Pergantian promotor, tur tetap jalan
Pergantian promotor tur D’MASIV adalah pengalihan tanggung jawab penyelenggaraan rangkaian konser Asia dari RANS Entertainment kepada Antara Suara, tanpa membatalkan jadwal utama yang telah disiapkan. D’MASIV mengakhiri kerja sama dengan RANS di tengah perjalanan tur dan memilih melanjutkan sisa konser bersama promotor baru. Keputusan ini lebih dari sekadar perubahan nama di balik panggung: band perlu menjaga agar polemik yang melibatkan mitra bisnis tidak mengganggu hubungan dengan penggemar dan pelaksanaan konser. Rian Ekky Pradipta menegaskan bahwa band ingin tetap berkarya, sementara perundingan internal menjadi jalan untuk meneruskan tur dengan Antara Suara. Langkah tersebut tampak sebagai upaya pragmatis—memisahkan urusan promosi dari musik yang ingin dibawakan D’MASIV.
RANS Entertainment, yang didirikan Raffi Ahmad bersama Nagita Slavina, sebelumnya menangani promosi dan penyelenggaraan tur. Setelah dua konser awal di Taiwan dan Hong Kong, Antara Suara mengambil alih pengelolaan rangkaian yang tersisa. Antara Suara juga mengonfirmasi bahwa pihaknya mengambil alih penuh aspek penyelenggaraan mulai dari konser Hong Kong. Peralihan di tengah rangkaian ini menuntut koordinasi yang cermat, tetapi pesan terpenting bagi penonton cukup jelas: tur tidak dihentikan.

Tekanan boikot menjadi pertimbangan
Keputusan berpisah bukan muncul tanpa konteks. Seruan boikot terhadap Raffi Ahmad dan RANS menguat setelah kontroversi kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026; reaksi publik kemudian berkembang di media sosial. Rian tidak menyangkal bahwa isu boikot ikut menjadi pertimbangan dalam pembicaraan untuk menentukan kelanjutan kerja sama. Namun, ia tidak merinci alasan lebih jauh dan menekankan bahwa D’MASIV ingin fokus berkarya. Sikap itu masuk akal secara praktis: meneruskan kemitraan di tengah kontroversi berisiko mengalihkan perhatian dari konser dan memicu kegelisahan sebagian penggemar. Pada saat yang sama, keputusan tersebut bukan bukti bahwa band mengambil posisi atas seluruh polemik; yang dinyatakan Rian adalah bahwa dinamika publik turut dipertimbangkan.
Tur ini telah dirancang sejak dua tahun sebelumnya, menurut Rian, dan para personel serta manajemen ikut bekerja untuk mewujudkannya, termasuk mencari sponsor. Karena itu, menghentikan seluruh rangkaian akan mengorbankan persiapan panjang dan mengecewakan penggemar yang menantikan konser. Mengganti promotor alih-alih membatalkan tur memberi D’MASIV ruang untuk merespons situasi tanpa meninggalkan agenda panggungnya. Ini juga menempatkan Antara Suara pada tanggung jawab penting: memastikan transisi pengelolaan tidak mengurangi mutu pengalaman penonton.

Jadwal tersisa dan dampaknya bagi penggemar
Bagi penonton, dampak langsung yang paling penting adalah jadwal utama tetap berjalan. Rian memastikan sisa tur berlanjut bersama promotor baru sesuai rencana. Setelah Taiwan dan Hong Kong, D’MASIV dijadwalkan tampil di Singapura pada 9 November, Kuala Lumpur pada 20 November, lalu menutup rangkaian di Jakarta pada 5 Desember 2026. Antara Suara kini bertanggung jawab menangani konser-konser yang tersisa. Dengan demikian, pergantian mitra tidak dengan sendirinya berarti perubahan agenda bagi penggemar, meski mereka tetap perlu mengikuti pengumuman resmi untuk rincian pelaksanaan.
Rian mengatakan fokus band adalah memberikan penampilan terbaik dan pengalaman yang baik bagi para penggemar tanpa terseret lebih jauh ke dalam polemik. Itu tujuan yang tepat, tetapi keberhasilannya akan terlihat dari kelancaran transisi dan konsistensi penyelenggaraan, bukan sekadar pernyataan bahwa tur tetap lanjut. Bagi D’MASIV, tantangannya kini menjaga panggung tetap menjadi pusat perhatian. Bagi Antara Suara, tugasnya adalah membuktikan bahwa pengambilalihan ini mampu mempertahankan rencana konser yang sudah lama disusun.
Keputusan praktis untuk menjaga panggung
Perpisahan D’MASIV dengan RANS Entertainment menunjukkan bagaimana tekanan publik dapat memengaruhi kemitraan di industri hiburan, bahkan saat sebuah tur sudah berlangsung. Namun, inti keputusan ini bukan pembatalan: band mengalihkan tanggung jawab promotor kepada Antara Suara agar rangkaian Asia Home Run tetap berjalan. Isu boikot terhadap Raffi Ahmad memang menjadi salah satu pertimbangan yang diakui Rian, tetapi ia memilih tidak memperpanjang polemik dan mengarahkan perhatian kembali pada musik.
Kesimpulannya, pergantian promotor adalah langkah pragmatis untuk melindungi kelanjutan tur sekaligus meredam risiko gangguan terhadap konser. Jadwal Singapura, Kuala Lumpur, dan Jakarta tetap menjadi agenda berikutnya. Kini ukuran keberhasilan keputusan ini sederhana: Antara Suara harus menjalankan sisa pertunjukan dengan lancar, sementara D’MASIV memenuhi janji untuk tetap hadir di hadapan penggemarnya.






