Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Macklemore Dicoret dari Tur Ed Sheeran: Saat Panggung Musik Menjadi Medan Politik

Macklemore Dicoret dari Tur Ed Sheeran: Saat Panggung Musik Menjadi Medan Politik
Minat|Penyanyi/Band Pop

Inti Masalah: Dukungan Palestina yang Mengubah Jalannya Tur

Kontroversi Macklemore dicoret tur Ed Sheeran merujuk pada keputusan promotor untuk menghapus rapper Amerika itu dari rangkaian Ed Sheeran Loop Tour setelah ia menyuarakan dukungan Palestina secara terbuka di atas panggung, yang kemudian memicu tekanan politik, protes penggemar, dan solidaritas musisi lain, serta membuka perdebatan luas tentang batas kebebasan berekspresi artis dalam industri konser global. Pencopotan Macklemore jauh dari sekadar perubahan teknis di rundown acara; ini adalah pesan politik yang dikirim lewat lineup musik. Ketika seorang artis kehilangan panggung karena dua kata—“Free Palestine”—maka panggung itu sudah bukan lagi ruang netral hiburan, melainkan arena negosiasi kekuasaan antara artis, promotor, pemilik stadion, dan kelompok penekan politik. Di sini, penonton dipaksa memilih: datang untuk musik saja, atau mengakui bahwa setiap tiket yang mereka pegang ikut menopang keputusan-keputusan politik di belakang layar.

Macklemore Dicoret dari Tur Ed Sheeran: Saat Panggung Musik Menjadi Medan Politik

Bagaimana Macklemore Dicoret: Dari MetLife ke Tekanan Pemilik Stadion

Benih konflik muncul di MetLife Stadium, New Jersey, saat Macklemore sebagai opening act Loop Tour menyerukan “Free Palestine” dan menampilkan visual kehancuran Gaza serta lagu “Hind’s Hall” yang terinspirasi demonstran pro-Palestina di kampus. Dukungan Palestina di konser itu memicu petisi Israeli American Council yang menuntut Macklemore dikeluarkan karena dianggap membawa agenda politik sepihak. Tekanan kian keras ketika Robert Kraft, pemilik Gillette Stadium dan New England Patriots, menyatakan Macklemore tak akan tampil di stadionnya dan mengaitkan pernyataan rapper itu dengan retorika serta citra yang dianggap antisemit. Di titik ini, industri konser telanjang: keputusan siapa yang boleh berbicara di panggung ditentukan bukan oleh penonton, tetapi oleh pemilik venue dan jaringan kekuasaan yang khawatir pada pesan, bukan musiknya.

Macklemore Dicoret dari Tur Ed Sheeran: Saat Panggung Musik Menjadi Medan Politik

Posisi Ed Sheeran: Di Tengah Badai, Tapi Bukan di Tengah Keputusan

Ed Sheeran jadi sasaran kemarahan setelah Macklemore dicoret dari Loop Tour, terutama karena publik menilai dialah “tuan rumah” tur tersebut. Namun ia menegaskan, “Macklemore keluar dari tur adalah keputusan promotor. Itu bukan keputusan saya, kontrak Macklemore untuk tur itu dengan promotor, bukan dengan saya”. Di atas panggung Loop Tour di Philadelphia, Sheeran mengakui minggu itu sebagai salah satu yang terberat dalam hidupnya dan meminta maaf karena merasa membuat keputusan-keputusan yang salah. Ia juga menyebut peristiwa 7 Oktober di Israel mengerikan, sekaligus menilai situasi di Gaza sebagai bencana yang tidak dapat dibenarkan dan tidak proporsional, seraya menegaskan bahwa ia ingin pertunjukannya mempersatukan, bukan memecah. Ironinya, sikap “non-politik” Ed justru tampak politik: ia memilih menjaga tur dan kru tetap bekerja, sambil membiarkan promotor dan pemilik stadion menentukan batas suara di panggung.

Macklemore Dicoret dari Tur Ed Sheeran: Saat Panggung Musik Menjadi Medan Politik

Reaksi Berantai: Penggemar Marah, Musisi Mundur, Lineup Kosong

Keputusan mencoret Macklemore tidak berhenti sebagai drama internal tur; ia meledak di ruang publik. Penggemar Ed Sheeran memprotes keras di media sosial, menyebut langkah itu sebagai bentuk pembungkaman terhadap dukungan Palestina konser dan merasa dikhianati oleh sosok yang mereka kira menjunjung empati dan kemanusiaan. Sejumlah musisi pendukung—Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga—memilih mundur dari tur Amerika Serikat sebagai solidaritas terhadap Macklemore dan penolakan terhadap sensor di panggung musik. Akibatnya, beberapa konser Loop Tour berlangsung tanpa penampil pembuka. Di luar venue, kelompok pro-Palestina mengibarkan bendera dan menggelar aksi, sementara di dalam, Ed berusaha menjaga konser tetap “normal”. Kontroversi lineup musik ini menunjukkan bahwa penonton dan sesama musisi kini siap menghukum tur yang dianggap tunduk pada tekanan politik.

Free Palestine Tour: Kontra-Narasi Macklemore dan Pelajaran bagi Industri

Alih-alih mengecilkan suara, Macklemore menjawab pencoretan itu dengan mengumumkan Macklemore and Friends Free Palestine Tour di Eropa—Dublin, Paris, dan London sepanjang Oktober, bersama sejumlah musisi lain. Seluruh keuntungan tur ini akan disalurkan ke 12 organisasi kemanusiaan yang membantu rakyat dan gerakan kemerdekaan Palestina. Menurutnya, insiden pencopotan ini bukan sekadar masalah personal, tetapi cerminan kontrol ketat elite terhadap narasi publik dan praktik sensor di panggung komersial. Di sisi lain, Loop Tour tetap berlanjut karena Ed merasa bertanggung jawab pada kru dan musisi lain yang menggantungkan nafkah pada tur tersebut. Pertanyaannya bagi industri: sampai kapan promotor dan pemilik venue bisa mengklaim netralitas, sementara mereka menentukan topik apa yang boleh diucapkan artis? Pencoretan Macklemore membuktikan bahwa kebebasan berekspresi artis di konser masih bersyarat, dan syarat itu ditulis oleh kekuatan uang dan politik.

Macklemore Dicoret dari Tur Ed Sheeran: Saat Panggung Musik Menjadi Medan Politik

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!