Jalan santai, ruang bersama warga kampus
Jalan sehat universitas adalah kegiatan rekreasi bersama yang mengajak anggota komunitas kampus bergerak di luar rutinitas kerja dan belajar, sekaligus membangun hubungan melalui pengalaman sederhana yang dapat dinikmati lintas generasi. Nilai terbesarnya bukan semata jarak yang ditempuh atau jumlah peserta, melainkan kesempatan untuk bertemu tanpa sekat formal. Hal itu tampak dalam dua perayaan berbeda: Jalan Sehat Keluarga Korpagama di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Fun Walk Universitas Widya Gama (UWG) Malang. Keduanya menempatkan kebersamaan sebagai inti acara Dies Natalis kampus. Dengan ribuan orang hadir, kegiatan ini memberi bentuk nyata pada gagasan bahwa universitas bukan hanya ruang akademik, tetapi juga komunitas yang tumbuh melalui interaksi sehari-hari.

Korpagama mengajak keluarga besar UGM berjalan bersama
Sekitar 1.350 peserta mengikuti Jalan Sehat Keluarga untuk memperingati Dies Natalis ke-77 UGM dan HUT ke-21 Korpagama pada Sabtu (24/10). Kegiatan di Ndalem Widya Asih, Jalan Olahraga UGM, diawali registrasi, hiburan, pembukaan, dan senam bersama, sebelum peserta menempuh rute sekitar dua kilometer mengelilingi kampus. Acara ditutup dengan hiburan dan pembagian hadiah. Namun, bagian paling bermakna bukan rangkaian panggungnya: peserta dari berbagai fakultas dan unit kerja bisa berinteraksi santai bersama keluarga. Ketua Panitia Dies Natalis ke-77 UGM, Prof. Dr. Rr. Siti Murtiningsih, menekankan pentingnya saling menghargai, termasuk terhadap pegawai aktif maupun purnatugas. Pesan itu sejalan dengan tema Korpagama, “Ngarohke lan Nguwongke Kabeh Pegawai”—menyapa dan memanusiakan setiap pegawai sebagai bagian keluarga besar.

UWG menutup perayaan dengan skala lebih besar
Di Malang, Fun Walk UWG diikuti sekitar 1.500 peserta dan menjadi penutup rangkaian Dies Natalis ke-55 serta Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru 2026. Berlangsung di Kampus 2 UWG, kegiatan ini mempertemukan dosen, tenaga kependidikan, karyawan, mahasiswa, alumni, dan warga sekitar. Peserta mengikuti senam sehat, lalu berjalan sejauh tiga kilometer, sebelum menikmati hiburan serta pembagian hadiah dan doorprize. Jumlah peserta UWG lebih banyak sekitar 150 orang daripada Jalan Sehat Korpagama, tetapi perbedaan skala itu bukan ukuran tunggal keberhasilan. Peran sosial kedua acara sama pentingnya: membuat kelompok-kelompok yang biasanya beraktivitas terpisah hadir dalam satu ruang. Rektor UWG Malang, Dr. Anwar, S.H., M.Hum., menyebut kegiatan tersebut sebagai penutup rangkaian perayaan kampus.
Kebersamaan adalah hasil yang paling penting
Perbandingan kedua acara memperlihatkan bagaimana format fun walk kampus dapat menyesuaikan diri dengan komunitas yang dirangkul. Jalan Sehat Korpagama menghubungkan dosen dan tenaga kependidikan UGM beserta keluarga dalam rute sekitar dua kilometer, sementara UWG melibatkan spektrum lebih luas—termasuk mahasiswa, alumni, dan warga sekitar—dalam rute tiga kilometer. Perbedaan jumlah, rute, dan susunan peserta memberi warna tersendiri, tetapi keduanya mengubah perayaan Dies Natalis menjadi kesempatan berjumpa, bukan sekadar seremoni. Itulah alasan jalan santai layak dipertahankan sebagai bagian dari kalender kampus: langkah bersama menciptakan suasana yang lebih terbuka untuk saling mengenal dan menghargai. Pada akhirnya, ribuan peserta menjadi gambaran kasatmata bahwa ikatan universitas dibangun oleh orang-orang yang bergerak dan berkumpul bersama.






