Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Tari Bala Wiratama Merawat Identitas Kota Lewat Kreativitas Pemuda

Tari Bala Wiratama Merawat Identitas Kota Lewat Kreativitas Pemuda
Minat|Pelatihan Komprehensif

Tarian yang membawa kecintaan terhadap kota

Tari Bala Wiratama adalah tari kreasi yang diciptakan pemuda Kota Yogyakarta untuk menyampaikan semangat perjuangan dan ketangguhan sekaligus merawat kecintaan pada kota melalui seni. Peluncurannya pada puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu, 28 Oktober 2026, memberi karya itu panggung publik yang tepat: budaya bukan hanya warisan untuk dijaga, melainkan bahasa yang bisa diperbarui generasi penerus. Tarian tersebut ditampilkan untuk pertama kalinya dalam puncak Ekspo Karya Pemuda di halaman Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Yogyakarta. Pemerintah berharap Bala Wiratama dapat terus hadir dalam berbagai kegiatan kota. Harapan itu penting, sebab satu kali pertunjukan belum cukup untuk membentuk karya menjadi bagian dari ingatan bersama. Agar tari kreasi pemuda ini hidup, ia perlu kesempatan tampil berulang dan dukungan yang membuat penciptanya terus berkembang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Dikpora Kota Yogyakarta, Agus Trimadi, menyebut tarian itu membawa pesan bahwa pemuda harus tangguh dan pantang menyerah. Pesan tersebut terasa relevan di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Namun, kekuatan karya ini bukan hanya pada pesannya: anak muda diberi ruang untuk menyusun gagasan sendiri, lalu membagikannya kepada warga lewat pertunjukan. Di situlah Tari Bala Wiratama lebih dari sekadar acara seremonial.

Tari Bala Wiratama Merawat Identitas Kota Lewat Kreativitas Pemuda

Ekspo memberi panggung bagi banyak bentuk kreativitas

Bala Wiratama hadir dalam perayaan yang lebih luas, bukan sebagai satu-satunya karya yang mendapat perhatian. Ekspo Karya Pemuda berlangsung pada 23–28 Oktober 2026, dengan puncak yang juga mengapresiasi karya mural dan fotografi pelajar serta memberikan penghargaan kepada pemuda berprestasi. Ruang semacam ini penting karena kreativitas anak muda tumbuh dalam beragam bentuk: ada yang bergerak di panggung, ada yang menuangkan gagasan di dinding, dan ada yang menangkap cerita kota melalui kamera. Perayaan publik menjadi lebih bermakna ketika tidak hanya menampilkan hasil, tetapi juga mengakui para pembuatnya.

Salah satu contoh datang dari Sang Kiara Abhimatta, siswa SMA Negeri 6 Yogyakarta, yang muralnya memadukan busana gagrak Yogyakarta dan unsur kota seperti Keraton, Tugu, Laut Kidul, serta Merapi dengan pesan kepedulian lingkungan. Karya itu menunjukkan bahwa identitas lokal bukan hiasan yang terpisah dari kehidupan sehari-hari. Budaya dapat menjadi pijakan untuk mengajak warga menjaga lingkungan dan memahami keterhubungan mereka dengan kota. Ketika pelajar memperoleh ruang menyampaikan pesan seperti ini, perayaan Hari Sumpah Pemuda memberi manfaat yang melampaui panggung acara.

Dari apresiasi menuju kesempatan yang berkelanjutan

Pemberian ruang dalam satu ekspo adalah awal yang baik, tetapi kesinambungan menentukan apakah dukungan itu berdampak. Pemkot berharap karya Bala Wiratama terus ditampilkan di berbagai kegiatan kota, sementara karya-karya pemuda dan pelajar diharapkan mendorong lebih banyak anak muda mengembangkan potensi hingga tingkat nasional. Harapan tersebut perlu diterjemahkan menjadi kesempatan tampil, pembinaan, dan akses bagi pencipta muda untuk mengembangkan karya setelah sorotan acara berakhir. Tanpa tindak lanjut, penghargaan berisiko menjadi penutup, bukan pembuka perjalanan.

Pada puncak kegiatan itu, pengurus DPD KNPI Kota Yogyakarta periode 2026–2029 juga dikukuhkan. Agus berharap kepengurusan baru melanjutkan program yang telah berjalan dan memperkuat organisasi kepemudaan. Tema Hari Sumpah Pemuda 2026, “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia,” selaras dengan pesan bahwa prestasi perlu berjalan bersama persatuan, pelestarian budaya, dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Perayaan ini menunjukkan langkah yang patut dipertahankan: memberi anak muda panggung untuk berkarya sekaligus membuka jalan agar karya mereka terus bertemu publik. Tari Bala Wiratama dan mural pelajar sama-sama menegaskan bahwa identitas kota akan terawat jika generasi muda diberi ruang untuk menafsirkannya dengan suara mereka sendiri.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!