Apa Itu ExpertBook Ultra dan Mengapa Baterai 26 Jam Penting?
Baterai laptop 26 jam adalah klaim daya tahan ekstrem yang menyasar profesional modern yang ingin bekerja seharian penuh—bahkan dua hari—tanpa mencari stopkontak, dan ASUS ExpertBook Ultra menjadikannya senjata utama untuk bersaing di segmen laptop bisnis premium dengan mobilitas tinggi. ASUS kembali memperkenalkan laptop bisnis teranyarnya melalui seri ExpertBook Ultra (B9406CAA) yang diposisikan sebagai flagship untuk menunjang kebutuhan profesional modern dan diperkenalkan dalam ajang media gathering di Pontianak pada 3 September 2026. Di sisi lain, varian lain yang sering dikenal sebagai ExpertBook Ultra P5 hadir sebagai laptop bisnis kategori Copilot+ PC yang ingin mendefinisikan ulang standar produktivitas di luar kantor.
Inti perdebatan ada di sini: apakah laptop bisnis tahan lama seperti ini benar-benar sanggup memberi 26 jam kerja nyata, atau angka tersebut hanya hasil skenario lab yang terlalu ideal? ASUS menekankan bahwa mobilitas tinggi, efisiensi baterai, keamanan data, serta kemampuan menjalankan fitur kecerdasan buatan secara lokal kini menjadi pertimbangan utama bagi kalangan profesional maupun korporasi. Dengan kata lain, baterai panjang bukan sekadar fitur tambahan, tetapi landasan positioning produk ini.

ExpertBook Ultra Spesifikasi: Dua Wajah, Satu Ambisi AI
Hal pertama yang perlu disadari: label ExpertBook Ultra menaungi konfigurasi berbeda. Di satu sisi, ada model dengan prosesor hingga Intel Core Ultra X9-388H yang dipadukan dengan Neural Processing Unit (NPU) berkapasitas 50 TOPS, dengan total komputasi platform yang diklaim menembus 180 TOPS. Di sisi lain, ada konfigurasi berbasis Snapdragon X Elite 12-core dengan NPU Qualcomm Hexagon hingga 45 TOPS. Dua pendekatan ini sama‑sama mengejar tujuan serupa: menghadirkan teknologi AI baterai yang mampu memproses tugas kecerdasan buatan secara lokal tanpa membebani CPU atau GPU berlebihan.
Dari sisi fisik, ExpertBook Ultra menawarkan layar 14 inci Tandem OLED beresolusi 3K dengan refresh rate 120 Hz dan kecerahan puncak HDR hingga 1.400 nits serta cakupan warna 100 persen DCI‑P3. Ada juga varian panel 2,5K dengan lapisan anti‑glare. ASUS mengeklaim laptop ini membawa haptic touchpad kaca edge‑to‑edge yang luas, baterai 70 Wh, serta pemrosesan AI lokal tanpa bergantung internet.
| Komponen | Konfigurasi Intel | Konfigurasi Snapdragon |
|---|---|---|
| Prosesor | Hingga Intel Core Ultra X9-388H | Snapdragon X Elite (12-core) |
| NPU AI | Hingga 50 TOPS, total platform 180 TOPS | Qualcomm Hexagon hingga 45 TOPS |
| RAM | LPDDR5x hingga 64 GB | Hingga 32 GB LPDDR5X |
| Penyimpanan | Tidak dirinci di sumber | Hingga 1 TB M.2 NVMe PCIe 4.0 SSD |
| Layar | 14" 3K Tandem OLED, 120 Hz, 1.400 nits HDR | 14" 2,5K, anti-glare |
| Baterai | 70 Wh, klaim hingga 26 jam | Klaim hingga 26 jam |
Teknologi AI Baterai: Optimasi Daya, Bukan Sulap
Klaim baterai laptop 26 jam pada ExpertBook Ultra bertumpu pada kombinasi kapasitas fisik 70 Wh dan kecerdasan manajemen daya berbasis AI. ASUS menyebut perangkat ini mengandalkan pemrosesan AI lokal hingga 50 TOPS sambil tetap menjaga daya tahan baterai hingga 26 jam. Dalam varian Snapdragon, arsitektur ARM yang hemat energi digabung dengan NPU Hexagon hingga 45 TOPS untuk menjaga efisiensi daya tinggi. Di sini terlihat dengan jelas pendekatan desain: AI tidak hanya hadir sebagai fitur pemasaran, tetapi sebagai alat untuk menekan konsumsi energi saat tugas‑tugas tertentu berjalan.
Fitur seperti AI ExpertMeet memindahkan beban transkripsi otomatis, terjemahan bahasa langsung, dan optimasi kamera ke NPU, sehingga prosesor utama bisa lebih sering berada di kondisi hemat daya. Menurut Eric Khoven, Commercial Director ASUS Indonesia, perangkat ini dibangun sebagai fondasi utama menyongsong era Copilot+ PC dan komputasi AI yang kian terintegrasi pada perangkat keras. Strateginya jelas: semakin banyak pekerjaan AI dijalankan secara lokal di NPU, semakin sedikit lonjakan daya besar dari CPU dan GPU yang biasanya menguras baterai.
Apakah 26 Jam Bisa Tercapai dalam Skenario Kerja Nyata?
Di dokumen resmi, klaim 26 jam biasanya dikaitkan dengan pemutaran video atau beban kerja ringan tertentu, bukan skenario kerja kantor ekstrem. Artinya, jika Anda menggunakannya untuk streaming, mengetik dokumen, dan selancar web dengan kecerahan layar sedang, peluang mendekati angka itu masih ada. Namun saat skenario beralih ke konferensi video berjam‑jam, multi‑dokumen besar, dan pengolahan data intensif, konsumsi daya pasti meningkat. ASUS sendiri menggambarkan skenario multitasking korporat—rapat maraton via Teams sambil mengolah ribuan baris data dan menyusun ratusan halaman laporan—sebagai hal yang sanggup ditangani ExpertBook Ultra tanpa kendala kinerja, tapi ini hampir pasti membuat baterai turun lebih cepat.
Karena itu, lebih masuk akal melihat angka 26 jam sebagai batas atas teoretis dalam kondisi ideal, bukan patokan rata‑rata harian. Dengan penggunaan profesional yang padat, banyak pengguna mungkin melihat kisaran 12–18 jam, yang tetap sangat impresif untuk laptop bisnis tahan lama. Hal yang menarik, berkat integrasi teknologi AI baterai, sebagian tugas berat bisa dijalankan lebih hemat daya, misalnya saat NPU mengambil alih pemrosesan AI dan membiarkan CPU beristirahat lebih sering.
Siapa yang Paling Diuntungkan dan Kesimpulan: Klaim yang Masih Masuk Akal
Target utama ExpertBook Ultra jelas: profesional mobile yang sering bekerja jauh dari sumber listrik sepanjang hari, termasuk pelancong bisnis dan eksekutif yang berpindah kantor ke bandara, kafe, atau hotel. Dengan klaim daya tahan yang memungkinkan pengguna bekerja selama dua hari penuh tanpa perlu mencari stopkontak, laptop ini mencoba memecahkan kecemasan klasik: baterai habis ketika pekerjaan belum selesai. Ditambah standar ketahanan militer MIL‑STD‑810H dan ketahanan beban hingga 100 kg, ExpertBook Ultra menempatkan diri sebagai laptop bisnis tahan lama yang tidak hanya kuat di meja, tapi juga di dalam tas.
Jadi, apakah klaim baterai 26 jam layak dipercaya? Dalam arti harfiah untuk semua skenario, tentu tidak. Tidak ada laptop yang kebal hukum fisika. Namun sebagai angka batas atas dalam skenario ringan dengan optimasi AI yang agresif, klaim tersebut masih berada di wilayah realistis. Keunggulan sejatinya justru pada kombinasi: baterai besar 70 Wh, teknologi AI yang menekan konsumsi daya, kemampuan komputasi AI lokal, serta layar dan desain yang tetap premium. Bagi profesional yang menilai stabilitas kerja dan kebebasan dari stopkontak sebagai faktor utama, ExpertBook Ultra layak dipandang sebagai salah satu kandidat paling menarik di kelasnya.







