Produk fungsional membuka pintu pasar
Kerajinan kayu Jepara untuk ekspor adalah produk berbahan kayu yang memadukan keterampilan lokal, fungsi sehari-hari, dan desain berciri khas agar menarik bagi pembeli di luar daerah maupun luar negeri. Keberhasilan pengrajin Mulyoharjo memperlihatkan bahwa jalan ke pasar internasional tidak hanya bertumpu pada mebel besar; benda kecil yang berguna pun punya tempat. Kisah ini memperluas percakapan yang sering berpusat pada pasar ekspor furniture kayu: nilai tambah juga dapat hadir dalam peralatan dapur dan cendera mata. Kidung Ali Jabar merintis Wood Mood pada 2020, saat pandemi, setelah melihat peluang usaha di tengah situasi sulit. Produknya mencakup sendok, spatula, garpu, piring, mangkuk, cangkir, dan talenan, selain gantungan kunci serta tempelan kulkas. Strategi ini masuk akal: konsumen mendapat pilihan suvenir yang bukan sekadar pajangan, tetapi dapat dipakai dalam keseharian.
Warisan ukir yang terus berkembang
Kekuatan Mulyoharjo tetap berakar pada keterampilan pengrajin ukir tradisional, tetapi tradisi itu tidak harus membatasi bentuk produk. Di galeri Muncul Akarmulia, ayah Tomi Susilo memulai usaha dengan memahat akar pohon tak terpakai menjadi karya ukir; karya awal itu laku dan kemudian dikembangkan secara mandiri






