Headphone premium dengan fokus pada pengalaman menyeluruh
Nothing Headphone (1) Pro adalah headphone over-ear premium yang memadukan sistem tiga driver, peredam bising aktif adaptif, audio spasial, dan baterai berdaya tahan panjang dalam desain transparan khas Nothing. Produk ini diperkenalkan secara global pada 29 September 2026, lalu resmi tersedia di Indonesia pada 28 Oktober 2026. Dengan harga Rp6.999.000, daya tarik utamanya bukan satu fitur tunggal, melainkan paket audio dan konektivitas yang lengkap. Bagi pendengar yang menginginkan headphone untuk perjalanan, bekerja, dan menikmati musik di rumah, spesifikasi ini terlihat menjanjikan. Namun, harga premium itu juga membuat pengalaman nyata—terutama kenyamanan dan mutu ANC—lebih penting daripada deretan fitur di atas kertas. Nothing mempertahankan earcup transparan dan menggunakan aluminium serta titanium, sementara bantalan telinga dibuat lebih tebal. Headphone ini tersedia dalam pilihan warna putih dan hitam mulai 28 Oktober 2026.

ANC kuat, tetapi hasilnya tetap bergantung pada pemakaian
Fitur paling menonjol pada headphone ANC Nothing ini adalah Adaptive Active Noise Cancellation yang menggunakan 10 mikrofon untuk mendeteksi suara sekitar dan angin. Nothing mengklaim peredaman mencapai 46 dB dalam kondisi pengujian tertentu. Angka itu memberi gambaran ambisi perangkat, tetapi bukan jaminan semua suara akan hilang: kinerja ANC dapat berubah mengikuti jenis kebisingan dan rapat tidaknya bantalan menutup telinga. Dalam perjalanan umum atau ruang kerja bersama, ANC berpotensi membantu mengurangi suara latar agar musik atau pekerjaan lebih mudah dinikmati. Mode transparansi juga tersedia bagi pengguna yang perlu mendengar pengumuman atau berbicara tanpa melepas headphone. Dengan demikian, ANC menjadi fitur praktis, bukan sekadar angka pemasaran—selama pengguna memahami bahwa kondisi lingkungan dan kecocokan headphone ikut menentukan hasilnya.
Tiga driver dan audio yang bisa disesuaikan
Nothing membagi tugas audio ke tiga driver di setiap earcup: driver dinamis 40 mm untuk bass, driver presisi 13 x 8 mm untuk vokal dan frekuensi menengah, serta tweeter solid-state xMEMS untuk nada tinggi. Sistem yang dikembangkan bersama Metropolis Studios ini didukung sertifikasi Hi-Res Audio dan codec AAC, SBC, LDAC, serta LC3. Pengguna dapat memilih Flat EQ untuk karakter yang lebih netral atau mengatur suara lewat lima profil Custom EQ. Dynamic Spatial Audio dengan pelacakan gerakan kepala dan mode Standard, Live House, Club, serta Concert Hall menambah pilihan untuk menikmati konten yang kompatibel. Kelengkapan ini membuat Nothing Headphone Pro menarik bagi pendengar yang suka mengatur karakter suara. Namun, jumlah driver dan dukungan codec tidak otomatis menjamin hasil terbaik: kualitas tetap dipengaruhi sumber audio, perangkat pemutar, codec yang digunakan, dan pengaturan equalizer.
Baterai panjang dan koneksi generasi baru
Baterai headphone Nothing berkapasitas 1.060 mAh, dengan klaim pemutaran hingga 68 jam saat ANC nonaktif dan 30 jam saat ANC aktif. Penggunaan LDAC menurunkan klaim tersebut menjadi hingga 53 jam tanpa ANC dan sekitar 28 jam dengan ANC, sehingga pilihan codec ikut memengaruhi daya tahan. Pengisian melalui USB-C juga diklaim memberi waktu pemutaran hingga empat jam dari pengisian lima menit. Untuk konektivitas, Bluetooth 6.1 dilengkapi Google Fast Pair, Microsoft Swift Pair, dan kemampuan terhubung ke dua perangkat sekaligus. Beralih antara laptop dan ponsel karenanya lebih praktis bagi pengguna yang bekerja sambil menerima panggilan. Daya tahan panjang dan fitur multiperangkat memperkuat alasan untuk mempertimbangkan headphone ini, tetapi klaim baterai tetap dapat berubah sesuai volume, ANC, codec, dan pola penggunaan.
Kesimpulannya, Nothing Headphone (1) Pro menawarkan kombinasi yang kuat: ANC hingga 46 dB, tiga driver, daya tahan baterai panjang, dan Bluetooth 6.1. Harga Rp6.999.000 menempatkannya jelas di kelas premium, sehingga pembeli sebaiknya menilai kenyamanan dan hasil suara secara langsung, bukan hanya mengandalkan spesifikasi. Bagi pengguna yang rutin bepergian atau membutuhkan headphone serbaguna untuk kerja dan hiburan, paket fiturnya punya alasan yang masuk akal. Jika kebutuhan utama hanya mendengarkan musik sesekali, harga dan banyaknya fitur mungkin sulit dibenarkan.






