Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Danantara Siapkan Rp200 Triliun untuk Mesin Investasi Negara

Danantara Siapkan Rp200 Triliun untuk Mesin Investasi Negara
Minat|Asia Tenggara

Dividen BUMN menjadi sumber utama

Danantara adalah badan pengelola investasi yang mengonsolidasikan aset BUMN dan menyalurkan modal ke proyek komersial serta pembangunan nasional untuk menciptakan nilai ekonomi tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran negara. Pada 26 Oktober 2026, COO Danantara Dony Oskaria menyatakan lembaga itu menyiapkan Rp200 triliun untuk investasi pada 2027, dengan mayoritas dana berasal dari dividen BUMN di bawah naungannya. Pilihan ini masuk akal: laba perusahaan negara dapat diputar kembali menjadi modal, bukan hanya disetor dan berhenti sebagai penerimaan. Namun, dividen bukan sumber tanpa batas. Jika penarikan terlalu besar, perusahaan bisa kehilangan ruang untuk merawat usaha dan membiayai pertumbuhan. Karena itu, besarnya investasi Danantara 2027 akan berarti jika pengelolaan BUMN tetap sehat dan pembagian laba tidak mengorbankan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan berkelanjutan.

Porsi komersial menentukan langkah awal

Rencana alokasi 2027 masih disusun dalam dokumen RKAP, sehingga pembagian dana final belum diumumkan. Namun, Danantara menyebut porsi proyek investasi komersial kemungkinan lebih besar daripada pembiayaan proyek pemerintah. Perkiraan sementara menempatkan sekitar 65–70 persen pada Danantara Investment Management, yang menangani investasi komersial dan dinilai lebih siap; Danantara Development Management Fund akan berfokus pada proyek strategis jangka panjang. Prioritas ini patut didukung selama imbal hasil dan risikonya dinilai terbuka, bukan sekadar mengejar penyerapan dana. Di sisi pembangunan, mandat Danantara mencakup proyek energi, perlindungan pesisir, perumahan rakyat, konektivitas, serta penguatan industri kendaraan listrik. Dampaknya bisa terasa dalam layanan dan infrastruktur sehari-hari. Namun, proyek strategis yang belum layak dibiayai pasar memerlukan skema pembagian risiko yang jelas agar biaya akhirnya tidak diam-diam berpindah ke publik.

Aset besar menuntut akuntabilitas lebih besar

Danantara mengonsolidasikan aset dari delapan BUMN besar, termasuk bank, telekomunikasi, listrik, dan energi, untuk memperkuat perannya dalam investasi dan pengelolaan aset negara strategis. Skala itu menawarkan peluang mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi ukuran aset saja bukan ukuran keberhasilan. Pada 2025, entitas konsolidasi mencatat laba bersih Rp325,5 triliun; kinerja tersebut menunjukkan potensi, bukan jaminan bahwa setiap proyek baru akan menghasilkan manfaat. Pengamat juga menilai kapasitas Danantara belum digunakan maksimal dan mengingatkan bahwa konsolidasi serta penataan anak usaha harus berjalan lebih nyata. Ada pula pekerjaan penting pada transparansi dan disiplin dividen. Bila proyek berutang tetapi tetap ditopang jaminan pemerintah, beban fiskal bisa berpindah bentuk, bukan menghilang. Kesimpulannya, Rp200 triliun dapat menjadi mesin pertumbuhan hanya jika investasi dipilih dengan ukuran komersial yang tegas, manfaat publik dihitung terbuka, dan risiko dipertanggungjawabkan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!