Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Keripik Buah UMKM Kota Batu Tembus Pasar Singapura

Keripik Buah UMKM Kota Batu Tembus Pasar Singapura
Minat|Asia Tenggara

Keripik Buah Ekspor: Dari Kota Batu ke Rak Toko Singapura

Keripik buah ekspor adalah produk pangan lokal berbasis buah dan sayur yang diolah dengan teknologi penggorengan modern, dikemas secara higienis, memenuhi standar mutu, lalu dikirim lintas negara sebagai camilan siap konsumsi bagi pasar ritel maupun grosir yang menuntut konsistensi rasa, keamanan pangan, dan pasokan berkelanjutan. Di balik pengiriman 6 ton keripik buah produksi UMKM Kota Batu ke Singapura dengan nilai transaksi sekitar Rp370 juta, ada pesan penting: pelaku usaha kecil tidak lagi sekadar pemain pinggiran, melainkan penyuplai serius di rantai pasok regional. Keberhasilan ini bukan kebetulan, tetapi hasil kombinasi pendampingan pemerintah, keberanian inovasi, dan kemampuan membaca selera konsumen luar negeri. Jika pola ini diulang oleh UMKM lain, peta ekspor produk pangan lokal akan berubah signifikan.

Keripik Buah UMKM Kota Batu Tembus Pasar Singapura

Kisah PT Arjuna Triple Nine: Dari Rempeyek ke 6 Ton Keripik Buah

PT Arjuna Triple Nine membuktikan bahwa UMKM Kota Batu bisa naik kelas tanpa kehilangan akar lokal. Perusahaan makanan ringan yang dirintis Hari Mastutik pada 2011 ini berawal dari produksi rempeyek sebelum bertransformasi ke keripik buah dan sayur berbahan baku lokal. Lonjakan skala terlihat jelas ketika mereka melepas ekspor 6 ton keripik buah dan sayur ke pasar Singapura pada 12 Oktober, volume yang sama juga tercatat sebagai pengiriman keripik buah senilai sekitar Rp370 juta. Ini bukan pengiriman perdana; kerja sama dengan mitra di Singapura sudah berjalan dua tahun, dengan volume yang berfluktuasi mengikuti permintaan dan sesekali menembus lebih dari satu kontainer. Kutipan yang layak dicatat: “Keripik buah bervolume 6 ton produksi Kota Batu dikirim ke Singapura… Nilai transaksinya mencapai sekitar Rp 370 juta.”

Peran Pendampingan dan Teknologi dalam Daya Saing UMKM Kota Batu

Keberhasilan ekspor ke Singapura tidak lahir dari kerja individu semata. Plt Kepala Diskumperindag Kota Batu menegaskan bahwa capaian ini terkait langsung dengan pendampingan UMKM yang dilakukan pemerintah kota sejak sebelum Pusat Layanan Usaha Terpadu berdiri. Pendampingan bertahap membantu usaha seperti PT Arjuna Triple Nine memperbaiki mutu, kemasan, dan manajemen hingga siap menembus pasar ekspor. Di sisi lain, perusahaan ini mengandalkan teknologi vacuum frying untuk mengolah keripik buah dan sayur, sehingga tekstur tetap renyah dan karakter bahan baku terjaga. Kombinasi dukungan kebijakan dan teknologi membuat produk pangan lokal mereka tidak kalah dari camilan impor. Kepala kantor bea cukai setempat menyebut pelepasan ekspor ini sebagai upaya memperluas pasar produk pangan olahan sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di pasar internasional.

Diversifikasi Produk Pangan Lokal dan Akses Pasar Regional

Ekspor keripik buah ekspor dari Kota Batu menunjukkan bahwa diversifikasi produk pangan lokal bukan jargon, tetapi strategi bisnis yang nyata. PT Arjuna Triple Nine tidak berhenti pada satu jenis camilan; melalui merek Famchips, mereka menawarkan berbagai varian keripik apel, pisang, salak, ubi ungu, paprika, hingga cabai. Pengiriman ke Singapura mencakup tujuh varian, termasuk keripik apel, ubi cilembu, dan ubi murasaki. Pasar luar negeri mereka pun tidak terbatas pada satu negara; sebelumnya produk sudah menjangkau Korea Selatan dan Hong Kong. Diversifikasi ini penting karena selera konsumen regional berbeda-beda dan permintaan berfluktuasi. Dengan portofolio produk yang lebar, UMKM lebih tahan terhadap perubahan tren dan memiliki peluang lebih besar untuk memperluas akses ke berbagai pasar regional, bukan hanya satu tujuan ekspor.

Dampak bagi Petani Lokal dan Agenda Ekspor UMKM Pangan

Di balik rak-rak toko di Singapura, ada petani lokal yang ikut merasakan dampak ekspor. PT Arjuna Triple Nine menggunakan bahan baku buah dan sayur dari petani sekitar, sehingga setiap lonjakan permintaan ekspor berarti tambahan nilai bagi hasil pertanian daerah. Pemanfaatan bahan baku lokal ini mengubah produk pangan lokal menjadi komoditas bernilai tambah tinggi, bukan sekadar hasil panen mentah yang dijual murah. Pemerintah daerah berharap keberhasilan ini memicu UMKM lain untuk meningkatkan kualitas dan daya saing agar mampu menembus pasar internasional. Kepala kantor bea cukai menilai pelepasan ekspor ini sebagai bagian dari upaya memperluas pasar produk pangan olahan dan menguatkan posisi UMKM di pasar internasional. Jika pola kolaborasi petani–UMKM–pemerintah ini terus diperkuat, ekspor UMKM pangan berpotensi menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!