Podium Sepang mengokohkan posisi Veda
Klasemen rookie Moto3 mencatat perolehan poin para pembalap pendatang baru dan menunjukkan siapa yang paling konsisten bersaing sepanjang musim. Setelah GP Malaysia, Veda Ega Pratama menempati urutan kedua dengan 131 poin—hasil yang menegaskan bahwa ia bukan sekadar peserta, melainkan penantang serius di antara rookie musim ini. Di Sirkuit Sepang pada Minggu, 1 November 2026, Veda finis kedua di belakang Maximo Quiles dan mendapat tambahan 20 poin. Podium itu mengangkatnya ke posisi ketujuh klasemen umum sekaligus memperkuat tempatnya dalam persaingan rookie. Bagi Veda, hasil tersebut lebih berarti daripada satu angka tambahan: ia mampu mengubah penampilan kuat menjadi capaian yang menjaga momentum pada fase akhir musim. Namun, posisi kedua bukan tanda bahwa persaingan sudah aman.
Jarak dengan Uriarte masih menjadi tantangan
Poin Veda Ega kini terpaut 74 angka dari Brian Uriarte, pemimpin klasemen rookie yang mengoleksi 205 poin bersama Red Bull KTM Ajo. Selisih itu cukup besar untuk membuat perebutan posisi teratas menjadi pekerjaan berat, meski podium di Malaysia menjaga peluang Veda tetap terlihat. Penilaian yang paling masuk akal bukan menyebut gelar rookie sudah dekat, melainkan mengakui bahwa Veda telah membangun posisi kuat di kelompok teratas. Ia unggul 15 poin atas Hakim Danish yang berada di urutan ketiga dengan 116 poin, sehingga perhatian Veda juga harus tertuju pada ancaman dari belakang. Dengan demikian, target realistis setelah Sepang adalah mempertahankan runner-up sambil terus menekan Uriarte. Hasil Malaysia memberi dorongan, tetapi konsistensi di seri berikutnya akan menentukan apakah dorongan itu bertahan.
Podium menunjukkan kemampuan bersaing
Performa rookie Moto3 Malaysia memperlihatkan nilai pentingnya ketenangan saat posisi podium diperebutkan. Dalam balapan 15 lap, Veda menyalip David Almansa pada tiga lap terakhir untuk mengambil posisi kedua. Ia kemudian bertahan dari tekanan Alvaro Carpe dan Hakim Danish pada lap penutup hingga melewati garis finis. Kemenangan menjadi milik Maximo Quiles, tetapi bagi Veda, mempertahankan posisi di tengah serangan pesaing adalah bukti bahwa ia mampu bertarung sampai akhir. Podium Sepang juga menjadi podium keduanya musim ini setelah finis ketiga di Grand Prix Brasil. Rangkaian hasil itu membuat posisi runner-up bukan kebetulan satu balapan. Meski begitu, satu podium tidak menghapus kebutuhan untuk terus mengumpulkan poin; justru konsistensi akan menjadi ukuran utama dalam mempertahankan tempatnya.
Qatar menjadi ujian berikutnya
Grand Prix Qatar, yang dijadwalkan berlangsung pada 6–8 November 2026, menjadi kesempatan berikutnya bagi Veda untuk menambah poin dan menjaga posisi kedua. Hasil di Malaysia memberinya modal penting, tetapi jarak 74 poin dari Uriarte dan keunggulan hanya 15 poin atas Danish menunjukkan dua tantangan yang berbeda: mengejar pemimpin dan mempertahankan posisi dari rival terdekat. Karena itu, fokus pada hasil stabil lebih bernilai daripada menganggap podium Sepang sebagai jaminan. Veda sudah menunjukkan bahwa ia mampu menahan tekanan di akhir balapan; kini ia perlu membawa ketangguhan itu ke seri berikutnya. Kesimpulannya, 131 poin dan podium di Malaysia menegaskan Veda sebagai salah satu rookie paling kompetitif, tetapi persaingan masih terbuka. Posisi kedua adalah pencapaian kuat—dan sekaligus tanggung jawab untuk terus tampil konsisten.






