Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Warisan Art Deco Hotel Bersejarah: Daya Tarik Global di Era Modern

Warisan Art Deco Hotel Bersejarah: Daya Tarik Global di Era Modern
Minat|Gaya Dekorasi

Art Deco Bukan Sekadar Gaya, Tapi Strategi

Desain art deco hotel adalah pendekatan arsitektur dan interior yang menonjolkan garis geometris tegas, material mewah, serta detail dekoratif simetris, yang kini dibangkitkan ulang sebagai identitas khas hotel bersejarah untuk menarik tamu global di tengah standar keramahtamahan modern yang kian seragam. Dalam konteks perhotelan, art deco bukan nostalgia romantis belaka, melainkan strategi diferensiasi yang konkret. Ketika banyak properti baru mengusung estetika minimalis, hotel klasik kontemporer dengan akar art deco menawarkan pengalaman visual yang kaya, berlapis sejarah, dan terasa lebih personal. Warisan estetika inilah yang kini diangkat ke panggung internasional melalui portofolio jaringan global, menjadikan interior heritage modern sebagai nilai jual utama, bukan sekadar pelengkap. Pertanyaannya: apakah dunia perhotelan siap memberi ruang lebih besar bagi karakter unik semacam ini?

Grand Hotel Preanger: Dari Simbol Kota ke Portofolio Global

Grand Hotel Preanger Bandung resmi bergabung dengan Tribute Portfolio, sebuah brand dalam jaringan Marriott Bonvoy yang menaungi hotel independen berkarakter kuat. Bergabungnya hotel bersejarah di Jalan Asia Afrika ini juga menandai debut pertama Tribute Portfolio di Jawa Barat. Dengan 188 kamar dan suite, hotel ini membawa identitas sejarah dan arsitektur Bandung ke jaringan perhotelan global. Langkah tersebut bukan sekadar ekspansi komersial; ini adalah pernyataan bahwa hotel bersejarah Indonesia memiliki tempat setara dalam arena perhotelan dunia. Hotel yang berdiri sejak 1897 ini dikenal dengan arsitektur Tropical Art Deco yang melekat pada bangunannya. Bangunannya didesain ulang pada 1929 oleh arsitek Belanda C.P. Wolff Schoemaker dengan sentuhan Soekarno. Dalam bahasa tajam, keputusan masuk ke portofolio global adalah cara mengamankan masa depan warisan ini, bukan mengkomersialkannya secara buta.

Heritage, Reimagined: Ketika Nostalgia Bertemu Standar Modern

Konsep “Heritage, Reimagined” yang diusung Grand Hotel Preanger adalah jawaban terhadap dilema klasik: mempertahankan keaslian atau mengejar kenyamanan modern. Hotel ini memilih jalan tengah yang cerdas. Sejumlah elemen sejarah dipertahankan, sementara desain kontemporer dan fasilitas modern ditambahkan untuk menyelaraskan pengalaman tamu dengan standar masa kini. Kamar-kamar yang mulai dari 32 meter persegi memadukan elemen historis dengan fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan saat ini. Inilah definisi praktis interior heritage modern: bukan museum beku, melainkan ruang hidup yang nyaman dan relevan. Kutipan penting dari manajemen menegaskan posisi ini: “Grand Hotel Preanger Bandung selalu menjadi tempat di mana sejarah, budaya, dan komunitas bersatu”. Artinya, desain art deco hotel ini tidak hanya dipoles untuk estetika, tetapi untuk menjaga hubungan emosional dengan kota dan warganya.

Mengemas Warisan: Dari Ruang Makan hingga Ruang Pertemuan

Daya tarik hotel bersejarah Indonesia seperti Preanger tidak berhenti pada fasad dan kamar. Di ranah kuliner, Huis Van Preanger berperan sebagai restoran all-day dining yang menggabungkan hidangan internasional, kuliner nusantara, dan cita rasa Jawa Barat, termasuk menu bernuansa Belanda di area Dutch Corner. Sementara itu, The Saloon Lounge menghadirkan kopi lokal, afternoon tea, serta pertunjukan musik Sunda dan jazz untuk membangun ruang interaksi antara tamu dan masyarakat. Dari sisi fungsi, hotel menyediakan area pertemuan seluas 1.993 meter persegi, termasuk ballroom 678 meter persegi yang dapat menampung hingga 800 orang dan 11 ruang pertemuan. Angka-angka ini menunjukkan bahwa hotel klasik kontemporer bisa sekaligus menjadi pusat bisnis, budaya, dan desain. Warisan art deco di sini bukan dekor tempelan, tetapi bingkai yang menyatukan pengalaman kuliner, acara, dan komunitas dalam satu narasi.

Masa Depan Hotel Klasik Kontemporer di Pasar Global

Bergabungnya Grand Hotel Preanger ke Tribute Portfolio memperluas akses hotel ini ke jaringan wisatawan global melalui Marriott Bonvoy. Ini memberi pesan jelas: pasar internasional haus akan pengalaman yang berbeda dari hotel generik. Menurut manajemen regional, karakter sejarah panjang dan posisi kuat hotel ini dalam perkembangan budaya kota menjadi alasan kesesuaian dengan konsep Tribute Portfolio. Ke depan, pengembangan hotel mencakup rencana pembukaan spa dan pusat kebugaran baru pada 2027. Ini mempertegas arah evolusi interior heritage modern: fasilitas terus diperbarui, sementara elemen ikonik art deco tetap dijaga. Konsep seperti The Saloon Lounge yang menghubungkan tamu dengan kopi lokal dan musik Sunda adalah contoh bagaimana pelestarian desain dan budaya dapat menarik wisatawan budaya sekaligus penggemar desain. Jika model ini diikuti luas, hotel bersejarah Indonesia lain berpotensi menjadi magnet global berikutnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!