Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Forum Media Asia-Pasifik dan Konsensus Shenzhen: Saatnya Narasi Regional Bersatu

Forum Media Asia-Pasifik dan Konsensus Shenzhen: Saatnya Narasi Regional Bersatu
Minat|Asia Tenggara

Apa Itu Forum Media Asia-Pasifik dan Mengapa Konsensus Shenzhen Penting

Forum Media Asia-Pasifik adalah pertemuan berkala media kawasan yang mempertemukan puluhan organisasi berita, lembaga internasional, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan arah kerja sama media, terutama dalam transformasi digital, pertukaran informasi lintas batas, dan pembentukan narasi regional yang lebih seimbang tentang perkembangan sosial, ekonomi, serta politik di Asia-Pasifik. Di Shenzhen, forum ini digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan “Tahun Tiongkok” dalam APEC dan menjadi arena penting untuk menyepakati Konsensus Shenzhen sebagai panduan kerja bersama.

Acara puncak Forum Media Asia-Pasifik berlangsung di Qianhai International Convention Center pada 5 September dan diikuti sekitar 400 peserta dari 40 negara serta lembaga PBB. Di atas kertas, ini tampak seperti forum biasa. Namun maknanya jelas lebih besar: forum ini adalah upaya eksplisit menjadikan media sebagai pilar diplomasi kawasan, bukan sekadar pengamat pasif. Diselenggarakan dalam konteks sekitar 300 agenda terkait APEC selama “China Year”, Forum Media Asia-Pasifik diposisikan sebagai jembatan antara agenda ekonomi dan ekosistem informasi yang akan mempengaruhi bagaimana kebijakan APEC dipahami publik.

Forum Media Asia-Pasifik dan Konsensus Shenzhen: Saatnya Narasi Regional Bersatu

Konsensus Shenzhen: Dari Seruan Formal ke Proyek Nyata

Konsensus Shenzhen adalah dokumen kesepakatan yang lahir dari Asia Pacific Media Forum di Shenzhen dan menegaskan komitmen media Asia-Pasifik untuk memperkuat kerja sama regional sekaligus mendorong transformasi digital media. Alih-alih berhenti pada bahasa diplomatik, Konsensus Shenzhen menempatkan media sebagai aktor yang harus bertindak: bertukar berita, memproduksi konten bersama, hingga membuka jalur pertukaran jurnalis.

Di balik Konsensus Shenzhen, terdapat pesan politik yang tidak terselubung: media di kawasan diundang membangun “jalan menuju kemakmuran bersama” melalui informasi yang saling terhubung dan tidak saling menegasikan. Fokus pada kerja sama media Asia-Pasifik, transformasi digital, kecerdasan buatan, pembangunan hijau, dan pertukaran budaya menunjukkan bahwa forum ini melihat ruang informasi sebagai bagian dari infrastruktur pembangunan. Pernyataan bahwa forum di Shenzhen “menghasilkan Konsensus Shenzhen” bukan sekadar catatan administratif; itu adalah sinyal bahwa media diminta berperan sebagai mitra, bukan lawan, dalam proyek integrasi kawasan.

Transformasi Digital Media: Dari Panggung Bali ke Laboratorium Shenzhen

Transformasi digital media menjadi salah satu benang merah yang menghubungkan forum sebelumnya di Bali dan pertemuan di Shenzhen. Di Bali, para pembicara mengulas nasib media di tengah laju kecerdasan buatan dan tantangan mempertahankan peran media sebagai penuntun menuju kebenaran. Di Shenzhen, tema itu berkembang: transformasi digital tidak lagi dibahas sebatas ancaman, tetapi sebagai medan kolaborasi yang harus diisi dengan proyek bersama.

Pengalaman para pimpinan media yang diajak mengunjungi pabrik cerdas 5G, produsen perangkat, dan perusahaan otomotif listrik menunjukkan bahwa transformasi digital bukan konsep abstrak, melainkan ekosistem nyata yang akan mengubah cara media bekerja. Forum menekankan bahwa kerja sama media Asia-Pasifik, transformasi digital, kecerdasan buatan, pembangunan hijau, dan pertukaran budaya adalah satu paket agenda. Jika media di kawasan gagal memanfaatkan momentum ini, ruang digital akan diisi sepenuhnya oleh algoritma dan platform yang tidak peduli pada kepentingan publik regional.

Peran ANTARA dan Makna Kerja Sama Media Regional

Kehadiran LKBN ANTARA melalui Direktur Pemberitaan Virgandhi Prayudantoro menandai bahwa media nasional tidak sekadar hadir, tetapi menyatakan komitmen eksplisit untuk kerja sama global. Dalam pidato utamanya, ia menegaskan tekad ANTARA untuk terus menjalin kerja sama dengan mitra media dari seluruh dunia dan siap mendukung serta mempromosikan Konsensus Shenzhen Forum Media Asia-Pasifik. Ini bukan sikap simbolik; ini adalah strategi untuk memastikan bahwa suara dan pengalaman kawasan sendiri ikut membentuk arus informasi regional.

Virgandhi menekankan luasnya kawasan Asia-Pasifik, dengan latar belakang kebudayaan, sistem politik, lingkungan alam, bahasa, dan kondisi nasional yang beragam, sehingga pertukaran media menjadi vital untuk mendorong saling mengenal dan pembelajaran timbal balik. Ia menyebut forum ini kesempatan sangat baik untuk pertukaran berita, pembuatan konten bersama, berbagi informasi, hingga pertukaran personel jurnalis. Di sinilah kerja sama media regional menemukan maknanya: bukan sekadar menandatangani konsensus, tetapi membangun ekosistem koeksistensi di mana perbedaan tidak dipakai sebagai alasan untuk memperkuat stereotip, melainkan peluang untuk memperkaya narasi.

Forum Sebagai Jembatan Narasi Bersama Asia-Pasifik

Forum Media Asia-Pasifik di Shenzhen berupaya menjadi jembatan pemahaman di tengah kawasan yang sangat beragam dan sering kali terfragmentasi secara naratif. Dengan 400 peserta dari 40 negara, termasuk delegasi PBB dan perwakilan berbagai kawasan, forum ini menawarkan ruang pertemuan yang jarang: media yang biasanya sibuk bersaing, duduk bersama untuk menyepakati arah kerja sama. Pertanyaannya bukan lagi apakah media perlu bekerja sama, tetapi bagaimana memastikan kerja sama tidak berubah menjadi reproduksi satu perspektif dominan.

Karena itu, Konsensus Shenzhen sebaiknya dibaca bukan hanya sebagai agenda teknis, melainkan tawaran narasi: Asia-Pasifik sebagai ruang yang bisa menceritakan dirinya sendiri. Jika forum seperti ini konsisten menjadi arena pertukaran berita, konten bersama, dan pertukaran jurnalis, maka koeksistensi yang sering disebut dalam pidato akan menemukan bentuk konkretnya. Kesimpulannya, masa depan informasi di Asia-Pasifik akan ditentukan oleh sejauh mana media di kawasan berani meninggalkan pola saling curiga dan menginvestasikan energi pada kolaborasi, baik di ruang fisik seperti Shenzhen maupun di ruang digital yang terus berkembang.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!