Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pertamina Perkuat UMKM Binaan dengan Literasi Digital dan Branding

Pertamina Perkuat UMKM Binaan dengan Literasi Digital dan Branding
Minat|Asia Tenggara

Literasi digital dan branding: fondasi baru kemandirian UMKM

Workshop literasi digital dan branding bagi UMKM literasi digital adalah program pelatihan terstruktur yang dirancang untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memahami cara memanfaatkan teknologi digital, membangun identitas merek, serta mengoptimalkan konten visual di berbagai platform pemasaran agar produk mereka lebih dikenal, dipercaya, dan dibeli oleh pasar yang lebih luas. Di Kilang Dumai, gagasan ini tidak berhenti di tataran konsep: Pertamina Patra Niaga menjadikannya alat strategis untuk mengakselerasi kemandirian ekonomi lokal melalui program CSR Pertamina yang menyasar kelompok mitra binaan di sekitar wilayah operasional. Sikap ini penting, karena tanpa keterampilan digital dan kemampuan mengelola merek, UMKM akan terus tertinggal meski produk mereka berkualitas.

Pertamina Perkuat UMKM Binaan dengan Literasi Digital dan Branding

Mengapa workshop branding UMKM jadi langkah wajib, bukan pelengkap

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai menggelar Workshop Penguatan Literasi Digital dan Branding bagi UMKM binaan melalui program Community Involvement and Development (CID) atau TJSL pada 11–12 September 2026, di Aula Kantor Communication, Relations & CSR, diikuti 30 peserta dari sembilan kelompok mitra binaan. Angkanya terlihat kecil, tetapi secara kualitas ini adalah investasi penting: di tengah persaingan UMKM yang semakin ketat, branding bukan lagi pelengkap, melainkan syarat supaya produk lokal punya keunikan dan daya saing tinggi. UMKM yang mengabaikan pengelolaan merek akan tenggelam di tengah banjir konten digital. Dengan workshop branding UMKM yang fokus pada literasi digital, penataan produk, dan konten visual, Pertamina mengirim pesan jelas: pelaku usaha kecil harus naik kelas, atau akan tertinggal.

Kolaborasi Pertamina–PCR: contoh sehat hubungan industri dan pendidikan

Yang membuat program CSR Pertamina ini layak diapresiasi adalah pilihan mitra: Politeknik Caltex Riau (PCR) tidak hanya hadir sebagai pengisi acara, tetapi sebagai penggerak transformasi UMKM literasi digital. Kilang Dumai berkolaborasi dengan PCR sehingga materi yang diberikan komprehensif dan aplikatif, dari pembangunan identitas merek, teknik penataan dan penyajian produk agar katalog menarik, hingga praktik pembuatan foto dan video untuk promosi digital. Tim pelaksana melibatkan dosen dan mahasiswa; Jan Alief Kresna sebagai ketua pelaksana, bersama Anggy Trisnadoli, Rizky Raissa Pratama, dan Ido Refael Siregar sebagai pemateri. "Kami ingin peserta tidak hanya memahami konsep literasi digital dan branding, tetapi juga mampu langsung mempraktikkannya," tegas Jan. Inilah bentuk ideal pengabdian perguruan tinggi: ilmu dan teknologi turun langsung ke pelaku usaha, bukan tertutup di ruang kuliah.

Dampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi lokal di sekitar kilang

Workshop ini jelas dirancang sebagai penguatan kapasitas, bukan sekadar seremoni. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga strategi praktis untuk meningkatkan nilai jual produk di berbagai platform pemasaran digital, termasuk praktik langsung pengambilan foto dan video, penataan produk, serta pembuatan konten promosi yang relevan dengan pasar online. Melalui UMKM literasi digital, pemberdayaan ekonomi lokal berjalan lebih terarah: pelaku usaha belajar mengoptimalkan media digital sebagai sarana promosi, memperbaiki kualitas visual, dan membangun identitas merek yang lebih profesional agar siap memperluas jangkauan pemasaran. Di sini komitmen Pertamina terlihat konsisten: perusahaan menegaskan peran bukan hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga penggerak penguatan ekonomi kerakyatan melalui UMKM yang berkelanjutan, sejalan dengan agenda pembangunan pemerintah.

Yang berikutnya: dari satu workshop menuju ekosistem UMKM naik kelas

Pertamina, melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Tengku Muhammad Rum, menyebut kegiatan ini sebagai wujud komitmen untuk mendorong kemandirian masyarakat sekitar, khususnya kelompok binaan, agar mampu berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Harapannya jelas: kolaborasi dengan PCR tidak berhenti pada satu workshop, tetapi berlanjut dalam bentuk peningkatan literasi digital, penguatan branding, perluasan akses pasar, dan dukungan terhadap keberlanjutan usaha. PCR sendiri melihat kegiatan ini sebagai bagian dari upaya menghadirkan ilmu, teknologi, dan inovasi yang memberi dampak luas bagi pengembangan ekonomi masyarakat, terutama di Dumai dan sekitarnya. Jika konsisten, pola kolaborasi seperti ini dapat memicu terbentuknya ekosistem UMKM naik kelas yang menghubungkan industri, kampus, dan komunitas. Itulah arah yang seharusnya dituju oleh setiap program CSR Pertamina: jangka panjang, terukur, dan berdaya ubah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!