggapan bahwa keajaiban selalu menyenangkan. “Tri Zhelaniya” mengingatkan bahwa mengejar ambisi sendiri tanpa memikirkan pihak lain dapat mengorbankan ketenangan batin, kemanusiaan, dan kebebasan.

Dua Lagu Ceria Anak, Dua Pesan yang Mengusik Hati

Dua nada ceria, dua peringatan

Perbedaan kedua lagu menjelaskan mengapa makna lagu anak patut didengar, bukan hanya dinyanyikan. “It’s a Small World” menggunakan keceriaan sebagai kontras terhadap ancaman kolektif: banyak bangsa dapat bernyanyi bersama, sementara dunia nyata nyaris terseret ke perang nuklir. “Tri Zhelaniya” memilih perubahan suasana; melodi yang sendu memberi ruang untuk merasakan nasib makhluk yang kehilangan kebebasan.

Pesan pertama meminta manusia mengendalikan ego politik agar bumi tidak menjadi korban. Pesan kedua meminta seseorang menahan keinginan pribadi dan melihat penderitaan pihak lain. Keduanya tidak menggurui lewat uraian panjang. Satu menyelipkan kecemasan di balik lagu yang riang, satu lagi membiarkan nada melankolis mengusik penonton. Bagi orang dewasa yang kembali mendengarnya, inilah nilai lebih dari lagu anak: hiburan sederhana bisa menyimpan pertanyaan yang tak sederhana.

Kesimpulannya, keceriaan dua lagu ini bukan bukti bahwa pesannya ringan. “It’s a Small World” lahir dari ketakutan akan kehancuran dan menawarkan perdamaian sebagai jawaban; “Tri Zhelaniya” menguji keserakahan dengan empati dan penghormatan pada kebebasan. Mendengarkan keduanya dengan saksama berarti menangkap pesan yang sering tertutup oleh melodi: jangan biarkan ambisi menghapus kemanusiaan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!