Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

BTS Merchandise ARIRANG: Seni Lintas Abad dalam DALMAJUNG Keempat

BTS Merchandise ARIRANG: Seni Lintas Abad dalam DALMAJUNG Keempat
Minat|Jepang & Korea

ARIRANG DALMAJUNG: Ketika Merchandise Menjadi Ruang Pamer Seni

BTS merchandise ARIRANG dalam koleksi DALMAJUNG keempat adalah rangkaian produk resmi yang menggabungkan seni Korea tradisional, khususnya lukisan rakyat munjado era Joseon, dengan desain kontemporer yang terikat pada dunia visual album studio kelima BTS, ARIRANG, sehingga setiap benda fungsional seperti sapu meja mini atau toples keramik berubah menjadi medium naratif yang memvisualisasikan pesan musik dan simbol budaya lintas abad. Yang menarik dari koleksi ini bukan sekadar nama BTS di labelnya, tetapi keberanian menjadikan merchandise sebagai “ruang pamer berjalan” bagi seni rakyat. HYBE mengumumkan bahwa BTS DALMAJUNG 2026 mulai dijual pada Selasa, 22 September, bersamaan dengan pembukaan pop-up store di HYBE Yongsan di Seoul. Dari sini terlihat posisi ARIRANG: bukan produk tambahan, melainkan perpanjangan artistik dari album, yang secara sadar meminjam estetika museum untuk masuk ke kehidupan sehari-hari para penggemar.

BTS Merchandise ARIRANG: Seni Lintas Abad dalam DALMAJUNG Keempat

Munjado, Heungjeukdaegil, dan Cara BTS Mengartikan Ulang Simbol Tradisional

Pusat gagasan seni dalam koleksi ini adalah munjado, genre seni lukis rakyat era Joseon yang memadukan gambar dekoratif di dalam atau di sekeliling guratan karakter Tionghoa. BTS dan tim desain tidak mengambilnya sebagai ornamen kosong; mereka mengikatnya dengan lirik heungjeukdaegil dari lagu “Aliens” dalam album ARIRANG sebagai motif utama. Frasa heungjeukdaegil membawa makna bahwa kemalangan yang tampak nyata dapat berubah menjadi keberuntungan besar. Dikawinkan dengan simbol tradisional kebahagiaan, umur panjang, dan keberuntungan, pesan itu menjelma menjadi produk yang dirancang untuk memancarkan harapan akan kehidupan sehari-hari yang damai dan penuh berkah. Di sini terlihat sikap BTS terhadap seni Korea tradisional: bukan nostalgia pasif, tetapi tafsir ulang yang relevan dengan narasi mental health, harapan, dan transformasi yang selama ini kuat dalam diskografi mereka.

DALMAJUNG Koleksi: K-Pop Masuk ke Ekosistem Museum

DALMAJUNG koleksi kali ini menandai seri keempat sekaligus kolaborasi kedua antara HYBE dan Yayasan Museum Nasional Korea, setelah proyek bersama pada 2024 melalui merek souvenir resmi museum, MU:DS. Menurut Presiden Yayasan Museum Nasional Korea, Choung Yong-suk, kedua organisasi memutuskan melanjutkan kerja sama karena seri Dalmajung sebelumnya sukses memperkenalkan keindahan dan keunggulan warisan budaya Korea ke luar negeri melalui merchandise BTS. Pernyataan lanjutan, "Ke depannya, kami akan secara aktif mencari peluang di mana nilai merek para artis dan nilai warisan budaya kami dapat bersinar bersama," menjadi pengakuan eksplisit bahwa K-pop bukan lagi sekadar fenomena industri hiburan, melainkan mitra strategis lembaga budaya formal. Kolaborasi HYBE–museum ini menggeser batas antara gift shop museum dan toko merchandise artis: batasnya melebur, dan penggemar masuk ke ekosistem museum lewat benda-benda yang mereka pakai dan koleksi.

Dari 13 Produk ke Kehidupan Sehari-hari ARMY

Secara konkret, BTS merchandise ARIRANG dalam seri DALMAJUNG keempat terdiri dari 13 produk yang direncanakan: sapu meja mini, toples keramik, magnet pembawa keberuntungan berbentuk ikan pollock, kantong kecil yang menyerupai toples, serta kantong gonggi tradisional berisi tujuh batu permainan. Desainnya mengombinasikan burung bangau, rusa, awan, dan simbol lain yang terkait dengan sepuluh simbol panjang umur tradisional, bersama tiga kata kunci: BTS, ARIRANG, dan heungjeukdaegil. Pilihan bentuk ini jelas bukan kebetulan. Alih-alih barang koleksi yang hanya dipajang, banyak item dirancang agar bisa digunakan setiap hari. Koleksi ini “menciptakan produk-produk yang dirancang untuk memancarkan doa dan harapan demi kehidupan sehari-hari yang damai serta penuh berkah”. Dengan kata lain, seni Korea tradisional dibawa turun dari dinding galeri, disisipkan ke meja kerja, rak dapur, dan tas ARMY di mana pun mereka berada.

Pop-Up, Weverse, Museum: Tiga Pintu Masuk ke Budaya

Dari sisi pengalaman pengguna, strategi distribusi ARIRANG DALMAJUNG cukup jelas: pop-up store di HYBE Yongsan berlangsung hingga 11 Oktober, sementara merchandise juga dijual melalui Weverse Shop dan toko suvenir Museum Nasional Korea. Keputusan membuka tiga kanal ini membuat koleksi tidak terbatas pada pengunjung museum atau penggemar yang datang ke satu kota saja. Bagi ARMY, pop-up adalah ruang sosial, tempat merasakan atmosfir ARIRANG secara fisik. Bagi pengunjung museum, produk ini menjadi pintu masuk lembut ke dunia K-pop. Bagi pembeli online, ARIRANG hadir sebagai paket budaya yang dikirim ke rumah. Ketika HYBE IPX menyebut kolaborasi ini menghubungkan pesan musik BTS dengan warisan budaya Korea sambil menawarkan interpretasi baru motif tradisional, yang mereka bicarakan sebetulnya adalah demokratisasi akses budaya: seni museum tidak lagi eksklusif, melainkan ikut antri bersama paket belanja biasa.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!