Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Industri Olahraga Sebagai Mesin Ekonomi Baru

Industri Olahraga Sebagai Mesin Ekonomi Baru
Minat|Asia Tenggara

Olahraga Bukan Lagi Hiburan: Ia Adalah Industri Triliunan

Industri olahraga adalah ekosistem ekonomi yang mencakup penyelenggaraan event, hak siar, sponsor, infrastruktur, pariwisata olahraga, hingga aktivitas komersial pendukung yang bersama-sama menciptakan perputaran uang besar, lapangan kerja, dan penguatan citra suatu negara sebagai destinasi sport tourism yang menarik bagi penonton, atlet, dan investor global.

Angka-angkanya sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Nilai industri olahraga global diperkirakan mencapai sekitar Rp8.000 triliun, sementara sport tourism menyentuh Rp9.500 triliun. Di tengah kue ekonomi yang sangat besar ini, kontribusi nasional baru sekitar 0,5 persen atau Rp39,5 triliun. Ketimpangan antara potensi dan capaian itulah yang membuat pariwisata olahraga Indonesia harus diperlakukan sebagai agenda ekonomi strategis, bukan sekadar program pendukung sektor pariwisata umum. Jika tetap berada di pinggir, kita hanya akan menjadi penonton dalam industri yang terus tumbuh.

MotoGP Mandalika: Contoh Nyata, Bukan Sekadar Wacana

Momentum paling kuat yang menegaskan pariwisata olahraga Indonesia sebagai mesin ekonomi baru datang dari MotoGP Mandalika. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan bahwa dampak ekonomi MotoGP Mandalika hampir mencapai Rp5 triliun, sementara gelaran ini disebutnya “bukan kaleng-kaleng” karena efeknya nyata bagi pusat dan daerah.

Dampak ekonomi MotoGP Mandalika tidak berhenti di angka nominal. Event ini menggerakkan hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku UMKM di sekitar sirkuit, menciptakan efek multiplier pada pariwisata dan ekonomi lokal. Sirkuit Mandalika sendiri disebut sudah mulai mencatat kinerja operasional yang positif dan ditargetkan terpakai minimal 100 hari dalam setahun agar kapasitasnya tidak menganggur. Ajang balap ini telah naik kelas menjadi katalis industri olahraga nasional, menunjukkan bahwa ketika event dikemas serius, sport tourism berubah menjadi mesin penghasil pendapatan yang konsisten, bukan hanya pesta akhir pekan.

Visi Politik: Sport Tourism untuk Pertumbuhan 8 Persen

Pergeseran olahraga menjadi mesin ekonomi tidak terjadi di ruang hampa; ia berjalan seiring visi politik untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi. Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa pengembangan wisata olahraga adalah bagian dari dukungan terhadap target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang diinginkan Presiden Prabowo Subianto. Dampak ekonomi MotoGP Mandalika hampir Rp5 triliun disebut sebagai salah satu amunisi untuk meyakinkan bahwa jalur ini layak dikejar.

Optimalisasi pariwisata olahraga Indonesia dijalankan melalui dua jalur: deregulasi dan perencanaan jangka panjang. Kementerian memangkas regulasi industri olahraga dari 191 aturan dengan sekitar 1.500 pasal menjadi empat regulasi dengan 600 pasal saja. Selain itu, diluncurkan pula desain besar pengembangan industri olahraga dan platform digital Sport in Indonesia untuk mengintegrasikan informasi agenda olahraga dengan layanan tiket, visa, dan panduan keselamatan wisatawan. Ini sinyal jelas: negara mulai memperlakukan olahraga sebagai sektor ekonomi prioritas, bukan pelengkap.

Strategi Menggali Wisata Olahraga Potensial

Jika kontribusi sport tourism nasional baru sekitar 0,5 persen dari nilai global Rp9.500 triliun, artinya ruang tumbuhnya masih hampir tak terbatas. Erick Thohir berulang kali menekankan bahwa potensi wisata olahraga potensial ini harus digarap jauh lebih maksimal karena selama ini sering terabaikan. MotoGP Mandalika menjadi bukti bahwa ketika ada event kelas dunia, efeknya merembet ke banyak sektor sekaligus, dari citra destinasi hingga aktivitas investasi.

Namun, kuncinya bukan menambah event tanpa rencana, melainkan mengemasnya dalam ekosistem yang saling menguatkan. Erick mengusulkan agar Mandalika pada periode 2027–2029 meniru konsep Formula 1 di Singapura, memadukan balapan dengan konferensi bisnis dan investasi dalam satu pekan kegiatan. Gagasan ini menempatkan pariwisata olahraga Indonesia dalam logika ekonomi regional: event menjadi pintu masuk modal, teknologi, dan jejaring bisnis, bukan hanya ajang tontonan. Ketika potensi sebesar itu digali konsisten, ia diyakini akan menghasilkan nilai lebih besar dari capaian sekarang.

Penutup: Dari Satu Event ke Ekosistem

Arah kebijakan sudah jelas: industri olahraga nasional dan pariwisata olahraga Indonesia harus diubah menjadi mesin ekonomi baru, bukan proyek seremonial. Nilai global industri olahraga dan sport tourism yang mencapai Rp8.000 triliun dan Rp9.500 triliun, kontras dengan kontribusi lokal yang baru 0,5 persen, adalah alarm sekaligus peluang.

MotoGP Mandalika dengan dampak ekonomi mendekati Rp5 triliun menunjukkan bahwa ketika event dirancang sebagai bagian dari strategi, hasilnya konkret. Tantangannya sekarang adalah mengulang kesuksesan itu secara sistematis: memperbanyak event berkualitas, menjaga keberlanjutan infrastruktur, dan memastikan kebijakan yang sudah dipangkas tetap pro-investasi. Jika kesenjangan antara potensi dan realisasi dapat dipersempit, sport tourism tidak lagi sekadar pelengkap pariwisata, melainkan salah satu lokomotif utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!