Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dimsum Kekinian hingga Ketan Legendaris: Panduan Kuliner Kota Batu

Dimsum Kekinian hingga Ketan Legendaris: Panduan Kuliner Kota Batu
Minat|Makanan Kaki Lima

Kuliner Kota Batu: Perpaduan Dimsum Kekinian, Ketan Legendaris, dan Pasar Malam

Kuliner Kota Batu adalah perpaduan unik antara jajanan tradisional seperti ketan dan aneka jajanan kaki lima dengan kehadiran dimsum kekinian dan kafe modern yang berkembang di udara sejuk pegunungan, menjadikannya destinasi street food yang hidup dari sore hingga malam hari.

Intinya, Kota Batu bukan sekadar tempat mampir setelah wisata alam, tetapi medan wajib bagi pencinta kuliner yang ingin merasakan evolusi street food di kota pegunungan. Kedai dimsum kekinian tumbuh di berbagai sudut kota dan melengkapi jajanan legendaris seperti ketan dan susu hangat. Sementara itu, pasar malam Batu di sekitar alun-alun, dengan Pasar Laron sebagai ikon, mengumpulkan pedagang kaki lima dalam satu area yang ramai sejak sore hingga tengah malam. Kota ini ideal bagi wisatawan, pencinta jajanan kaki lima, hingga keluarga yang ingin menghabiskan malam dengan camilan hangat dan murah meriah.

Dimsum Kekinian hingga Ketan Legendaris: Panduan Kuliner Kota Batu

Lima Kedai Dimsum Kekinian Favorit di Kota Batu

Dimsum kekinian di Batu adalah simbol bagaimana kuliner Asia yang dulu identik dengan resto formal kini turun ke level kaki lima hingga kafe kasual dengan harga ramah kantong. Kota ini tumbuh menjadi “surga kuliner kekinian” dan salah satu tandanya adalah menjamurnya kedai dimsum di berbagai sudut kota, dari versi mentai hingga konsep kafe cozy.

Di pusat kota, Umayumcha Batu di Jl. Moch Sahar No. 80, Sisir, menawarkan siomay ayam, hakau, dan lumpia udang dengan tekstur lembut dan rasa gurih seimbang. Dimsum by YummyTasty di Jl. Darsono, Ngaglik, jadi langganan camilan sore warga lokal, cocok dipasangkan dengan teh hangat di udara dingin Batu. Hotman Dimsum Batu di Jl. Munif digemari pelajar dan wisatawan berkat pilihan dimsum goreng kriuk dan isian ayam yang manis-gurih.

Untuk wisatawan yang baru turun dari kawasan wisata, Dimsumnesia di Jl. Indragiri, Pesanggrahan, ideal sebagai tempat persinggahan sore hingga malam sebelum kembali ke penginapan. Di jalur utara, Sugar n Salt di Jl. Raya Punten No. 31 mengusung konsep take away, pas untuk stok dimsum hangat selama perjalanan. Kehadiran lima kedai ini memperkaya peta dimsum kekinian dan membuat kuliner Kota Batu terasa semakin modern tanpa meninggalkan nuansa santai kaki lima.

Ketan Legendaris Kota Batu: Dari Pos Ketan Legenda 1967 hingga Susu Ketan Kekinian

Ketan legendaris di Batu adalah bukti bahwa jajanan tradisional bisa bertahan sekaligus beradaptasi dengan selera generasi baru, tanpa kehilangan ruh gurih-manis dan tekstur pulen yang disukai anak muda hingga orang tua. Udara malam yang dingin membuat ketan hangat seolah menjadi “wajib” sebelum pulang ke penginapan.

Ikon utamanya tentu Pos Ketan Legenda 1967 di kawasan Alun-alun, yang telah berdiri puluhan tahun dan menjadi tujuan wajib wisatawan luar kota. Menu ketannya beragam: ketan keju susu, durian, nangka, meses, hingga topping unik seperti ketan ayam pedas, dengan taburan kelapa parut dan saus kental. Harganya berkisar Rp6.000 hingga Rp12.000 per porsi, membuat antrean hampir tak pernah sepi, terutama malam dan akhir pekan.

Tak jauh dari alun-alun, Ketan Lorong di Jl. Munif menawarkan cita rasa turun-temurun dengan bubuk kedelai sangrai, gula kelapa, dan kelapa parut yang menghadirkan sensasi tradisional Jawa yang tidak terlalu manis. Tempat ini buka 24 jam dengan harga mulai Rp4.000–Rp5.000, sehingga cocok untuk kelaparan tengah malam. Untuk nuansa lebih modern, Susu Ketan Pak Yan di Jl. Diponegoro No. 84B menghadirkan topping kekinian seperti durian, oreo, kitkat, meses, keju leleh, dan menu susu ketan dengan paduan ketan dan minuman susu hangat yang memanjakan penggemar tempat estetik.

Pasar Laron: Pasar Malam Batu dan Surga Jajanan Kaki Lima

Pasar Laron adalah wajah paling jelas dari pasar malam Batu yang hidup dari sore hingga tengah malam, mengumpulkan pedagang kaki lima dalam satu koridor kuliner dekat Alun-alun Kota Batu. Ini bukan pasar kebutuhan harian, melainkan ruang makan terbuka untuk siapa saja yang ingin mencari jajanan setelah puas menikmati suasana alun-alun.

Berada di Jl. Sudiro, Pasar Laron beroperasi pukul 16.00–00.00 pada Senin–Sabtu, dan mulai lebih pagi pukul 07.00 hingga tengah malam setiap Minggu. Lampu-lampu lapak yang menyala ketika hari mulai gelap menciptakan suasana yang ramai, sehingga namanya diibaratkan seperti laron yang datang ke sumber cahaya."Pasar Laron lebih dikenal sebagai tempat berkumpulnya pedagang kaki lima dengan beragam pilihan makanan dan minuman."

Pilihan jajanan kaki lima di sini sangat beragam: cilok, sempol, tahu crispy, takoyaki, tahu gejrot, cimol, aneka seafood, sate taichan, sate gurita, siomay, bakso, lok-lok, waffle, hingga aneka minuman. Ada juga jajanan tradisional seperti cenil, klepon, lupis, dan putu bambu, serta menu hangat seperti seafood kuah ala Korea, ceker pedas, dan jasuke. Di sekitar kawasan ini, Pos Ketan Legenda juga berdiri sebagai rujukan kuliner yang sudah dikenal wisatawan, melengkapi pengalaman satu koridor makan malam yang padat rasa.

Evolusi Street Food Kota Batu: Tradisi yang Berjalan Seiring Tren

Street food di Kota Batu menggambarkan evolusi menarik: dari ketan legendaris, cenil, dan klepon hingga dimsum mentai, takoyaki, dan lok-lok yang lahir di era kafe modern. Kuliner tradisional seperti ketan tetap menjadi favorit lintas usia, namun kini berdampingan dengan dimsum kekinian dan jajanan bergenre global yang meramaikan malam.

Kehadiran kedai dimsum dengan konsep kaki lima hingga kafe cozy menunjukkan bagaimana kuliner Kota Batu merangkul selera baru tanpa menghapus identitas lama. Di sisi lain, pasar malam Batu melalui Pasar Laron menjadi panggung utama jajanan kaki lima, di mana menu tradisional dan modern tampil berdampingan. Hasilnya adalah pengalaman kuliner yang menyatu: wisatawan bisa makan dimsum hangat sore hari, menikmati ketan legendaris di alun-alun saat malam, lalu menutup hari dengan menyusuri lapak-lapak jajanan kaki lima.

Kesimpulannya, kalau ingin memahami karakter Batu sebagai destinasi wisata pegunungan, pergilah ke jalanan dan cicipi kulinernya. Dimsum kekinian, ketan legendaris, dan pasar malam bukan hanya soal kenyang, tetapi cerita tentang kota yang tumbuh tanpa lupa pada rasa lama yang menghangatkan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!