Verdik awal: flagship mahal yang masuk akal untuk fotografer mobile
Vivo X300 Pro adalah smartphone flagship dengan kamera 200MP ZEISS, Photography Kit opsional, dan OriginOS 6 yang dirancang untuk pengguna yang menempatkan fotografi dan videografi mobile sebagai prioritas utama, menawarkan zoom smartphone profesional, perekaman 4K 120fps, serta baterai besar untuk pemakaian seharian bagi fotografer dan kreator konten yang serius. Di harga sekitar Rp18.999.000 untuk konfigurasi tunggal 16 GB RAM dan 512 GB penyimpanan, ini bukan perangkat untuk semua orang. Namun, bagi fotografer mobile yang ingin mengganti kamera mirrorless entry-level dengan kamera 200MP smartphone plus lensa ZEISS mobile, paket yang ditawarkan terasa cukup masuk akal. Fokusnya jelas: kualitas gambar, fleksibilitas zoom, dan workflow yang kuat, sementara aspek lain seperti integrasi ekosistem dan software kamera media sosial masih punya pekerjaan rumah.
| Spesifikasi | Detail | Catatan |
|---|---|---|
| Prosesor | MediaTek Dimensity 9500, 3 nm | Kelas flagship, efisien dan kencang |
| RAM & Storage | 16 GB LPDDR5X + 512 GB UFS 4.1 | Satu konfigurasi, cukup lega untuk file foto/video |
| Kamera belakang | 50MP utama + 50MP ultrawide + 200MP telefoto ZEISS APO | Telefoto 200MP jadi bintang utama |
| Video utama | Hingga 8K 30fps, 4K 120fps | Serius untuk konten sinematik slow motion |
| Baterai | 6.510 mAh BlueVolt, 90W FlashCharge, 40W wireless | Tahan lama, isi penuh sekitar 51 menit |
| Software | OriginOS 6 berbasis Android 16 | UI baru, fitur AI dan fotografi lebih lengkap |
| Harga | Rp18.999.000 (16 GB + 512 GB) | Segmen flagship dengan fokus kamera |
Kamera 200MP ZEISS dan Photography Kit: zoom yang benar-benar bisa diandalkan
Inti dari Vivo X300 Pro adalah kombinasi kamera 200MP smartphone dengan lensa ZEISS mobile dan aksesori Photography Kit. Modul telefoto ZEISS APO 200MP memakai sensor Samsung HPB 1/1,4 inci dengan OIS dan aperture f/2.67, menjadikannya salah satu telefoto paling serius di ranah smartphone untuk fotografi jarak jauh. Dalam pengujian, kamera telefoto ini mampu mempertahankan detail pada objek jauh sehingga cocok untuk konser, olahraga, dan pertunjukan. Photography Kit menambah daya tarik: lensa telefoto 2,35x yang dipasang di atas telefoto bawaan dapat memperpanjang focal length hingga sekitar 200 mm secara optik, memberi fleksibilitas zoom smartphone profesional yang biasanya hanya bisa dicapai kamera dedicated. Imaging Grip dengan tombol shutter, tuas zoom, exposure dial, tombol video, dan baterai internal 2.300 mAh membuat pengalaman memotret terasa seperti kamera sungguhan. Kekurangannya, paket lensa dan grip dijual terpisah dengan harga cukup tinggi, sehingga total biaya sistem fotografi lengkap meningkat signifikan.

Kualitas foto dan video: kuat, tapi software kamera belum sempurna
Setup tiga kamera belakang terdiri dari kamera utama 50MP Sony LYT-828 berukuran 1/1,28 inci dengan aperture f/1.57 dan OIS, ultrawide 50MP Samsung JN1 dengan autofocus, serta telefoto 200MP ZEISS APO. Menurut pengujian, hasil kamera Vivo X300 Pro dinilai sangat kuat, baik untuk foto maupun video, dengan kamera utama yang mampu mempertahankan detail dan warna dalam kondisi minim cahaya dan ultrawide yang ketajamannya cukup konsisten. "Dalam pengujian reviewer, kamera telefoto bahkan tetap mampu menghasilkan video berkualitas pada 4K 120 fps," menunjukkan betapa seriusnya kemampuan videografi jarak jauh perangkat ini. Kamera utama mendukung perekaman hingga 8K 30fps dan 4K 120fps, sementara kamera depan 50MP dengan autofocus sanggup merekam 4K 60fps untuk vlog dan konten profesional. Namun, ada catatan: stabilisasi video di kondisi low light dan optimalisasi kamera untuk aplikasi media sosial masih perlu perbaikan, sehingga kreator yang banyak mengandalkan upload langsung dari aplikasi mungkin akan menemui inkonsistensi kualitas.
OriginOS 6, performa Dimensity 9500, dan daya tahan baterai
OriginOS 6 menjadi perubahan software paling besar, menggantikan antarmuka sebelumnya dengan tampilan lebih modern, animasi halus, dan kustomisasi luas, termasuk lock screen dan Quick Settings. Fitur seperti Origin Island, AI Subtitles, AI Eraser, AI Live Call Translation, dan Office Kit menambah nilai bagi pengguna produktif dan fotografer yang butuh workflow cepat. Di sisi performa, Dimensity 9500 3 nm yang dipadukan dengan RAM 16 GB LPDDR5X dan storage 512 GB UFS 4.1 memberikan kinerja tinggi: Genshin Impact di pengaturan tinggi berjalan sekitar 59 FPS dengan suhu puncak 45 derajat Celsius, sementara game ringan seperti Mobile Legends bisa stabil di 120 FPS dengan suhu di bawah 40 derajat. Baterai BlueVolt 6.510 mAh mendukung 90W FlashCharge dan 40W wireless charging, dengan pemutaran video 1080p yang dapat bertahan lebih dari 32 jam dan pengisian dari kosong ke penuh sekitar 51 menit. Catatan kecil: beberapa game perlu pengaturan manual refresh rate layar ke mode tinggi agar frame rate maksimal, dan integrasi OriginOS 6 dengan perangkat tertentu belum selengkap versi di pasar lain.
Desain, build quality, dan pro-kontra untuk fotografer mobile
Secara fisik, Vivo X300 Pro memakai frame lebih flat dan modul kamera yang lebih minimalis, memberi kesan profesional dan tidak terlalu mencolok saat digunakan di lapangan. Pilihan warna Dune Brown, Cloud White, dan Phantom Black membuatnya mudah disesuaikan dengan gaya pengguna. Sertifikasi IP68 dan IP69 memberi rasa aman saat memotret di kondisi lingkungan menantang seperti hujan ringan atau area berdebu. Dengan kombinasi OriginOS 6, Dimensity 9500, kamera ZEISS 200MP, baterai 6.510 mAh, serta dukungan aksesori fotografi, Vivo X300 Pro jelas mencoba menjadi salah satu pusat ekosistem Vivo X300 Pro fotografi mobile. Di sisi positif, kamera telefoto dan opsi Photography Kit memberi jangkauan zoom yang jauh melampaui kebanyakan smartphone lain, sementara perekaman 4K 120fps membuka ruang kreatif untuk konten sinematik slow motion. Di sisi negatif, harga perangkat dan aksesori yang tinggi, fitur integrasi dengan perangkat tertentu yang belum lengkap, serta PR pada software kamera di low light dan aplikasi media sosial membuatnya kurang ideal bagi pengguna kasual yang hanya sesekali memotret.
Kelebihan
- Kamera telefoto ZEISS APO 200MP dengan detail kuat untuk fotografi jarak jauh dan zoom smartphone profesional.
- Dukungan Photography Kit (lensa telefoto 2,35x dan Imaging Grip) yang mengubah pengalaman memotret menjadi mirip kamera profesional.
- Perekaman video hingga 8K 30fps dan 4K 120fps, termasuk telefoto yang tetap berkualitas di 4K 120fps.
- Performa tinggi Dimensity 9500 dengan FPS stabil dan suhu terkontrol untuk sesi fotografi dan editing seharian.
- Baterai 6.510 mAh dengan daya tahan lebih dari 32 jam pemutaran video 1080p dan pengisian penuh sekitar 51 menit.
Kekurangan
- Photography Kit (lensa telefoto dan Imaging Grip) dijual terpisah, menambah biaya total sistem fotografi.
- Stabilisasi video di kondisi low light dan optimalisasi kamera untuk aplikasi media sosial masih perlu perbaikan.
- Beberapa fitur integrasi dengan perangkat tertentu belum selengkap versi OriginOS di pasar lain.
- Harga Rp18.999.000 menempatkannya di segmen flagship yang kurang menarik bagi pengguna kasual.







