Smartphone modular yang ingin mengubah cara kita upgrade
HMD Fusion 2 adalah smartphone modular kelas menengah-atas yang dirancang untuk memungkinkan pengguna menyesuaikan komponen dan aksesori sesuai kebutuhan, mengganti modul tertentu tanpa perlu membeli ponsel baru, sambil tetap menawarkan performa modern lewat Snapdragon 6s Gen 4 dan layar OLED 120Hz yang menyasar pengalaman pakai lebih fleksibel dan tahan lama.
Pengembangan HMD Fusion 2 sempat dikabarkan berhenti, tetapi bocoran terbaru pada 19 Juli 2026 menegaskan proyek ini masih berjalan aktif. Sumber yang sama juga menyebut HMD XR22 sedang disiapkan sebagai penerus lini ponsel ultra tangguh, menandakan HMD tidak sekadar mengejar tren kamera dan lipat, tetapi juga diferensiasi lewat ketahanan dan modularitas. Di tengah pasar yang terasa homogen, keputusan mempertahankan desain modular ponsel adalah pernyataan sikap: HMD ingin mengubah cara pengguna memikirkan upgrade, dari “ganti ponsel” menjadi “ganti modul”.
Desain modular ponsel: dari konsep rumit ke ekosistem praktis
Inti nilai HMD Fusion 2 ada pada konsep smartphone modular yang sudah menjadi identitas seri Fusion. Pengguna disebut bisa menambahkan atau mengganti aksesori untuk memperluas fungsi ponsel tanpa mengganti perangkat utama, mulai dari modul produktivitas, perlengkapan fotografi, hingga pelindung khusus. Berbeda dengan upaya modular generasi awal yang ruwet dan gampang bikin pengguna menyerah, HMD dikabarkan merancang sistem pasang-lepas yang lebih sederhana sehingga konsumen umum tidak perlu berurusan dengan mekanisme teknis yang rumit.
Strateginya jelas: HMD ingin modular terasa seperti mengganti casing atau menambah aksesori, bukan membongkar mesin. Dukungan terhadap Smart Outfits generasi kedua, yang membuka peluang aksesori resmi maupun buatan komunitas via pencetakan 3D, mempertegas arah ini. Pendekatan tersebut memberi ruang kreator independen untuk berinovasi, sekaligus memberi pengguna alasan mempertahankan satu ponsel lebih lama karena fungsinya bisa terus diperbarui lewat modul, bukan lewat gonta-ganti perangkat.
Snapdragon 6s Gen 4 dan layar OLED 120Hz: modular tanpa kompromi performa
Konsep modular tidak ada artinya bila performa tertinggal. Karena itu, HMD Fusion 2 dikabarkan akan mengandalkan Qualcomm Snapdragon 6s Gen 4 sebagai otak utama. Chipset kelas menengah ini dirancang memberi keseimbangan antara kinerja, efisiensi daya, dan fitur modern, sehingga aktivitas harian seperti multitasking, media sosial, streaming, dan gim diharapkan berjalan stabil. Dengan kata lain, HMD tidak memposisikan Fusion 2 sebagai ‘eksperimen murah’, tetapi sebagai ponsel utama yang kebetulan modular.
Di sisi layar, rumor menyebut penggunaan panel OLED dengan refresh rate 120Hz. Kombinasi layar OLED 120Hz menjanjikan warna lebih hidup, kontras tinggi, dan animasi yang mulus, sekaligus konsumsi daya yang lebih hemat dibanding LCD. Ini keputusan penting: pengguna yang tertarik modular biasanya juga peduli pada pengalaman visual dan kehalusan navigasi. Dengan spesifikasi tersebut, Fusion 2 berpotensi berdiri sejajar dengan banyak flagship arus utama dalam hal layar, sembari menawarkan sesuatu yang mereka tidak punya: tubuh yang bisa dikustomisasi.
Ekosistem aksesori 2026: visi jangka panjang, bukan gimmick satu musim
HMD secara sadar mengambil risiko yang pernah menggugurkan proyek modular lain: ekosistem lemah dan biaya tinggi. Bedanya, kali ini strategi mereka jauh lebih berorientasi jangka panjang. HMD Fusion 2 diperkirakan meluncur pada 2026 dengan model bisnis yang menitikberatkan pada pengembangan ekosistem aksesori, bukan hanya penjualan perangkat utama. Sistem Smart Outfits generasi kedua dan dukungan pencetakan 3D membuka pintu bagi pengembang independen untuk menciptakan modul baru yang kompatibel.
Jika komunitas berkembang, pengguna akan memperoleh pilihan aksesori yang terus bertambah, dari yang fungsional sampai yang eksperimental. Polanya mirip platform: semakin banyak pengguna Fusion 2, semakin menarik bagi kreator modul, dan sebaliknya. Pendekatan ini juga selaras dengan isu keberlanjutan; memperpanjang usia pemakaian ponsel dengan upgrade modul lebih ramah lingkungan dibanding mengganti perangkat utuh dalam waktu singkat. Namun sampai sekarang belum ada jadwal resmi peluncuran, sehingga semua ambisi ini masih bergantung pada eksekusi nyata di lapangan.
Tantangan pasar dan kesimpulan: saatnya modular diberi kesempatan kedua
Walau potensinya besar, perjalanan HMD Fusion 2 tidak akan mulus. Pasar hari ini nyaris sepenuhnya dikuasai oleh ponsel dengan fokus pada kamera, AI, dan desain lipat, sementara konsep modular punya sejarah kegagalan akibat ekosistem yang tidak pernah matang. HMD harus membuktikan bahwa modul benar-benar berguna dalam keseharian, bukan sekadar aksesori lucu yang dilupakan setelah beberapa bulan. Ketersediaan aksesori relevan, harga paket yang masuk akal, serta dukungan perangkat lunak jangka panjang akan menjadi penentu hidup-matinya Fusion 2.
Jika rumor soal Snapdragon 6s Gen 4, layar OLED 120Hz, dan ekosistem aksesori terintegrasi terbukti, Fusion 2 berpeluang menjadi salah satu smartphone paling unik di 2026. Konsepnya menantang kebiasaan: alih-alih meng-upgrade ke generasi ponsel baru setiap tahun, pengguna bisa meng-upgrade fungsinya lewat modul. Di tengah pasar yang terasa makin seragam, HMD Fusion 2 pantas mendapat kesempatan kedua untuk membuktikan bahwa masa depan flagship tidak harus berarti ponsel sekali pakai dengan siklus ganti tiap dua tahun.

