Verdikt Awal: Cantik, Nyaman, Tapi Bukan Upgrade Besar
Samsung Galaxy A57 5G adalah ponsel kelas menengah dengan desain tipis dan ringan, layar AMOLED 120Hz, kamera utama beresolusi tinggi, serta baterai 5.000 mAh yang ditujukan untuk pengguna yang menginginkan perangkat terasa mewah tanpa melompat ke kelas flagship, namun generasi ini lebih fokus pada penyempurnaan bentuk fisik daripada peningkatan performa dan daya tahan dibanding pendahulunya. Dari sudut pandang review, Galaxy A57 5G cocok untuk pengguna harian yang memprioritaskan rasa genggam, tampilan layar, dan material premium. Di sisi lain, mereka yang berharap lompatan besar dari Galaxy A56 akan menemukan pengalaman yang terasa sangat mirip, terutama pada performa, kamera, dan baterai yang tidak mengalami peningkatan berarti. Ini bukan upgrade wajib, melainkan opsi bagi yang ingin ponsel lebih tipis, ringan, dan tahan air dengan nuansa desain yang lebih mewah.
| Aspek | Galaxy A57 5G | Catatan terhadap A56 |
|---|---|---|
| Bobot & ketebalan | ±179–180 g, 6,9 mm | Lebih ringan ±10% dan lebih tipis |
| Material & ketahanan | Gorilla Glass Victus+, rangka aluminium, IP68 | Naik dari IP67, material premium serupa |
| Layar | AMOLED 6,7 inci 120Hz cerah dan kaya warna | Refresh rate lebih tinggi, tidak LTPO adaptif |
| Chipset | Exynos 1680 dengan performa mirip | Tidak ada lompatan teknologi besar |
| Baterai | 5.000 mAh, konsumsi dipengaruhi 120Hz | Kapasitas sama, daya tahan mirip |
Desain Tipis Ringan: Nilai Jual Utama Generasi Ini
Jika fokus Anda pada desain tipis ringan, Galaxy A57 5G adalah peningkatan yang terasa nyata dibanding pendahulunya. Bobotnya kini sekitar 180 gram, atau kurang lebih 10 persen lebih ringan dari Galaxy A56, dengan ketebalan yang dipangkas menjadi 6,9 mm, sehingga ponsel terasa lebih nyaman digenggam meski ukurannya besar. Sumber lain bahkan mencatat bobot 179 gram di ketebalan yang sama, menegaskan bahwa ini termasuk ringan untuk layar 6,7 inci. Bagian depan dan belakang dilapisi Gorilla Glass Victus+, rangka aluminium, dan sertifikasi tahan air meningkat dari IP67 ke IP68, seluruhnya memberi kesan premium dan lebih aman dipakai di sekitar air. Modul kamera didesain ulang dengan gaya terinspirasi seri S26 Ultra yang tampak lebih transparan, sementara frame dibuat lebih sederhana. Kekurangannya, finishing belakang yang gelap dan mengilap sangat mudah menangkap sidik jari, sehingga tampilan mewah cepat ternoda jika tanpa casing pelindung.
Kelebihan
- Desain tipis ringan yang membuat ponsel nyaman digunakan seharian
- Material premium dengan Gorilla Glass Victus+ dan rangka aluminium
- Tahan air IP68, peningkatan dari generasi sebelumnya
Kekurangan
- Bagian belakang mengilap mudah meninggalkan bekas sidik jari
- Desain baru tidak diikuti peningkatan performa signifikan
Layar AMOLED 120Hz: Tajam, Mulus, Tapi Boros dan Kadang Tersendat
Layar menjadi salah satu poin terkuat dalam Galaxy A57 5G review. Panel AMOLED 6,7 inci ini cerah, tajam, dan kaya warna, cukup memuaskan untuk menonton video maupun scrolling konten. Refresh rate 120Hz memberi animasi yang tampak mulus saat menampilkan gerakan cepat, baik di antarmuka maupun aplikasi. Namun, karena bukan panel LTPO, layar tidak bisa menyesuaikan refresh rate secara sangat adaptif dalam peningkatan kecil, sehingga transisi dari kondisi diam ke gerakan cepat kadang memunculkan frame drop dan animasi yang sedikit tersendat ketika berpindah halaman atau kembali ke home. Absennya refresh rate yang sangat adaptif juga berdampak ke baterai: konsumsi daya tetap tinggi meski konten tidak selalu membutuhkan 120Hz. Dalam pengujian, streaming YouTube selama satu jam mengurangi baterai sekitar 6–7 persen, bermain Mobile Legends 30 menit menghabiskan 8 persen, dan Genshin Impact durasi sama mengurangi sampai 14 persen, menegaskan bahwa layar dan chipset bersama-sama memakan daya saat beban berat.
Performa dan Kamera: Cukup Andal, Tapi Terasa Stagnan
Di balik bodi yang lebih tipis dan adem, Galaxy A57 5G masih mengandalkan Exynos 1680, dengan performa yang dinilai mirip Galaxy A56 dan tidak menghadirkan lompatan teknologi besar. Untuk pemakaian harian seperti chat, media sosial, dan streaming, performa terasa baik dan jarang mengganggu. Namun untuk gaming, keterbatasan mulai terlihat: Mobile Legends belum mampu berjalan maksimal pada 120 fps secara stabil, dan Genshin Impact di pengaturan grafis medium hanya bertahan di kisaran 40-an fps, dengan suhu yang bisa menyentuh 47–48 derajat Celsius pada adegan permainan berat. Kamera utama mampu menghasilkan foto tajam, cerah, dengan warna kaya ketika memotret di luar ruangan dengan cahaya terang. Mode malam juga bisa memberi foto yang terang dan tajam pada malam hari. Sayangnya, pemrosesan HDR sering kesulitan dalam situasi backlight kuat, membuat area terang tampak overexposed dan objek di bayangan cenderung terlalu gelap, kadang disertai noise di area gelap. Selain itu, ketiadaan perekaman 4K 60fps terasa mengecewakan bagi pengguna yang gemar video.
Camera Assistant dan Software: Kontrol Tambahan, Bukan Keajaiban
Di sisi software, Galaxy A57 5G cukup menarik. Antarmuka One UI 8.5 yang dibawanya selevel dengan seri S26, lengkap dengan sejumlah fitur AI di aplikasi seperti Galeri dan integrasi Bixby untuk mengubah pengaturan ponsel. Namun, fitur yang membutuhkan daya komputasi tinggi seperti DeX dan AI berskala sistem yang sangat proaktif tidak tersedia di sini. Poin plusnya, ponsel ini dijanjikan mendapat pembaruan sistem operasi selama enam tahun, sebuah komitmen panjang yang jarang hadir di kelas menengah. Di sisi kamera, Camera Assistant fitur yang tersedia melalui aplikasi Good Lock memberikan pengaturan lanjutan yang tidak muncul di aplikasi kamera bawaan, seperti Prioritize Focus Over Speed, Photo Softening, dan Dim Screen While Recording. Prioritize Focus Over Speed, misalnya, membuat kamera mengutamakan penguncian fokus sebelum mengambil gambar dan berguna saat memotret objek bergerak seperti anak berlari atau kendaraan, meski mengorbankan sedikit spontanitas shutter. Penting diingat, Camera Assistant tidak mengubah kamera A57 menjadi sekelas flagship, melainkan menawarkan kontrol tambahan agar perilaku kamera lebih cocok dengan situasi pemotretan.
Buy if / Skip if
- Buy the Galaxy A57 5G if Anda mengutamakan desain tipis ringan, material premium, dan sertifikasi IP68 sebagai alasan utama upgrade dari Galaxy A56.
- Skip the Galaxy A57 5G if Anda sudah memakai Galaxy A56 dan mengharapkan peningkatan besar di performa, kamera, atau baterai, karena ketiganya terasa sangat mirip.
- Buy the Galaxy A57 5G if Anda mencari layar AMOLED 120Hz yang tajam dan kaya warna untuk konsumsi konten harian dan tidak terlalu masalah dengan daya tahan baterai yang biasa saja.
- Skip the Galaxy A57 5G if Anda gamer yang ingin 120 fps stabil dan suhu rendah di game berat seperti Genshin Impact, karena chipset Exynos 1680 membatasi pengalaman tersebut.
- Buy the Galaxy A57 5G if Anda menghargai dukungan update OS hingga enam tahun dan suka bereksperimen dengan pengaturan kamera ekstra melalui Camera Assistant.
- Skip the Galaxy A57 5G if Anda membutuhkan kemampuan video lebih serius seperti perekaman 4K 60fps dan HDR yang konsisten dalam berbagai kondisi cahaya.







