Dari Sneaker Ikonik ke Ballet Flats: Inti Kolaborasi Jennie x adidas
Kolaborasi Jennie adidas kolaborasi adalah proyek desain bersama antara Jennie BLACKPINK dan adidas Originals yang menafsirkan ulang sneaker klasik Superstar menjadi Superstar ballet sneaker bernuansa balet, diluncurkan sebagai koleksi kapsul global yang menggabungkan estetika feminin, sporty, dan konsep "Functional Grace" ke dalam sepatu serta apparel balé adidas untuk penggemar fashion modern. Dari awal, kolaborasi ini tidak sekadar menempelkan nama idol pada produk; Jennie tampil sebagai co-creator yang ikut merombak DNA salah satu ikon terbesar adidas. Ia sudah menjadi duta merek sejak 2018, muncul di kampanye besar Superstar pada 2025, dan kini diangkat menjadi perancang langsung koleksi bertajuk "adidas Originals by JENNIE". Langkah ini terasa seperti promosi tidak resmi: dari brand ambassador ke kreator gaya yang punya sudut pandang kuat. Pilihan untuk memadukan balet dan streetwear menunjukkan bahwa adidas memberi ruang pada sensibilitas pribadi Jennie, bukan sekadar memanfaatkan popularitasnya.

Superstar SQ Ballet: Ketika Shell Toe Bertemu Pointe Shoe
Superstar SQ Ballet adalah inti visual dari kolaborasi ini: reinterpretasi modern dari siluet Superstar klasik yang ikonik dengan sentuhan balet yang kental. Secara desain, Jennie ikut merombak adidas Superstar menjadi sepatu bergaya ballet yang lebih feminin, menghadirkan versi dengan ujung persegi yang dibuat menyerupai ballet sneakers berbahan kulit. Ujung kotak ini menggantikan bentuk shell toe klasik, namun tetap mempertahankan identitas Superstar melalui sol karet dan referensi jelas ke bentuk shell toe aslinya. Detail tali elastis dan pita kecil di bagian atas memberi nuansa balletcore kuat, sementara upper kulit premium dengan lapisan lambskin lembut di bagian dalam menegaskan bahwa ini bukan sekadar gimmick estetika. Dua opsi warna Off White/Core Black/Core White dan Core Black/Core Black/Off White menunjukkan strategi gaya yang cerdas: cukup netral untuk dipakai sehari-hari, namun tetap mencolok bagi kolektor sneaker. Di sini, sneaker klasik benar-benar bergeser ke wilayah ballet flats yang chic tanpa kehilangan DNA sporty.
Apparel Balé adidas: Balet Bukan Lagi Kostum Panggung
Kekuatan koleksi kapsul ini bukan hanya pada Superstar ballet sneaker, tetapi pada cara Jennie memperluasnya menjadi ekosistem apparel balé adidas yang lengkap. Selain sepatu, koleksi menghadirkan deretan apparel terinspirasi balet namun tetap fungsional untuk gaya sehari-hari: reworked track tops & pants, wrap skirts, knit cardigans, sheer bodysuits & leggings, hingga leg warmers dan kaus kaki dengan potongan unik. Dengan komposisi ini, balet dipindahkan dari panggung ke jalanan—lebih dekat ke lemari pakaian sehari-hari penggemar fashion daripada kostum pertunjukan. Konsep "Functional Grace" terasa jelas: kelembutan dan gerak balet diterjemahkan ke potongan yang bisa dipakai untuk beraktivitas, bukan hanya foto lookbook. Koleksi adidas Originals by JENNIE mulai tersedia secara global pada 1 September 2026 melalui kanal resmi adidas, menandai momen ketika balletcore secara literal diadopsi oleh salah satu raksasa sportswear, bukan lagi tren niche di kalangan stylist.
Evolusi Gaya Jennie: Dari Fallen Angel ke Functional Grace
Yang membuat kolaborasi ini menarik adalah konteks karier Jennie sebagai solois. Sebelum peluncuran resmi, ia menggelar acara eksklusif di West Hollywood pada 27 Agustus 2026, sekaligus memperkenalkan EP terbarunya Fallen Angel yang berisi tiga trek. EP dengan judul dramatis itu menandai fase lebih gelap dan introspektif dari persona Jennie, sedangkan "adidas Originals by JENNIE" memantulkan sisi lain: kontrol, keanggunan, dan kekuatan balet yang ia sebut ingin ia satukan dalam desain. Pernyataannya tentang menyatukan kelembutan dan pengendalian balet dengan "perasaan ruang yang tak terbatas dan tak dikenal" terasa seperti manifesto gaya pribadi, bukan sekadar caption promosi. Kini, Jennie bergabung dengan deretan musisi seperti Beyoncé dan Bad Bunny yang juga memiliki koleksi eksklusif bersama adidas, tetapi posisinya lebih spesifik: idol K-pop yang membawa referensi balet ke ranah sportswear mainstream. Kolaborasi ini jelas bukan akhir, melainkan babak yang memposisikan Jennie sebagai figur yang memengaruhi arah estetika sneaker dan apparel balé di masa depan.






