Zankore: Definisi Singkat dan Mengapa Peluncurannya Penting
Zankore by Indosat adalah platform infrastruktur AI terintegrasi yang dirancang sebagai “pabrik AI” berkekuatan hingga 1 gigawatt daya komputasi, menggabungkan jaringan telekomunikasi, data center, dan teknologi accelerated computing NVIDIA untuk melayani kebutuhan komputasi AI berskala besar di kawasan Asia-Pasifik, sekaligus memosisikannya sebagai salah satu hub utama bagi ekonomi digital berbasis kecerdasan buatan. Peluncuran Zankore bukan sekadar proyek teknologi baru; ini adalah pernyataan ambisius bahwa pusat gravitasi komputasi AI tidak harus berada di Amerika atau Eropa. Dengan target infrastruktur AI 1 GW, proyek ini memindahkan perhatian ke data center AI Asia-Pasifik dan menantang asumsi lama bahwa kawasan ini hanya menjadi konsumen, bukan produsen, kapasitas komputasi. Di tengah lonjakan aplikasi generatif dan analitik canggih, langkah Indosat Ooredoo Hutchison bersama Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA menunjukkan bahwa operator telekomunikasi tidak lagi puas hanya menjual konektivitas; mereka ingin menguasai lapisan komputasi yang menjadi bahan bakar AI.
Kolaborasi Telekomunikasi–Teknologi: Strategi Membangun Infrastruktur AI 1 GW yang Tangguh
Inti kekuatan Zankore Indosat terletak pada cara empat pemain besar membagi peran dan risiko dalam membangun infrastruktur AI 1 GW. Ooredoo Group bertindak sebagai sponsor utama dengan modal jangka panjang dan mandat untuk memperluas jangkauan ke level regional, sementara Indosat membawa jaringan telekomunikasi, pusat data, serta pengalaman pasar lokal sebagai fondasi operasional. Di sisi teknologi, kolaborasi NVIDIA Nokia menjadi tulang punggung teknis: NVIDIA menyumbang accelerated computing, GPU generasi terbaru, perangkat lunak AI, dan ekosistem DSX sebagai arsitektur referensi AI Factory, sedangkan Nokia menghadirkan jaringan berbasis AI untuk konektivitas berkecepatan tinggi yang aman dan stabil. Ini bukan kerjasama simbolis; tanpa jaringan yang cukup andal, kapasitas 1 GW hanya akan menjadi angka di presentasi. Kolaborasi lintas disiplin ini menunjukkan strategi yang jauh lebih matang: membangun pabrik AI yang terukur dari sisi daya, komputasi, dan jaringan sekaligus, bukan menambal satu per satu ketika permintaan meningkat.
Skala Teknis: 1 GW, 200 MW di 2027, dan Efisiensi Daya 40%
Jika angka 1 gigawatt terdengar abstrak, tahap awal Zankore membuatnya lebih nyata: sekitar 200 megawatt kapasitas AI ditargetkan tersedia pada paruh pertama 2027 menggunakan NVIDIA GB300 NVL72. Dalam dunia data center AI Asia-Pasifik, ini adalah lonjakan signifikan, setara lompatan beberapa generasi dibanding fasilitas komputasi tradisional. Di baliknya, NVIDIA DSX dipakai sebagai referensi arsitektur yang mengintegrasikan komputasi, jaringan, pasokan daya, sistem pendingin, dan operasional menjadi satu sistem untuk mengoptimalkan setiap megawatt daya yang masuk. Mengingat biaya listrik mendominasi operasi data center, fokus Zankore pada efisiensi bukan aksesori. Integrasi NVIDIA DSX MaxLPS, yang dirancang mengoptimalkan penggunaan daya secara dinamis pada berbagai lapisan GPU, disebut berpotensi menaikkan kapasitas komputasi hingga 40 persen dengan jumlah daya listrik yang sama. "Dengan target kapasitas 1 gigawatt AI Factory, Zankore by Indosat diharapkan menjadi fondasi penting bagi percepatan transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi berbasis AI di kawasan Asia-Pasifik," kata keterangan resmi perusahaan.
Dampak bagi Pengguna, Startup, dan Pemerintah di Asia-Pasifik
Pertanyaan pentingnya: apa arti pabrik AI 1 GW ini bagi pengguna biasa dan pelaku industri di Asia-Pasifik? Pertama, kapasitas komputasi yang besar membuka peluang bagi penyedia layanan cloud untuk menawarkan model AI yang lebih kompleks, cepat, dan terjangkau, tanpa harus bergantung pada data center di benua lain. Kedua, pemerintah dan institusi riset mendapatkan jalur akses ke komputasi AI yang aman dan berdaulat, relevan untuk proyek seperti analitik kesehatan populasi, sistem transportasi cerdas, atau deteksi bencana. Platform ini dirancang melayani perusahaan, pemerintah, penyedia komputasi awan, dan pengembang AI di kawasan, sehingga startup lokal dapat men-deploy aplikasi generatif, computer vision, atau rekomendasi dengan latensi rendah dan kepastian kapasitas. Perusahaan menyebut platform tersebut diharapkan mempercepat pengembangan dan penerapan teknologi AI sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara dan Asia-Pasifik. Tanpa ekosistem seperti ini, banyak ide AI lokal akan mentok di tahap demo karena keterbatasan komputasi; Zankore, jika terealisasi sesuai rencana, bisa mengurangi hambatan itu.
Apakah Zankore Bisa Menjadi Hub AI Regional yang Sesungguhnya?
Ambisi menjadikan Zankore sebagai salah satu platform infrastruktur AI terbesar di Asia-Pasifik berangkat dari keyakinan bahwa kawasan ini siap berperan sebagai hub, bukan sekadar pasar. Pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan dukungan terhadap inisiatif yang memperkuat daya saing digital sekaligus menjamin manfaat AI dirasakan luas oleh masyarakat. Di atas kertas, kombinasi modal Ooredoo, jaringan Indosat, ekosistem NVIDIA, dan teknologi Nokia layak mengantar Zankore ke posisi sentral. Namun keberhasilan akhirnya akan ditentukan oleh hal yang tidak tercantum dalam siaran pers: kualitas kebijakan data, kesiapan talenta, dan keberanian pelaku industri lokal memanfaatkan kapasitas ini untuk produk nyata. Jika faktor-faktor tersebut menyusul, Zankore bukan hanya simbol kebangkitan data center AI Asia-Pasifik, melainkan pabrik AI yang betul-betul mengubah cara bisnis, pemerintah, dan masyarakat mengadopsi kecerdasan buatan. Tanpa itu, 1 gigawatt hanya akan menjadi angka ambisius dalam brosur promosi.






