Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

WhatsApp Luncurkan 3 Fitur Keamanan Baru: Wajib Aktif Bila Tak Mau Akun Dibajak

WhatsApp Luncurkan 3 Fitur Keamanan Baru: Wajib Aktif Bila Tak Mau Akun Dibajak
Minat|Aplikasi Ponsel

Inti Pembaruan: Keamanan WhatsApp Terbaru Bukan Lagi Tambahan, Tapi Kebutuhan

Keamanan WhatsApp terbaru adalah rangkaian pembaruan fitur yang dirancang untuk mencegah pembajakan akun dan penipuan siber dengan menambah lapisan autentikasi, perlindungan identitas, serta deteksi konteks panggilan mencurigakan sehingga pengguna punya kendali yang lebih kuat atas privasi dan akses ke akun mereka.

Pembaruan ini bukan kosmetik. WhatsApp mengakui maraknya kejahatan siber dan penipuan yang menyasar pengguna biasa, bukan cuma target bernilai tinggi. Karena itu, mereka merombak cara kita mengamankan akun: dari bergantung pada kode OTP SMS yang rawan disadap, menjadi kombinasi passkey biometrik, two-factor authentication yang lebih kuat, dan fitur anti-scam berbasis informasi penelepon. Tiga fitur ini diumumkan melalui blog resmi WhatsApp sebagai bagian dari rangkaian pertahanan digital yang terus dikembangkan sepanjang 2026. Jika Anda masih mengandalkan PIN 6 digit dan OTP SMS saja, Anda tertinggal satu generasi keamanan.

Dampaknya jelas: semakin banyak lapisan, semakin kecil peluang peretas berhasil mengambil alih akun, sekalipun mereka sudah mencuri kode OTP Anda. Di titik ini, mengabaikan fitur baru sama saja dengan membiarkan pintu rumah terbuka di lingkungan yang sudah jelas tidak lagi aman.

Passkey WhatsApp: Akhiri Era OTP SMS dan PIN Mudah Ditebak

Passkey WhatsApp adalah jawaban paling tegas atas lemahnya OTP SMS. Teknologi ini memungkinkan Anda login menggunakan biometrik perangkat—sidik jari, Face ID, atau kode kunci layar—tanpa perlu menunggu SMS atau memasukkan PIN. Lebih dari 1 miliar orang sudah mengaktifkan passkey, dan WhatsApp menyebutnya “cara tercepat dan teraman untuk memverifikasi diri, tanpa kode ataupun PIN”.

Keunggulan passkey ada di dua hal: kenyamanan dan ketahanan terhadap phishing. Tidak ada lagi kode yang bisa dipancing lewat chat palsu atau disadap di jaringan yang tidak aman. Selain itu, Anda kini bisa menambahkan lebih dari satu passkey pada satu akun, baik di Android maupun iOS, sehingga penggunaan lintas perangkat menjadi jauh lebih praktis.

  1. Buka WhatsApp, masuk ke menu Pengaturan.
  2. Pilih Akun.
  3. Ketuk Passkeys/Passkey.
  4. Ikuti instruksi pendaftaran biometrik sampai selesai.

Jika Anda masih mengandalkan OTP SMS saja, Anda memberi peretas peluang yang tidak perlu. Di era passkey, itu keputusan yang merugikan diri sendiri.

Two-Factor Authentication Baru: Tinggalkan PIN 6 Digit, Beralih ke Kata Sandi Alfanumerik

Lapisan kedua keamanan adalah two-factor authentication (Verifikasi Dua Langkah/2FA) yang di-upgrade. Selama ini, banyak orang puas dengan PIN 6 digit yang gampang ditebak—kombinasi seperti 123456 sudah menjadi bahan tertawaan di kalangan pelaku keamanan. WhatsApp merombak sistem ini menjadi kata sandi alfanumerik yang jauh lebih kompleks dan panjang.

Dengan format baru, Anda bisa menggabungkan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol seperti @ atau #. Ini secara langsung menyulitkan serangan brute-force yang mengandalkan percobaan kombinasi angka sederhana. Lebih penting lagi, sekalipun pelaku berhasil mencuri OTP Anda lewat phishing, akun tetap terkunci selama mereka tidak mengetahui kata sandi 2FA ini.

Posisi saya jelas: mempertahankan PIN 6 digit di tengah opsi kata sandi alfanumerik adalah kompromi keamanan yang buruk. WhatsApp bahkan sangat menyarankan semua pengguna segera memperbarui dan meningkatkan kerumitan kata sandi mereka demi menjaga kerahasiaan data pribadi.

Praktiknya, pilih frasa unik yang mudah Anda ingat tetapi sulit ditebak orang lain, misalnya kombinasi kata yang tidak berhubungan, angka, dan simbol. Jangan gunakan tanggal lahir, nama, atau pola yang bisa ditebak dari media sosial Anda.

Fitur Anti-Scam: Kenali Penelepon Mencurigakan Sebelum Terjebak

Ancaman terbesar hari ini bukan hanya peretasan teknis, tetapi rekayasa sosial: penipuan yang mengeksploitasi rasa panik dan kepercayaan. Untuk melawan ini, WhatsApp menambahkan fitur anti-scam yang menampilkan konteks penelepon asing, khusus untuk pengguna Android. Sebelum Anda mengangkat panggilan dari nomor tak dikenal, sistem akan memberi informasi asal negara nomor tersebut dan apakah kalian berada dalam grup yang sama.

Ini bukan detail sepele. Banyak modus penipuan menggunakan nomor asing yang mengaku dari institusi resmi, memaksa korban bertindak cepat dengan dalih darurat. Dengan konteks penelepon, Anda bisa berhenti sejenak, bertanya: masuk akal atau tidak? Fitur ini dibuat untuk meminimalkan risiko Anda terjebak manipulasi psikologis penipu siber.

Secara opini, fitur ini akan sia-sia jika kita tetap mengangkat semua panggilan tanpa berpikir. Gunakan informasi konteks sebagai sinyal awal: jika nomor asing tanpa koneksi grup tiba-tiba menekan Anda memberikan kode OTP atau uang, perlakukan itu sebagai alarm merah dan akhiri panggilan.

Langkah Praktis: Checklist Pengamanan WhatsApp yang Harus Anda Lakukan Hari Ini

Pembaruan keamanan hanya berguna jika Anda mengaktifkannya. WhatsApp sudah menyediakan enkripsi end-to-end secara otomatis, namun perlindungan terhadap pembajakan akun dan scam bergantung pada tindakan Anda sendiri. Di tengah maraknya penipuan siber, menunda konfigurasi keamanan sama dengan membiarkan akun menjadi titik masuk ke data pribadi dan jaringan pertemanan Anda.

  1. Aktifkan passkey WhatsApp melalui Pengaturan > Akun > Passkeys/Passkey, daftarkan biometrik di semua perangkat utama Anda.
  2. Ubah PIN 6 digit menjadi kata sandi alfanumerik yang panjang dan unik di menu Verifikasi Dua Langkah; hindari pola yang mudah ditebak.
  3. Biasakan menolak memberikan kode OTP atau kata sandi apa pun lewat chat maupun telepon, bahkan jika penelepon mengaku dari pihak resmi.
  4. Pantau panggilan dari nomor asing, terutama di Android yang kini menampilkan konteks penelepon; jangan angkat jika terasa janggal.

Kesimpulannya, tiga fitur ini—passkey, two-factor authentication baru, dan fitur anti-scam—adalah paket minimum keamanan WhatsApp terbaru, bukan fitur “opsional untuk yang paranoid”. Di lanskap ancaman sekarang, pengguna yang abai justru sedang memudahkan pekerjaan penipu.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!