Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Mengapa Harga Xiaomi Naik Saat Penjualan Turun?

Mengapa Harga Xiaomi Naik Saat Penjualan Turun?
Minat|Memilih dan Membeli Ponsel

Paradoks Xiaomi: Unit Menyusut, Harga Meningkat

Paradoks harga Xiaomi naik ketika penjualan Xiaomi turun merujuk pada situasi di mana jumlah smartphone yang dikirim perusahaan menurun signifikan, tetapi rata-rata harga jual tiap unit mencapai rekor baru sehingga menunjukkan perubahan strategi bisnis dari mengejar volume besar ke fokus pada nilai dan margin di setiap perangkat yang terjual.

Dalam laporan keuangan Xiaomi Q2 2026, perusahaan mencatat pendapatan CNY108,9 miliar dengan bisnis smartphone yang mengalami penurunan pengiriman global cukup tajam. Pada periode ini, Xiaomi mengirim 31,2 juta unit dengan pangsa pasar 11,5 persen, turun 26,3 persen secara tahunan. Namun di saat yang sama, harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) smartphone Xiaomi justru naik ke rekor CNY1.351 per unit.

Kalimat yang perlu digarisbawahi dari laporan tersebut adalah: "ASP smartphone Xiaomi mencapai rekor CNY1.351". Artinya, meski penjualan Xiaomi turun dari sisi volume, setiap unit yang laku menyumbang nilai lebih tinggi ke kas perusahaan. Ini bukan sekadar gejala pasar, tetapi cerminan strategi pricing Xiaomi yang bergeser: berhenti bersandar penuh pada harga banting dan mulai menempatkan diri di segmen yang lebih bernilai.

Mengapa Harga Xiaomi Naik Saat Penjualan Turun?

Strategi Pricing Xiaomi: Dari Volume ke Margin

Kenaikan ASP hingga CNY1.351 bukan angka kebetulan; itu adalah sinyal jelas bahwa strategi pricing Xiaomi berubah. Laporan keuangan menegaskan bahwa kenaikan ini menunjukkan Xiaomi tidak lagi mengandalkan volume penjualan unit semata, tetapi mendorong produk dengan nilai jual lebih tinggi. Dengan kata lain, perusahaan rela melihat pengiriman turun selama laba per unit meningkat.

Di pasar domestik, pergeseran ini tampak gamblang. Di Mainland China, segmen smartphone premium menyumbang 32,1 persen dari total penjualan smartphone Xiaomi. Artinya, komposisi produk bergeser ke model yang lebih mahal dan kemungkinan ber-margin lebih tebal. Jika dulu nama Xiaomi identik dengan ponsel murah berfitur tinggi, kini perusahaan sengaja menata ulang citra menuju brand yang mampu menjual perangkat lebih bernilai.

Pendapatan segmen smartphone saja mencapai CNY42,1 miliar, sementara bisnis smartphone dan AIoT gabungan menyumbang CNY84 miliar dengan margin laba kotor 20 persen. Ini mendukung pandangan bahwa strategi pricing Xiaomi sekarang berfokus pada margin keuntungan per unit, bukan sekadar mengejar pangsa pasar lewat perang harga. Perusahaan memilih mengorbankan sebagian volume demi kualitas kontribusi tiap perangkat ke profit.

Krisis RAM dan Dampaknya ke Harga Xiaomi

Di balik fenomena harga Xiaomi naik, ada satu faktor yang tidak bisa diabaikan: krisis RAM yang meluas ke ponsel pintar. Xiaomi sendiri mengakui berada di titik tidak lagi mampu menanggung biaya komponen tersebut, sehingga penyesuaian harga menjadi konsekuensi yang mereka anggap tidak terelakkan.

Melalui pengumuman di akun X cabang Jepang, perusahaan menyatakan kenaikan harga akan diberlakukan pada sejumlah ponsel pintar dan tablet, dengan beberapa perangkat mengalami lonjakan hingga 20.000 Yuan. Ini memperlihatkan bagaimana harga RAM melonjak bukan sekadar isu rantai pasok abstrak, tetapi langsung tercermin pada banderol produk yang dijual ke konsumen.

Langkah tersebut sejalan dengan tren ASP yang naik di laporan Xiaomi Q2 2026. Kombinasi strategi mendorong segmen lebih premium dan tekanan biaya komponen membuat ruang manuver perusahaan semakin sempit: jika mereka tidak mengerek harga, margin akan tergerus; jika harga dinaikkan, risiko penurunan volume kian besar. Xiaomi tampaknya memilih mempertahankan kesehatan margin meskipun harus menerima konsekuensi penjualan Xiaomi turun dari sisi unit.

Daftar Perangkat yang Mengalami Kenaikan Harga

Kebijakan kenaikan harga bukan wacana umum; Xiaomi sudah menyebut model yang terdampak. Pengumuman di akun X mereka menyatakan bahwa beberapa ponsel dan tablet akan mengalami penyesuaian, dengan sebagian naik hingga 20.000 Yuan. Ini menjadi bukti konkret bagaimana strategi pricing Xiaomi diterjemahkan pada level produk.

Produk/SeriVarianPerubahan Harga
Xiaomi 17T ProRAM 12GB / penyimpanan 256GBNaik hingga 20.000 Yuan
Xiaomi 17T ProRAM 12GB / penyimpanan 512GBNaik hingga 20.000 Yuan
POCO X8 ProSejumlah konfigurasiNaik hingga 20.000 Yuan
POCO X8 Pro MaxRAM 12GB / penyimpanan 256GBNaik hingga 20.000 Yuan
Tablet XiaomiBerbagai modelNaik sekitar 2.000–10.000 Yuan

Lonjakan harga produk Xiaomi dan Redmi akan mulai berlaku pada 1 September, sementara model POCO menyusul pada 4 September. Garis waktu ini menunjukkan bahwa perubahan harga bukan respons jangka pendek semata, melainkan penataan ulang struktur harga yang akan membentuk persepsi baru terhadap portfolio Xiaomi di pasar.

Ke Mana Arah Xiaomi Berikutnya?

Jika disatukan, pola ini jelas: penjualan Xiaomi turun 26,3 persen dari sisi pengiriman, tetapi harga jual rata-rata melonjak ke rekor CNY1.351 per unit. Di saat yang sama, Xiaomi mengalihkan fokus ke segmen premium di China, yang kini menyumbang 32,1 persen penjualan smartphone mereka. Strategi pricing Xiaomi bergerak dari diskon agresif ke upaya mengamankan margin dan nilai brand.

Di luar smartphone, pendapatan dari IoT, lifestyle, serta Smart EV, AI dan inisiatif baru ikut mengurangi ketergantungan pada ponsel. Perusahaan menggelontorkan CNY18,2 miliar untuk R&D sepanjang tahun dan menargetkan total CNY40 miliar, sementara 47,2 persen karyawan bekerja di bidang tersebut. Ini menegaskan bahwa Xiaomi siap meninggalkan pola lama sebagai sekadar pemain harga murah.

Kesimpulannya, kenaikan harga Xiaomi bukan anomali, melainkan bagian dari reposisi strategis di tengah krisis komponen dan ambisi naik kelas. Risiko jangka pendeknya adalah penurunan volume, tetapi Xiaomi tampak yakin masa depan ada pada perangkat bernilai lebih tinggi, integrasi AI, dan ekosistem yang luas. Pertanyaannya tinggal satu: apakah konsumen akan mengikuti pergeseran ini, atau mencari alternatif lain di segmen mid-range dan entry-level?

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!