Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Onitsuka Tiger Milan Fashion Week: Ketika Catwalk Bertemu Asap Knalpot

Onitsuka Tiger Milan Fashion Week: Ketika Catwalk Bertemu Asap Knalpot
Minat|Pertunjukan Busana

Runway yang Beraroma Bensin: Inti Kolaborasi Onitsuka Tiger x Honda

Onitsuka Tiger Milan Fashion Week edisi Spring/Summer 2027 adalah peragaan busana yang menggabungkan koleksi bertema Energy Station dengan world premiere motor konsep Honda, menciptakan eksperimen lintas kultur antara fashion, sepeda motor, dan kehadiran selebritas Asia yang memicu percakapan global tentang masa depan kolaborasi kreatif lintas industri.

Pusat perhatian bukan hanya pakaian di runway, tetapi juga langkah berani Honda yang memilih panggung fashion, bukan pameran otomotif, untuk memperkenalkan Onitsuka Tiger Honda Mid Sports Concept. Motor berbasis sport kelas menengah ini tampil 23 September 2026 di Milan Fashion Week Spring/Summer 2027, sebelum kolaborasi diumumkan resmi keesokan harinya. Ini bukan sekadar gimmick; dua label Jepang dengan sejarah panjang mempertemukan kultur sepeda motor dan fashion tanpa batasan industri konvensional. Pesan yang mereka kirim jelas: mobilitas dan gaya hidup tidak lagi berada di dua dunia yang terpisah, dan Milan menjadi laboratorium tempat keduanya diuji di mata publik global.

Onitsuka Tiger Milan Fashion Week: Ketika Catwalk Bertemu Asap Knalpot

Onitsuka Tiger Honda Mid Sports Concept: Simbol Revolusi, Bukan Sekadar Motor

Onitsuka Tiger Honda Mid Sports Concept adalah argumen visual bahwa kolaborasi Honda fashion dapat lebih dari sekadar logo bersama. Honda memilih warna Tiger Yellow ikonik Onitsuka Tiger sebagai warna utama, dipadukan garis hitam tebal di kedua sisi serta pelek hitam dengan aksen Tiger Yellow dan logo dua merek. Motor ini diposisikan sebagai simbol, bukan produk final: Honda menyebutnya concept model, tanpa mengungkap model basis, detail mesin, maupun rencana produksi massal. Kutipan kuncinya: “Honda masih menyebutnya sebagai concept model dan belum mengumumkan rencana produksi massal, harga, maupun jadwal pemasaran.” Di satu sisi, ini menegaskan kebebasan bereksperimen; di sisi lain, publik dibiarkan menggantung. Namun secara strategis, pendekatan ini membuka ruang imajinasi tentang bagaimana kultur sepeda motor bisa menjadi sesuatu yang lebih dekat dan mudah diakses oleh lebih banyak konsumen di seluruh dunia.

Yang menarik, nama Tiger memantik nostalgia tertentu, tetapi Honda menegaskan tidak ada hubungan dengan model motor lama—nama tersebut murni merujuk pada Onitsuka Tiger. Artinya, fokus narasi dipindahkan dari romantisasi masa lalu ke eksplorasi masa depan. Keterbatasan informasi teknis memang menjadi sisi lemah: penggemar motor tidak punya angka performa untuk diperdebatkan. Namun untuk sebuah panggung fashion, ketidakhadiran data itu justru mengalihkan perhatian ke desain, warna, dan cerita. Di Milan, motor ini bukan kendaraan; ia menjadi aksesori megah yang memperluas definisi runway dari catwalk ke jalur aspal imajiner.

Energy Station: Dari Preppy, Prairie, hingga Western dalam Satu Koleksi

Spring/Summer 2027 koleksi bertajuk Energy Station mengajukan pertanyaan nakal: seberapa jauh sebuah label sneakers bisa mendorong batas estetika tanpa kehilangan identitas? Onitsuka Tiger menjawabnya dengan merangkum gaya sporty, American Western, hingga prairie dalam satu rangkaian tampilan yang tetap terasa kohesif dan dinamis. Benang merahnya adalah perpaduan tailoring dengan busana olahraga—paling jelas terlihat pada paduan blazer, kemeja, dan trackpants yang menggeser setelan formal ke wilayah lebih santai namun terstruktur. Di sinilah Onitsuka Tiger bermain di area berisiko tinggi: “Menggabungkan berbagai macam gaya dalam satu koleksi adalah sebuah keputusan kreatif yang berisiko tinggi.” Tetapi alih-alih terasa acak, koleksi ini tampil sebagai deretan busana dengan berbagai karakter yang tetap wearable.

Kontras menjadi senjata utama. Mini dress velvet bernuansa retro dipasangkan dengan sneakers knee high-top, sementara kaus grafis bertemu rok mini lipit yang menghadirkan nuansa preppy edgy. Dari preppy, runway bergeser ke suasana koboi modern melalui gaun dan jaket beraksen fringes yang jauh dari kesan kostum. Sisi romantis muncul lewat gaun midi ringan yang bergerak lembut seiring langkah model. Di kaki, pilihan sepatu menguatkan narasi: sneakers boots, loafer, mules, hingga pump dalam palet warna lebih berani, mulai dari Tiger Yellow hingga perak. Kombinasi ini menunjukkan Onitsuka Tiger tidak ingin terjebak sebagai “merek sepatu olahraga” semata; mereka memposisikan diri sebagai kurator gaya hidup urban yang siap bermain di banyak zona—dari gym hingga festival musik, dari kantor kreatif hingga jalanan kota.

Onitsuka Tiger Milan Fashion Week: Ketika Catwalk Bertemu Asap Knalpot

Buzz Dimulai di Bandara: Airport Look dan Strategi Narasi Sehari Penuh

Peragaan Onitsuka Tiger Milan Fashion Week kali ini tidak dimulai saat lampu panggung menyala, melainkan ketika tamu undangan melangkah ke bandara. Brand ini merancang Airport Look untuk empat figur Asia—Raline Shah, Gulf Kanawut, Baifern, dan Amelia Henderson—yang sudah mencuri perhatian sejak perjalanan menuju Milan. Mereka membawa karakter personal masing-masing, namun tetap dalam bahasa gaya Onitsuka Tiger yang meramu elemen kasual, sporty, dan kontemporer. Strateginya cerdas: sebelum orang membicarakan runway, publik sudah membahas gaya bandara mereka di media sosial. Ini mengubah show menjadi pengalaman naratif sehari penuh, dari check-in hingga kursi front row. Pendekatan seperti ini menunjukkan bagaimana label memahami bahwa nilai sebuah show hari ini tidak lagi hanya di 15 menit di runway, tetapi di jejak digital sebelum dan sesudah acara.

Dari sudut pandang komunikasi, Airport Look menjadi soft introduction ke tema koleksi Energy Station. Bandara sebagai “stasiun energi” pertama, tempat perjalanan dimulai, terasa selaras dengan gagasan mobilitas yang juga diwakili Honda. Di sini terlihat sinergi halus antara kultur sepeda motor dan fashion: narasi tentang bergerak, berpindah, dan menjelajah. Strategi ini relevan bagi generasi yang lebih peduli pada storytelling ketimbang sekadar logo. Para penggemar fashion menemukan inspirasi gaya travel, sementara komunitas penggemar selebritas mendapat bahan visual untuk dirayakan. Hasilnya, buzz tercipta organik, bahkan sebelum satu langkah pun di runway diambil.

Onitsuka Tiger Milan Fashion Week: Ketika Catwalk Bertemu Asap Knalpot

Momo TWICE, Gulf Kanawut, dan Politik Halus Front Row

Di runway manapun, front row adalah statement politik gaya. Kehadiran Momo TWICE dan Gulf Kanawut memperjelas bahwa Onitsuka Tiger ingin memusatkan orbit pada Asia, tanpa mengorbankan daya tarik global. Momo muncul dalam setelan rok kotak-kotak ala preppy dengan boots bernuansa Y2K, memadukan nostalgia dengan energi pop modern. Gulf memilih sweater kuning bermotif grafis yang dipadukan celana netral dan sneakers merah, contoh bagaimana warna mencolok bisa terasa subtle ketika diimbangi palet tenang. Bersama mereka, Kim Jae-won dengan coat klasik dan sneakers python edgy serta Baifern dan Raline Shah yang bermain tekstur dan warna lembut memperkuat pesan bahwa Onitsuka Tiger mengundang spektrum karakter, bukan hanya satu tipe gaya.

Keputusan mengundang figur-figur ini bukan sekadar soal popularitas; mereka adalah perpanjangan dari strategi kolaborasi Honda fashion yang ingin membuka kultur sepeda motor ke lebih banyak konsumen. Fans Momo TWICE Gulf Kanawut melihat bagaimana sepatu, blazer, dan sneakers boots dapat menyatu dalam gaya sehari-hari, bukan hanya di runway. Relevansinya jelas: koleksi ini menarik bagi penggemar fashion yang ingin bereksperimen dengan mix-and-match, pencinta motor yang mulai tertarik pada estetika outfit, serta generasi yang menikmati crossover budaya pop, otomotif, dan streetwear. Dengan kata lain, Onitsuka Tiger menunjukkan bahwa masa depan fashion ada di persimpangan—antara klub penggemar, komunitas motor, dan penonton streaming show yang menonton dari layar ponsel.

Onitsuka Tiger Milan Fashion Week: Ketika Catwalk Bertemu Asap Knalpot

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!