Verdik awal: kuat untuk baterai dan gaming ringan, mahal untuk penerus seri Pova
Tecno Pova 8 5G adalah ponsel gaming terjangkau yang menggabungkan baterai 8.000 mAh, layar 144Hz, dan chipset Dimensity 7100 5G untuk menyasar pengguna berat yang lebih mementingkan daya tahan dan performa gaming ringan daripada desain premium atau kamera flagship. Di atas kertas, ini tampak seperti paket lengkap, tetapi lonjakan harga hingga 66% dibanding generasi sebelumnya membuatnya bukan lagi “HP 2–3 jutaan spek dewa”, melainkan pilihan yang harus diperhitungkan dengan lebih kritis. Dengan harga pre-order varian 6/128 GB di kisaran Rp3.999.000, Pova 8 5G masuk akal bagi gamer kasual dan pengguna yang sering jauh dari colokan. Namun untuk pengguna yang mengejar value setinggi mungkin, terutama yang terbiasa harga seri Pova lama, kenaikan ini akan terasa berat.

Desain, build, dan Alive Matrix: fungsional, bukan mewah
Secara desain, Tecno Pova 8 5G masih memakai material polikarbonat sehingga rasa di tangan belum sekelas harga varian tertingginya. Warna Helios Orange dengan perpaduan krem, aksen oranye, dan ring emas di kamera memberi kesan lebih elegan, tapi ini tetap ponsel yang terasa dibuat untuk fungsi, bukan kemewahan. Hal menarik justru ada pada ketahanan: sertifikasi IP64 dan MIL-STD-810H membuatnya tahan cipratan air, debu, dan guncangan, sesuatu yang jarang muncul di ponsel kelas harga ini. Di belakang, Tecno menambahkan Alive Matrix Display, panel LED kecil yang bisa menampilkan notifikasi, timer, visualizer musik, hingga game mini, dan bahkan bisa digambar polanya sendiri. Fitur ini membuat Pova 8 5G terasa unik dan sedikit “nyeleneh”, meski sayangnya masih memakai speaker mono dan tanpa slot microSD, dua kompromi yang cukup mengganggu pada ponsel sebesar ini.

Layar 144Hz, spesifikasi, dan performa gaming: kencang tapi bukan untuk game berat
Layar Tecno Pova 8 5G berukuran 6,76 inci dengan panel IPS LCD, resolusi FHD+ 2344×1080, dan refresh rate 144Hz. Dalam pemakaian, scrolling media sosial dan game ringan yang mendukung frame rate tinggi terasa jauh lebih mulus dibanding layar 60Hz. Di balik layar, chipset MediaTek Dimensity 7100 5G fabrikasi 6nm dipasangkan dengan RAM 6GB atau 8GB dan storage 128GB atau 256GB. Menurut pengujian, skor AnTuTu sekitar 780.000, cukup untuk menjalankan Mobile Legends di 90 fps dengan sesekali frame drop, sementara Genshin Impact dianggap terlalu berat untuk perangkat ini. Artinya, Pova 8 5G lebih cocok disebut ponsel gaming terjangkau untuk judul-judul kompetitif ringan hingga menengah, bukan mesin all-out untuk game AAA mobile. RAM 8GB membantu multitasking dan menjaga game tetap di memori, sehingga berpindah aplikasi terasa lancar selama tidak memaksa terlalu banyak aplikasi berat sekaligus.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Layar | 6,76 inci IPS LCD, FHD+ 2344×1080, refresh rate 144Hz |
| Chipset | MediaTek Dimensity 7100 5G, fabrikasi 6nm |
| RAM / Storage | 6GB+128GB, 8GB+128GB, 8GB+256GB |
| Kamera belakang | 50MP Sony Lytia 600, AF, 2x in-sensor zoom |
| Kamera depan | 13MP |
| Baterai & charging | 8.000 mAh, fast charging 45W, reverse wired charging 10W |
| Konektivitas | 5G, Wi-Fi, Bluetooth 5.4, NFC, inframerah |
| Ketahanan | IP64, MIL-STD-810H |
| Warna | Arc White, Graphite Black, Echo Green, Helios Orange |
Baterai 8.000 mAh, kamera Sony Lytia, dan isu panas
Daya tarik utama Tecno Pova 8 5G tetap baterai 8.000 mAh. Untuk pemakaian normal seperti browsing, media sosial, dan streaming ringan, ponsel ini bisa menembus dua hari tanpa perlu isi ulang. Dalam pengujian berat seharian penuh—Google Maps, gaming, dan foto dengan koneksi seluler aktif—baterai masih menyisakan 38%, menunjukkan ketahanan yang sangat kuat. Pengisian 45W memberi 40% dalam 30 menit, sekitar 70% dalam satu jam, dan penuh dalam 1,5 jam. Kamera 50MP dengan sensor Sony Lytia 600 dan 2x in-sensor zoom menghasilkan foto siang yang rapi dan detail, sementara foto malamnya cukup terkontrol dari noise untuk kelas harganya. Namun, ada dua catatan: performa gaming berat terbatas dan suhu bisa menembus sekitar 45 derajat saat dipaksa main game yang menekan chipset lama-lama. Jadi, ini lebih aman untuk game santai atau sesi pendek ketimbang maraton game berat.
Harga, lonjakan 66%, dan posisi di antara pesaing
Di generasi sebelumnya, varian 8/128 GB bisa didapat sekitar Rp3 juta, sedangkan 8/256 GB hanya perlu tambah Rp200 ribu. Sekarang, Tecno Pova 8 5G varian 8/128 GB menembus sekitar Rp5 juta, naik sekitar 66% atau Rp2 juta; varian 8/256 GB butuh tambahan Rp600 ribu. Tecno mencoba menambal kenaikan itu dengan varian 6/128 GB yang saat pre-order dibanderol Rp3.999.000 dan naik menjadi Rp4.299.000 setelah promo, sementara 8/128 GB dan 8/256 GB masing-masing Rp4.699.000 dan Rp5.299.000 pada masa pre-order. “Kalau dapat varian 6/128 GB di kisaran Rp3,8–3,9 juta, ini masih oke. Baterai gede, kamera bagus, desain unik.” Namun di kelas harga sama, ada pesaing dengan performa gaming lebih tinggi atau kamera lebih kuat; di sini Pova 8 5G menang di baterai 8.000 mAh dan ketahanan IP64 plus MIL-STD-810H saja.
Buy if / Skip if
- Buy the Tecno Pova 8 5G if kamu butuh baterai 8.000 mAh yang kuat untuk dua hari dan sering jauh dari colokan atau powerbank.
- Skip the Tecno Pova 8 5G if kamu mengincar performa gaming berat seperti Genshin Impact dan ingin fps stabil tanpa panas berlebih.
- Buy the Tecno Pova 8 5G if kamu mencari ponsel gaming terjangkau dengan layar 144Hz dan tidak terlalu peduli material bodi yang masih polikarbonat.
- Skip the Tecno Pova 8 5G if kamu sensitif terhadap kenaikan harga dan mengharapkan seri Pova tetap berada di kisaran Rp2–3 jutaan seperti generasi sebelumnya.
- Buy the Tecno Pova 8 5G if kamu mengutamakan ketahanan fisik (IP64 dan MIL-STD-810H) serta fitur unik Alive Matrix Display dibanding desain premium tipis ringan.
- Skip the Tecno Pova 8 5G if kamu butuh speaker stereo, slot microSD, dan nilai maksimal di kelas harga 4–5 jutaan tanpa kompromi fitur.
- Buy the Tecno Pova 8 5G if kamu pengguna yang multitasking dan main game ringan-menengah, puas dengan Dimensity 7100 5G, RAM 8GB, serta konektivitas 5G lengkap.







