Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

New York Fashion Week: Momen Bersejarah untuk Rumah Mode Ikonik

New York Fashion Week: Momen Bersejarah untuk Rumah Mode Ikonik
Minat|Tren Fashion

New York Fashion Week Sebagai Panggung Reinvensi Warisan

New York Fashion Week adalah pekan mode yang mempertemukan desainer fashion terkemuka untuk menampilkan koleksi Spring 2027 yang merangkum warisan brand, eksperimen kreatif, dan tren fashion musiman terbaru dalam satu panggung terkurasi, di mana setiap rumah mode menggunakan momen ini untuk menegaskan kembali relevansi sekaligus arah baru mereka. New York Fashion Week sejak lama menjadi rumah bagi nama-nama besar seperti Ralph Lauren, Donna Karan, Marc Jacobs, Michael Kors, Tory Burch, Thom Browne, dan banyak lagi. Musim ini, sorotan tajam tertuju pada bagaimana label mapan memilih jalur berani: merayakan ulang tahun penting, menyerahkan tongkat estafet kreatif, hingga menutup pekan dengan pertunjukan teatrikal yang tidak terduga. Alih-alih bernostalgia manis, para kreatif memilih membongkar ulang arsip, mengacak ulang kode estetika, lalu menyusunnya kembali menjadi bahasa baru yang relevan dengan generasi sekarang.

Coach 85 Tahun: Membalik Arsip Menjadi Bahasa Baru

Cara paling menarik merayakan ulang tahun ke-85 adalah menolak menjadi museum. Itulah sikap Coach ketika menampilkan koleksi Spring 2027 di pusat kota New York pada 9 September 2026 sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-85. Alih-alih retrospektif manis, Stuart Vevers menjadikan koleksi ini eksplorasi memori dan elemen familiar yang membentuk identitas Coach selama bertahun-tahun, lalu mengubahnya kembali melalui pendekatan tidak biasa. Konstruksi inside-out menjadi gestur kunci: jahitan, struktur internal, hingga lapisan yang biasanya disembunyikan kini sengaja ditampilkan sebagai estetika. Trench coat, jaket kulit, tuxedo, dress dengan bias-cut hingga Western boot dirapikan menjadi siluet ramping dengan bahu clean dan celana yang menumpuk di pergelangan kaki. Kisslock pada kantong mengutip elemen ikonik Coach, sementara kulit Nappa lembut dan jersey berat yang diwarnai setelah proses pembuatan menciptakan kesan worn-in seperti hoodie favorit.

New York Fashion Week: Momen Bersejarah untuk Rumah Mode Ikonik

DVF dan Henry Zankov: Wrap Dress Bukan Satu-satunya Pahlawan

Kembalinya Diane von Furstenberg ke New York Fashion Week setelah absen sejak 2017 bukan sekadar reuni, tetapi deklarasi era baru yang berani. Jenama yang didirikan Diane pada 1972 ini tampil perdana lagi hampir satu dekade kemudian, kali ini di tangan direktur artistik baru, Henry Zankov, yang resmi ditunjuk pada Mei lalu. Pernyataan paling tegasnya: DVF tidak harus terus hidup di bayang-bayang wrap dress legendaris. Koleksi Spring-Summer 2027 yang berjumlah 38 set dibuka dengan shirt dress mirip wrap dress, namun tanpa sabuk lilit, menegaskan fokus pada bagaimana tubuh dibungkus, bukan sekadar bentuk wrap itu sendiri. Henry memadukan siluet ringan dan feminin khas DVF dengan sentuhan maskulin lewat blazer, setelan, dan jumpsuit. Motif menjadi protagonis baru: leopard klasik dibenturkan dengan corak abstrak ala confetti, geometri, hingga tipografi yang menonjolkan sisi fun perempuan DVF.

New York Fashion Week: Momen Bersejarah untuk Rumah Mode Ikonik

Thom Browne: Menutup NYFW dengan Taman Serangga

Jika banyak rumah mode mengejar glamor konvensional, Thom Browne memilih sesuatu yang lebih puitis: mengubah landasan menjadi taman alam yang mempesona. Koleksi ini dibuka dengan desain khas Thom Browne sebelum secara bertahap memasukkan motif serangga melalui rajutan, sulaman, dan manipulasi kain. Seersucker andalan tetap menjadi tulang punggung, dipadu topi jerami bertepi lebar dan kerudung ala peternak lebah. Lebah, kupu-kupu, capung, belalang, semut, hingga sarang lebah muncul sebagai bordir tangan rumit di atas pakaian, menghadirkan efek taman yang “mekar” di tubuh. Pertunjukan ini resmi menutup New York Fashion Week dengan taman serangga yang teatrikal. Di bagian akhir, model melangkah dalam desain terinspirasi kupu-kupu monarch, seolah merangkum semangat metamorfosis yang menjadi metafora kuat bagi fashion: berubah terus, tetapi tetap setia pada identitas.

New York Fashion Week: Momen Bersejarah untuk Rumah Mode Ikonik

Tory Burch: Joy of Dressing dan Warna sebagai Terapi

Sementara beberapa panggung masih nyaman dengan palet netral, Tory Burch memilih merayakan joy of dressing lewat warna yang nyaris tak kompromi. Koleksi Spring 2027-nya menjadi antitesis tampilan understated: berbagai jewel tones intens—hijau, biru, coral, dan warna cerah lain—berdampingan dengan pastel lembut dan butter yellow. Colour blocking menjadi senjata utama untuk membuat kombinasi warna tersebut terasa hidup, bahkan ketika tampak berani di atas kertas. Hasilnya bukan sekadar loud, melainkan playful, seperti yang terlihat ketika blok warna bertemu siluet bersih dan styling yang terasa bebas aturan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa tren fashion musiman tidak harus tunduk pada minimalisme; kegembiraan berpakaian bisa menjadi narasi utama, dan warna adalah bahasa paling jujur untuk menyampaikan emosi itu.

New York Fashion Week: Momen Bersejarah untuk Rumah Mode Ikonik

Tren Kontemporer: Warisan, Eksperimen, dan Keberanian Melenceng

Empat rumah mode ini mengirim pesan yang sama: koleksi Spring 2027 tidak lagi cukup jika hanya cantik; ia harus punya sudut pandang. Coach membalik arsip lewat konstruksi inside-out dan reinterpretasi trench, tuxedo, serta Western boot sebagai siluet ramping dengan detail internal yang diekspos. DVF, lewat Henry Zankov, mendefinisikan ulang perempuan DVF dengan teknik knitwear, siluet ringan-feminin yang dipertemukan dengan blazer dan jumpsuit maskulin, serta motif yang lebih liar dan abstrak. Thom Browne menggabungkan tailoring khasnya dengan dunia serangga melalui rajutan, sulaman, dan manipulasi kain, menciptakan efek taman pada pakaian. Tory Burch memakai colour blocking dan jewel tones untuk menghadirkan energi playful dalam tren fashion musiman. Bersama-sama, mereka menunjukkan bahwa pendekatan kontemporer adalah tentang keberanian melenceng dari ekspektasi, tanpa melepaskan identitas inti brand.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!