Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Mengapa Son Ye Jin Akhirnya Kembali ke Drama Sejarah

Mengapa Son Ye Jin Akhirnya Kembali ke Drama Sejarah
Minat|Drama Korea

Comeback yang Mengguncang: Son Ye Jin dan Taruhan Besar di Drama Sejarah

Son Ye Jin drama sejarah mengacu pada kembalinya aktris papan atas ini ke genre kolosal atau sageuk lewat serial The Scandal Netflix, setelah 24 tahun sengaja menjauh karena tuntutan fisik, kompleksitas kostum hanbok, dan keraguan pribadi terhadap kemampuannya untuk tampil maksimal dalam format historis yang menuntut kedisiplinan postur dan ekspresi yang tertahan. Keputusan Son Ye Jin kembali ke layar sebagai bangsawan Lady Cho di The Scandal bukan sekadar proyek baru, melainkan pernyataan sikap tentang fase karier yang lebih berani dan berisiko. Serial delapan episode yang tayang penuh sejak 18 September 2026 ini menghadirkan permainan rayuan berbahaya di era Joseon, saat hasrat perempuan dianggap tabu dan dibungkam. Dengan memilih comeback aktris Korea di wilayah yang selama ini ia hindari, Son Ye Jin seolah menantang persepsinya sendiri sekaligus ekspektasi penggemar yang terbiasa melihatnya di romansa modern.

Mengapa Son Ye Jin Akhirnya Kembali ke Drama Sejarah

Dua Dekade Menghindari Sageuk: Ketakutan Fisik dan Beban Kostum

Selama 24 tahun, Son Ye Jin punya alasan sangat spesifik untuk menolak tawaran drama sejarah. Pengalaman awalnya di film Chihwaseon (Painted Fire) pada 2002 meninggalkan kesan bahwa produksi kolosal terlalu melelahkan secara fisik; pada usia yang masih muda, ia merasa tuntutan genre ini dapat merusak konsentrasi aktingnya. Hanbok berlapis-lapis, tatanan rambut tradisional yang rumit, dan kewajiban menjaga postur tegak bukan detail sepele, melainkan penghalang yang mengganggu proses kreatifnya. Menariknya, ketakutan ini tidak hilang begitu saja di lokasi syuting The Scandal: ia tetap harus duduk tegak berjam-jam dalam kostum berat di tengah musim panas, sambil menjaga intensitas akting. Namun di titik ini, Son Ye Jin tampak memilih untuk menghadapi, bukan lagi menghindari. Paruh kedua kariernya seakan dimulai dari keberanian menyeberang kembali ke zona yang dulu ia anggap mustahil dikuasai.

Jung Ji Woo dan Lady Cho: Kombinasi yang Mengubah Segalanya

Keajaiban comeback ini tidak lahir dari naskah semata, melainkan dari pertemuan antara visi sutradara Jung Ji Woo dan Lady Cho karakter yang kompleks. Sutradara yang dikenal lewat Eungyo dan Somebody itu menyatakan ingin menggali Lady Cho lebih dalam, bukan sekadar mengulang interpretasi karakter di versi film Untold Scandal. Di sini, Son Ye Jin menemukan celah kreativitas yang selama ini absen dalam tawaran drama sejarah: ruang eksplorasi psikologis tokoh perempuan yang hidup di era Joseon, saat bakat dan hasrat dibatasi norma patriarki. Setelah membaca naskah, ia melihat Lady Cho sebagai perempuan berbakat yang gagal mencapai aktualisasi diri, dipaksa berkompromi dengan realitas, sekaligus menyembunyikan sebagian dirinya. "Lady Cho bukanlah karakter yang dapat diungkapkan melalui satu emosi saja. Itulah yang membuatnya menarik," ungkap Son Ye Jin. Pilihan ini bukan sekadar menerima peran bangsawan, tetapi menerima tantangan akting multi-lapisan yang bisa mengubah reputasinya sebagai aktris.

Tantangan Emosi dan Bahasa Tubuh: Son Ye Jin Mencari Level Baru

The Scandal Netflix memaksa Son Ye Jin mengembangkan teknik akting yang lebih halus dan terkendali, berbeda dari melodrama modern yang memberinya ruang ekspresi luas. Lady Cho karakter yang memicu konflik lewat taruhan cinta berbahaya dengan tokoh Ji Chang Wook dan Nana, tetapi ironisnya tak pernah bebas menampilkan perasaannya secara terang. Di balik wajah dingin dan martabat bangsawan yang harus terjaga, ada hasrat yang mendidih dan kekecewaan yang tidak boleh bocor. Itulah mengapa Son Ye Jin menekankan kontrol detail terkecil: napas, tatapan, intonasi, hingga gaya bicara khas drama kolosal, agar emosi tetap kuat tanpa terasa berlebihan di layar. Di set, Jung Ji Woo jarang memberi arahan teknis; ia memilih diskusi panjang tentang batin karakter, memaksa para pemain mengolah sendiri bahasa tubuh tokoh mereka. Dari sudut pandang karier, ini adalah laboratorium akting yang dapat mengangkat Son Ye Jin ke level penyihir emosi yang bekerja lewat detail yang hampir tak terlihat.

Makna The Scandal bagi Karier dan Imajinasi Penonton

The Scandal bukan sekadar tanda centang di daftar genre yang belum pernah dicoba, melainkan penanda pergeseran arah karier. Setelah 24 tahun menghindari sageuk, comeback aktris Korea ini ke drama sejarah adalah pesan bahwa ia siap mempertaruhkan kenyamanan demi penemuan artistik baru. Sebagai ibu satu anak yang sudah mengukuhkan diri di romansa modern, ia kini memperlihatkan sisi lain: aktris yang sanggup memikul tokoh perempuan rumit di tengah konflik sosial dan moral era Joseon. Menariknya, kostum tradisional yang dulu jadi alasan penolakan, kini dipandangnya sebagai bagian dari keindahan hanbok dan rekreasi akurat busana bangsawan yang mendukung karakter, bukan menghambat. Serial ini sekaligus menandai kolaborasi pertamanya dengan Ji Chang Wook dan Nana, yang ia nilai mampu menangani karakter rumit dengan detail kaya. Jika reaksi penonton sejalan dengan rasa penasarannya sejak sebelum perilisan, The Scandal bisa menjadi titik balik yang membuat Son Ye Jin tidak lagi dikenal hanya dari satu jenis drama, tetapi dari keberanian menembus ulang batas yang ia buat sendiri.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!