Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Descendants of the Sun ke Miracle in Cell No. 7: Mengapa Remake Drama Korea Laris Manis

Dari Descendants of the Sun ke Miracle in Cell No. 7: Mengapa Remake Drama Korea Laris Manis
Minat|Drama Korea

Drakor adaptasi lokal: ketika cerita Korea jadi cermin emosi penonton

Drakor adaptasi lokal adalah remake drama Korea yang mempertahankan premis utama namun mengubah latar, karakter, dan detail budaya agar terasa masuk akal bagi penonton di pasar baru, sehingga konflik, humor, dan emosi yang sama dapat dirasakan dalam konteks sosial dan nilai keluarga yang berbeda.

Intinya, remake drama Korea bukan sekadar menyalin storyboard, melainkan negosiasi budaya penuh kompromi. Produser tahu penonton sudah akrab dengan gaya penceritaan Korea, tetapi mereka juga paham bahwa tanpa nuansa lokal, kisah tersebut akan terasa jauh dan dingin. Karena itu, cerita dari Korea Selatan kerap “diterjemahkan” dengan menyesuaikan latar, karakter, hingga unsur budaya lokal. Ketertarikan terhadap format ini kian besar karena banyak K-Drama diadaptasi menjadi karya film atau series oleh berbagai negara, termasuk menjadi drakor adaptasi lokal dalam bentuk film dan serial di pasar lain.

Miracle in Cell No. 7: air mata yang sama, konteks yang berbeda

Miracle in Cell No. 7 adalah contoh telak bahwa rasa haru punya bahasa universal. Versi asli Korea mengisahkan Yong Gu, pria dengan keterbelakangan mental yang hidup sederhana bersama putrinya sebelum dituduh melakukan kejahatan dan dipenjara. Adaptasi lokal mempertahankan inti hubungan ayah–anak ini, namun mengganti konteks sosial, nama karakter, dan detail keseharian supaya dekat dengan pengalaman penonton setempat. Disutradarai Hanung Bramantyo, versi lokal merilis film pada 2022 dengan Vino G. Bastian dan Graciella Abigail sebagai pasangan ayah-anak yang baru.

Keberhasilan adaptasi ini menunjukkan pola penting dalam drakor adaptasi lokal: ketika emosi inti dipertahankan, penonton menerima perubahan lain dengan lapang. Ceritanya tetap mempertahankan inti hubungan ayah dan anak, tetapi karakter, latar, serta sejumlah unsur cerita disesuaikan dengan kehidupan masyarakat setempat. Di sel penjara, persahabatan para narapidana tetap menjadi mesin emosi utama, hanya saja dialiri humor dan situasi yang lebih akrab bagi penonton lokal. Remake jenis ini membuktikan bahwa formula melodrama Korea bisa menyatu dengan budaya lain tanpa kehilangan kekuatan air mata.

Dari Descendants of the Sun hingga A Business Proposal: romansa yang dilokalkan

Descendants of the Sun bergerak di spektrum berbeda: romansa serdadu dan dokter dengan latar misi berbahaya. Drama Korea ini begitu populer sampai alur ceritanya masih sering dibahas karena dianggap menarik dan seru. Tidak mengherankan ketika versi film lokal diumumkan; sebuah perusahaan produksi Korea menyatakan bahwa film Descendants of the Sun versi lokal akan tayang di bioskop pada 2027. Keputusan ini mengirim sinyal jelas: romansa heroik ala drakor dianggap punya potensi besar ketika dipadukan dengan isu kemanusiaan dan peran aparat di konteks lokal.

Di sisi lain, A Business Proposal menunjukkan bagaimana komedi-romantis kantoran juga kuat sebagai drakor adaptasi lokal. Drama ini populer berkat kisah ringan antara karyawan dan bos di perusahaan besar, hingga pasangan utama dan second lead-nya menyabet penghargaan Best Couple Award. Versi film lokal tetap memakai judul yang sama dengan sentuhan budaya dan dinamika kerja yang lebih dekat dengan realitas kantor setempat. Dengan memakai struktur romcom Korea namun diisi humor, gaya bicara, dan etika pekerjaan yang akrab, remake drama Korea jenis ini memberi fantasi “bos tampan” yang terasa lebih mungkin terjadi di keseharian.

Menurut satu ringkasan adaptasi, “Itu dia 4 drakor yang diadaptasi menjadi series hingga film Indonesia.”

Dari Descendants of the Sun ke Miracle in Cell No. 7: Mengapa Remake Drama Korea Laris Manis

Bad Guys, Tunnel, dan Hello Ghost: saat genre aksi, thriller, dan komedi-horor ikut dipinjam

Adaptasi lokal tidak berhenti di ranah romansa. Bad Guys, drama aksi 2014 tentang detektif yang membentuk tim berisi penjahat untuk memburu kriminal lebih berbahaya, diadaptasi menjadi serial dengan judul dan premis yang sama, diperankan deretan aktor ternama dan tayang dalam 10 episode. Esensinya dipertahankan, tetapi sentuhan lokal membuat isu kejahatan dan moralitas terasa lebih dekat dengan realitas penonton. Tunnel, thriller-fantasi tentang detektif 1986 yang melintasi waktu untuk memburu pembunuh berantai, juga diadaptasi menjadi serial 16 episode dengan pemeran lokal dan kini bisa ditonton di platform streaming.

Hello Ghost menambah warna lain: komedi-horor keluarga. Versi asli menggabungkan humor dengan kisah emosional pria yang bisa melihat hantu. Adaptasi lokal menghadirkan latar belakang yang melekat dengan citra lokal, tetapi tetap membawa konsep utama Hello Ghost sebagai perpaduan cerita komedi, keluarga, dan unsur supernatural. Di titik ini, terlihat jelas bahwa remake drama Korea dan film Korea tidak lagi sebatas “menyalin tren”, melainkan sebuah cara menguji seberapa lentur genre-genre populer ketika dipindahkan ke konteks budaya baru.

Dari Descendants of the Sun ke Miracle in Cell No. 7: Mengapa Remake Drama Korea Laris Manis

Mengapa drakor adaptasi lokal bisa berhasil (dan kapan berisiko gagal)

Jika dirangkum, setidaknya empat drakor populer telah diadaptasi menjadi film dan serial lokal dengan tingkat keberhasilan berbeda-beda. Titik pembeda utamanya ada pada seberapa berani tim produksi menggabungkan premis Korea dengan unsur budaya dan konteks setempat. Sejumlah cerita diadaptasi dengan menyesuaikan latar, karakter, hingga unsur budaya lokal, dan strategi ini membuat konflik terasa organik, bukan tempelan.

Adaptasi yang terlalu setia pada versi asli cenderung kaku: dialog terdengar “diterjemahkan”, bukan diucapkan. Sebaliknya, ketika penggarap berani memodifikasi setting sosial, sistem hukum, dinamika keluarga, sampai gaya humor, hasilnya jauh lebih hidup. Industri film lokal sudah membuktikan hal ini berkali-kali; beberapa remake bahkan mencatat jumlah penonton yang mengesankan di pasar lokal dan diakui oleh lembaga perfilman Korea. Kesimpulannya, masa depan drakor adaptasi lokal bergantung pada satu hal: kesediaan untuk tidak memuja naskah asli, melainkan menafsir ulang emosi yang dikandungnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!