Verdik Awal: Gaming Mid-Range Serius, Bukan Sekadar Gimmick
Tecno Pova 8 Pro 5G adalah smartphone gaming kelas menengah-atas yang menggabungkan layar AMOLED 144Hz, arsitektur dual chipset, Alive Matrix Display di belakang, dan baterai 6.500 mAh untuk gamer yang ingin performa tinggi tanpa harus naik ke kelas flagship. Di atas kertas, ini tampak seperti paket lengkap: tampilan futuristis, fitur gaming yang lengkap, plus kamera Sony 50 MP dengan OIS yang tidak mengabaikan kebutuhan foto sehari-hari. Namun, setelah menimbang spesifikasi, fitur, dan banderol resmi, jelas bahwa ini bukan ponsel untuk semua orang. Tecno Pova 8 Pro 5G lebih cocok untuk gamer yang memprioritaskan layar cepat, stabilitas performa, dan desain mencolok, serta rela menerima beberapa kompromi di area lain demi pengalaman bermain yang lebih mantap.
Kelebihan
- Layar HyperLux AMOLED 6,78 inci 1.5K dengan refresh rate hingga 144Hz memberikan keunggulan jelas untuk gaming dan scrolling cepat.
- Arsitektur dual chipset dengan MediaTek Dimensity 7400 Ultimate 5G dan TECNO P1 Graphic Chip meningkatkan pemrosesan grafis dan fitur frame interpolation hingga 144 FPS.
- Baterai 6.500 mAh dengan 45W Super Charge dan bypass charging mendukung sesi gaming panjang tanpa mengorbankan kenyamanan saat dicas.
- Desain Interstellar Spaceship dengan Alive Matrix Display 177 LED menawarkan identitas visual unik yang jarang ada di kelas menengah.
Kekurangan
- Frame 144 FPS yang dicapai lewat frame interpolation, bukan selalu frame rate native, sehingga pengalaman tidak sama dengan performa chipset murni.
- Bodi ramping 7,39 mm dan berat 189 gram mungkin mengurangi ruang untuk sistem pendinginan ekstra besar, sehingga suhu bisa naik pada skenario ekstrem.
- Fokus kuat pada estetika futuristis dan panel LED belakang berpotensi terasa berlebihan bagi pengguna yang mengutamakan tampilan minimalis.
- Harga resmi menempatkannya di segmen menengah-atas, membuatnya bersaing langsung dengan banyak ponsel non-gaming yang menawarkan paket kamera dan software lebih matang.

Desain Futuristis dan Alive Matrix: Keren, Tapi Bukan Untuk Semua
Tecno menyebut bahasa desain Pova 8 Pro 5G sebagai Interstellar Spaceship Design, terinspirasi dari bentuk dan karakter pesawat luar angkasa dengan susunan geometris tegas di area kamera. Ini bukan ponsel yang berusaha tampak kalem; ia ingin terlihat seperti perangkat gaming sejak pertama kali dilihat. Kunci keunikannya ada pada Alive Matrix Display, panel LED belakang dengan 177 LED yang bisa menampilkan efek cahaya, animasi, notifikasi, panggilan, hingga berbagai skenario aktivitas. Menurut Tecno, panel ini bisa dikustomisasi dalam lebih dari 49 skenario, sehingga bagian belakang ponsel menjadi layar kedua yang memunculkan identitas visual Pova 8 Pro 5G. Dengan ketebalan hanya 7,39 mm dan bobot 189 gram, wajar kalau desain ini terasa mengesankan untuk ponsel gaming dengan baterai besar. Sayangnya, bagi sebagian pengguna, estetika agresif plus LED di belakang mungkin terasa mencolok dan kurang fleksibel untuk suasana formal.

Layar AMOLED 144Hz dan Dual Chipset: Bagus Untuk Gamer Kompetitif
Untuk gamer mid-range, Tecno Pova 8 Pro gaming menawarkan salah satu layar terbaik di kelasnya: panel HyperLux AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 1.5K (2644 × 1208 piksel) dan refresh rate hingga 144Hz. Gerakan di layar terasa mulus saat menggulir media sosial, berpindah menu, atau bermain game cepat, dibantu kecerahan normal 700 nits, mode HBM 1.600 nits, dan peak brightness hingga 4.500 nits. Layar AMOLED 144Hz ini juga mampu menampilkan 1,07 miliar warna, dengan rasio screen-to-body sekitar 93,18 persen dan perlindungan Corning Gorilla Glass 7i. Di sisi dapur pacu, arsitektur dual chipset smartphone ini mengandalkan MediaTek Dimensity 7400 Ultimate 5G 4 nm, octa-core hingga 2,6 GHz, plus GPU Arm Mali-G615 MC2. Chip kedua, TECNO P1 Graphic Chip (disebut juga POVA P1), membantu pengolahan grafis dan frame interpolation, sehingga Tecno mengklaim pengalaman gaming hingga 144 FPS pada game tertentu. Artinya, gamer kompetitif akan merasakan respons layar dan input sentuhan yang lebih cepat, meskipun frame tinggi ini tidak selalu berasal dari performa native chipset utama.
Baterai 6.500 mAh, Pendinginan, dan Kamera: Seberapa Tahan untuk Maraton?
Tecno Pova 8 Pro 5G membawa baterai 6.500 mAh dengan dukungan 45W Super Charge, cukup besar untuk mendukung sesi gaming dan aktivitas panjang. Fitur bypass charging mengalirkan listrik lebih langsung ke sistem saat bermain sambil mengisi daya, mengurangi beban ke baterai dan membantu stabilitas performa saat maraton gaming. Tecno juga menyematkan teknologi Battery Self-Healing yang diklaim bisa menjaga kesehatan baterai hingga enam tahun dalam kondisi penggunaan tertentu, meski hasil nyata tetap bergantung pola pemakaian dan lingkungan. Sistem pendinginan memakai vapor chamber seluas 5.000 mm² untuk membantu mengendalikan suhu saat prosesor dan GPU bekerja keras. Dalam praktik, ini menyeimbangkan bodi ramping dengan kebutuhan gaming berat, meski gamer yang benar-benar ekstrem mungkin masih bisa memaksa ponsel mencapai batas termalnya. Di luar gaming, kamera Sony 50 MP dengan OIS memberi nilai tambah yang jarang ditemui pada ponsel gaming mid-range, menjadikan ponsel ini lebih serbaguna.

Harga, Spek Inti, dan Posisi di Segmen Gaming Mid-Range
Di pasar gaming mid-range, Tecno membawa Pova 8 Pro 5G sebagai smartphone gaming kelas menengah-atas dengan fitur yang biasanya muncul di perangkat lebih mahal. Konfigurasi reguler 8 GB RAM + 256 GB penyimpanan dibanderol Rp5.999.000, sementara edisi Tonino Lamborghini Limited Edition dengan konfigurasi sama dijual Rp6.299.000. Perangkat mulai tersedia melalui Erafone dan toko resmi Tecno pada 5 September, dengan penjualan di sejumlah platform e-commerce mulai 9 September 2026. Di rentang harga ini, ponsel harus bersaing ketat dengan perangkat non-gaming yang menawarkan keunggulan lain seperti ekosistem software lebih matang atau modul kamera lebih komplet. Untungnya, Pova 8 Pro 5G mengimbanginya dengan kombinasi layar AMOLED 144Hz, dual chipset, vapor chamber 5.000 mm², bypass charging, Alive Matrix Display, kamera Sony 50 MP OIS, empat rating IP, serta dukungan jaringan 5G, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.4, NFC, dan berbagai sistem navigasi satelit. Untuk gamer yang ingin paket fitur gaming cukup lengkap di harga menengah-atas, value yang ditawarkan masih menarik.
| Spesifikasi | Detail | Catatan |
|---|---|---|
| Layar | HyperLux AMOLED 6,78" 1.5K, hingga 144Hz | Kecerahan hingga 4.500 nits, 1,07 miliar warna. |
| Chipset Utama | MediaTek Dimensity 7400 Ultimate 5G (4 nm) | Octa-core hingga 2,6 GHz, GPU Mali-G615 MC2. |
| Chipset Grafis | TECNO P1 Graphic Chip / POVA P1 | Mendukung frame interpolation hingga 144 FPS. |
| Baterai & Charging | 6.500 mAh, 45W Super Charge, bypass charging, reverse charging 10W | Plus teknologi Battery Self-Healing. |
| Desain & Dimensi | Interstellar Spaceship Design, Alive Matrix 177 LED | Ketebalan 7,39 mm, berat 189 gram. |
| Kamera Utama | Sony 50 MP dengan OIS | Fokus pada stabilitas gambar. |
| Konektivitas | 5G, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.4, NFC, multi-satelit | Lengkap untuk penggunaan harian dan gaming online. |
| Harga | Rp5.999.000 (reguler), Rp6.299.000 (Tonino Lamborghini) | Keduanya 8 GB RAM + 256 GB penyimpanan. |






